11 Sep 2015

#pagiperpustakaan

Beberapa hari ini aku merasa sedikit bingung, risau akan beberapa hal, dan.. mungkin ini bukan kali pertama aku "galau" atas hal bertajuk "skripsi, rencana masa depan, dan lain-lain". Aku seharusnya sudah cukup kebal dengan kondisi seperti ini, tiba-tiba diterpa berbaris-baris pertanyaan mengenai "apa kaitan teori ini dengan judulmu?" "studi pemikiran dan memori kolektif seperti apa sebenarnya yang hendak kamu ambil poin nya?" "jurnal internasional mana yang berkaitan?" "apa akhir tahun ini kamu yakin bisa duduk di kursi seminar proposal sekaligus menguasai puluhan lembar materi dan menjawab pertanyaan penguji bak air mengalir dari hulu ke hilir?"

Kurasa semua pertanyaan itu memang membutuhkan jawab, dan pagi ini aku tengah mencari jawaban atas semua pertanyaan-pertanyaan itu. Kuputuskan berangkat pagi-pagi dari rumah. Aku merasa useless, berdiam diri dirumah tanpa kegiatan terjadwal semisal kelas mata kuliah yang telah kulalui di beberapa semester lalu. 
Aku duduk di depan perpustakaan, memilih sebuah kursi yang cukup dekat dengan air mancur dengan harapan suara gemercik air ini dapat menenangkan ku dan menjadikan mood ku lebih baik. Ku edarkan padangan ke rumput di halaman rektorat yang menghijau sungguh segar, yang ada dibayanganku saat ini adalah "berapakah kampus ini menganggarkan dana untuk membuat seluruh rumput di halaman seluas itu menjadi terus hijau di tengah musim kemarau seperti ini?" 
Merasa rumput tak cukup menarik bagiku, sebab hanya menambah kecurigaan ku pada anggaran kampus, dampak kenaikan UKT mahasiswa dan lain-lain, aku pun memutuskan mengganti objek . 

Terhentilah bola mataku pada sesosok pria yang duduk tak jauh dari meja ku. Sekilas nampak tak ada yang spesial dari pria dengan baju biru muda ini. Tapi tunggu, memang bukan pria ini yang menarik perhatianku. Tunggu... tas nya! 

Cukup jelas tertulis "5 cm." di bagian depan tas berwarna dasar hitam itu, ya.. walaupun tulisan tersebut sudah nampak memudar. Aku tertegun memandang "5 cm."
Aku memang sudah pernah melihat film itu, perjuangan sekawanan teman mendaki gunung semeru hingga jatuh bangun tersungkur terjerembab dan lain sebagainya, tapi mereka berhasil. Mereka dengan kekuatan bersama, bisa buktikan bahwa puncak semeru memang mahakarya Tuhan yang patut untuk diperjuangkan, walau bertaruh nyawa. 
Harusnya aku pun sama, menggantungkan mimpiku tepat 5 cm di depan keningku. Aku harus percaya Tuhan akan senantiasa memeluk mimpi-mimpi itu, dan mengabulkan nya untukku :) 
Skripsi, bukan halang rintang yang berarti. Dia bukan untuk diratapi atau bahkan ditangisi. Dia hanya perlu di selesaikan, dengan segenap perjuangan, cinta, dan doa yang mengiringi. #pagiperpustakaan 


Daaan... #pagiperpustakaan ini aku persembahkan untuk menemani perjalanan skripsiku, hehee.. setidaknya dengan menulis dan curhat tipis-tipis aku selalu merasa lebih baik lagi, merasa semangat lagi! Semoga #pagiperpustakaan menjadi motivasiku untuk rajin-rajin bertandang ke perpustakaan, bukan hanya sekedar menikmati pagi di universitas yang sesak karbondioksida ini kala siang (hehe), tapi tentunya menyelesaikan tugas akhirku! semangat!

2 komentar:

  1. semangat hamidaaaah! ayok sama-sama berjuang buat perjalanan skripsinyaaa. hihihi :D

    BalasHapus
  2. Aaaatikaaa. Yap tetap semangat my deskmate jaman kelas 1 SMA hehe. Allah bersama kita!

    BalasHapus

BIG BIG thanks to you :)) silahkan beri komentar dan berkunjung kembali kawan. *hamidahsemi*