25 Apr 2016

beda

Setiap bunga memiliki aromanya masing-masing
Tak semua bunga tumbuh sebagai melati, berarti pula tak semua bunga beraroma wangi.
Ada pula bau getir dari kuncup yang takkan tega kau reguk lagi lain waktu.
Sebagaimana manusia, dalam tiap kepalanya berdiri aroma yang berbeda-beda
Ada yang harum, hambar, hingga anyir.
Tapi tak mengapa.
Perbedaanlah yang kemudian melahirkan cinta.
Tak semestinya kita menghujat apa yang  beda dalam isi kepala
Sebab kita lahir beda waktu dan ibu
Sebab kita bayi beda gendongan dan susu
Sebab kita belia beda rekan dan guru

Namun kuyakin, kita dewasa sama atap diselimuti rayu

11 Apr 2016

12.52


Aku memulai tulisan ini kala jam menunjukkan angka tersebut. Waktu mendadak terasa amat cepat. Seperti hujan deras yang kemudian reda, bahkan menjadikan kita lupa bagaimana gemuruhnya petir. Yang tersisa hanya basah jalanan setapak, dan lumpur lembek yg wangi bercampur rerumputan menggelepar sebab larut dalam genangan hujan.
4 tahun lalu di bulan yang sama, aku melewati detik-detik paling menegangkan bagi anak SMA: ujian nasional 2012.
Kini.., di bulan yang sama, aku akan melewati pula detik-detik menegangkan seorang mahasiswa, ujian komprehensif, ujian final dari karya skripsi.
Kutarik nafas panjang, semoga keberuntungan 4 tahun lalu kembali terulang :)

9 Apr 2016

Ini bukan "bab 6", ini bagian dari "bab 1"

Tak terasa beberapa hari lagi aku akan menempuh ujian akhir skripsi. Akan ada 4 penguji dalam ruangan mungil tersebut, kemungkinan ada beberapa tanya, jawab, dan saran, dan tentu saja akan ada banyak, banyak sekali degup jantungku yang tak terkendali, liar berhamburan.
Ada kekhawatiran yang jujur saja tak bisa kusembunyikan. Barangkali aku bisa sembunyikan air mata dengan memejam dan menahannya. Tapi tidak dengan kekhawatiran yang tiba-tiba menjadi gerbang tinggi kokoh membatasi tarik nafasku.
Tiba-tiba aku seolah tertelan hiu besar, tenggelam dalam perutnya yang gelap dan basah. Aku susah keluar, sistem pencernaannya sebentar lagi menggilasku dan menjadikanku potongan daging-daging kecil mengenyangkan perutnya.
Aku hanya bisa berdoa agar segera bangun, dan memastikan semua perasaan buruk itu hanya mimpi. Memastikan pula ada Ibu disampingku tidur.