17 Okt 2015

Mari mengukur kesetiaan

Wkwkwkwkwwkwkwkw
Ijin ketawa dulu ya sebelum memulai tulisan ini, karena sesungguhnya si judul dengan konten postingan  mungkin bakal sedikit nggak nyambung. Intinya cuma pengen cerita dan curhat tipis-tipis sih disela ngerjain skripsi dan baca bahan yang ‘kadang’ juga bikin bosan hehe.
Jadi ceritanya, saat ini aku sedang memperhatikan sebuah icon kecil di sudut laptop ku yang baru saja berpendar. Icon itu berbentuk persegi panjang berwarna putih dan hitam, kita bisa dan sepakat menyebutnya adalah icon baterai. YAP! Akhir-akhir ini baterai laptopku sering drop, dipakai sebentar tetiba udah habis aja, alhasil ketika ritual mengetik skripsi belum kelar, akupun harus mencolokkan kabel charge sambil menggunakan laptop. Hmmm.. aku tau itu bakal makin gabaik buat kesehatan laptop berikut baterainya.

Tapi terlepas dari ketidakberdayaan baterai laptopku saat ini, aku sangaaaaaaaat sangat bersyukur. Percaya nggak sih kalo laptop ini sudah menemaniku 6,5 tahun lamanya! Wow. Aku merasa itu cukup spektakuler, sebab di jaman modern ini, nampaknya sudah jarang orang-orang yang memiliki benda-benda (terutama elektronik)  dengan durasi waktu yang cukup lama.
Kebanyakan mudah rusak, mudah hilang, mudah bosen, dan semuanya akan menghasilkan satu keputusan akhir yaitu “GANTI”. Hmmm... beruntungnya itu tak terjadi padaku dan barang elektronik laptop ini. Entah karena terbiasa sejak kecil atau bagaimana, yang jelas orang tuaku selalu memberikan didikan untuk tidak mudah gonta-ganti barang, terlebih ketika fungsi dari benda tersebut masih sempurna, dan tidak kurang suatu apapun. Mengganti suatu barang yang masih bisa digunakan dengan barang baru lainnya, bukanlah sebuah pilihan yang tepat menurutku, karena tak selamanya yang baru akan lebih baik dari yang lama.
Siapa tahu produk terbaru itu jauh lebih buruk kualitasnya, walau tampilannya terlihat lebih menarik. See? Kita harus lebih cermat, kan.

Kebanggaan dalam hati ini bukan hanya kutujukan untuk si laptop yang bisa bertahan sebegitu lamanya dengan sikapku yang kadang kurang berperikemanusiaan (misal tidak membersihkannya sampai berdebu :’D dll) namun apresiasi ini juga kutujukan untuk diriku sendiri. Jiahahaha, ini narsis judulnya. Aku bangga karena aku bisa sebegitu setia dengannya, di tengah deru debu gempuran teknologi masa kini yang bisa membakar dan melelehkan mata, aku tak goyah. Bayangkan, bahkan ada laptop masa kini yang bisa dilipat layarnya 360 derajat dan dalam 2 detik seketika berubah menjadi tablet. Oh, tapi aku memalingkan muka seraya mengangkat tangan tinggi-tinggi, i say “NO” wkwkwkkwkw (ini sebenernya karena setia apa karena nggak punya duit sih? Hahah beda tipis)
Percayalah, tak selamanya yang baru akan lebih baik dari yang lama, ia hanya nampak sedikit berbeda saja. Percayalah ini dalam hal apapun, bukan hanya tentang elektronik. Wkwk baper.


Anyway, bukan hanya laptop saja lho ya setia bertahun-tahun denganku. Handphone tabletku juga sudah nyaris 3 tahun. Wuhuuu. Masih ingat sekali pertama kali ibu membelikannya untukku J dengan harga yang masih mahal wkwkw sampai sekarang seolah beli sendiri aja mampu, saking murahnya. Bahagia dan haru.