29 Jul 2015

Menelinga


Aneh ya? Hmmm.. barangkali lebiih akrab kita kenal dengan kata “Menguping”, tapi entah kali ini aku memang ingin membuatnya sedikit tak lazim. Menguping identik dengan kegiatan yang dengan sengaja mendengarkan perbincangan orang lain, tapi pagi ini... aku melakukannya dengan tidak sengaja, maka kusebut saja ini “Menelinga”. Sah-sah saja kan? Bahasa itu hanya konstruksi dan kesepakatan sebagian besar orang kan? :)



“Aku satu semester ini nganggur aja, kayak males-males an gitu lho...” itu kalimat yang kudengar dari bibir seorang gadis berjilbab abu-abu muda, dengan penuh bangga (menurut ku) kepada rekannya. Aku dapat dengan jelas mendengar perbincangan asyik keduanya, sebab mereka duduk tak jauh dariku, hanya berselang dua meja saja di perpustakaan pagi ini.
Teman nya nampak antusias menyimak dan menimpali. Jika boleh kutebak, mungkin mereka adalah mahasiswa semester akhir, sebab beberapa kali terucap kata skripsi, tugas akhir, dll.

Aku hanya melirik sekilas, tak hendak berspekulasi, tapi..... barangkali kau bisa tebak apa yang ada di benakku saat ini. /hamidah
Menelinga bukan menyimak kemudian mengelupas sekujur keburukan mereka, menelinga adalah mengambil hikmah dan pelajaran atas perbincangan yang seharusnya kita tak terlibat di dalamnya.  

28 Jul 2015

Monster aja bisa senyum lebar. Kamu, kenapa enggak?


beberapa saat lalu aku memutuskan untuk jalan-jalan keluar rumah. rasa suntuk sempat mendera, sebab ada beberapa hal yang tak bisa kuatasi dan kuselesaikan. kemudian menyerah, aku memilih untuk menyegarkan pikiran sejenak, menikmati deretan sawah-sawah menghijau dan bukit kelabu yang terlihat dari kejauhan.

aku sendirian saja. seperti biasa
dan kurasa itu menyenangkan.
hanya perlu diam tanpa bertukar pikiran dengan siapapun, yang belum tentu selaras dengan mauku.
aku hanya perlu mengatupkan bibir rapat, membiarkan mata menjelajah dan memberi kesempatan hati untuk menafsirkan.

sudah lama aku tak meluangkan waktu untuk begini
menyendiri dan diam, tanpa perlu berpikir panjang
tapi ada ke-irian dalam hati kala mendongakkan kepala, kutemui ranting-ranting yang saling berjabat.
jajaran pohon di sebrang kiri dan kananku nampak menikmati belaian angin dan mencuri-curi waktu bermesra di atas sana
mereka memang nampak terpisah oleh jalanan aspal  selebar tiga kali mobil pick up, namun ranting mereka menyatu di atap, meneduhkan tiap kepala yang melintas, menghalang terik yang hendak memanggang habis rumput-rumput gulma
/
hamidah

21 Jul 2015

Lillahita'ala capek hati capek pikiran
segala cara udah dicoba, mulai buka lewat pc, download line whoscall, scrolling kaskus siang malam cari tips ngembaliin akun yang lupa password dan pin.
:((((((
line ngeselin. musti buat akun baru banget? semua kontak ada disana
duh hamidah lhoooo

20 Jul 2015

LINE


Kesel... gara-gara logout dari LINE karena koneksi internet off beberapa hari, inilah jadinya. Aku coba login lagi, and... is incorrect. Entah yang incorrect emailnya atau passwordnya, aku gatau. Kebetulan emailku emang ada dua, yahoo dan gmail. Yahoo emang aku pakai buat akun-akun media sosial termasuk salah satunya blog ini, dan gmail khusus untuk tugas-tugas kuliah dan kerjaan, biar spam notification dari facebook dan twitter gak menuh-menuhi inbox ku. 
Yah... padahal banyak kontak disana, terutama grup angkatan ilmu komunikasi 2012 yang banyak kasih info-info penting, grup organisasi, temen-temen SMA, kerjaan, dll. 
Kesel :( aku udah coba login lewat hp gagal, coba lewat pc juga gagal..... gimanasih

14 Jul 2015

Membawakan bulan ke pangkuanmu

Mustahil.. Barangkali itulah kata pertama yang muncul ketika membaca judul ini. Bahkan untuk membawakan debu dari rembulan, kita belum tentu mampu. Hingga saat ini saja pertanyaan terkait "Benarkah Neil Armstrong manusia pertama yang menjejakkan kaki ke bulan?" masih menjadi polemik dan kontroversi. Sebab dalam video yang ditunjukkan oleh Amerika Serikat, memang terlihat Armstrong turun dari pesawat, lengkap dengan pakaian luar angkasanya. Pertanyaan selanjut nya adalah "Siapakah yang mengambil gambar tersebut? Bukankah berarti si pengambil gambar itu yang menjadi manusia pertama di bulan, bukan Armstrong?". Hal ini kemudian dikait-kaitkan dengan perebutan gengsi sebagai negara paling maju di dunia antara Amerika dan Rusia, sehingga ada dugaan bahwa Amerika hanya membuat video abal-abal untuk membohongi publik.

So far.... i don't really know. Terlalu jauh aku membahas hal semacam itu, nyatanya aku tiba-tiba ingin menuliskan tentang bulan, lagi, karena mendengarkan lagu lawas yang dibawakan Meggy Z berjudul jatuh bangun.
Barangkali hampir tiap generasi akan mengenali lagu ini, walau tak secara utuh. Bagian lirik paling familiar tentulah yang ini... "Jatuh bangun aku mengejarmu, namum dirimu tak mau mengerti. Kubawakan segenggam cinta, namun kau meminta diriku membawakan bulan kepangkuan mu."

Ya... terkadang, bahkan sering, manusia memang 'terlalu' berekspektasi tinggi, 'terlalu' banyak mau, dan rewel. Sudah dikasih hati, mintanya jantung. Sudah dapat jantung minta lagi paru-paru, lalu lambung, sampai pankreas barangkali.
Padahal kita belum tahu, dengan memiliki semua itu apakah menjamin bakal bahagia sentosa? Atau justru makin kebingungan karena terus merasa kurang? Lagu ini sedikit banyak bisa menjadi bahan introspeksi diri kita, aku terutama, yang kerap kali merasa kurang hingga sulit bersyukur.


"Aku memang takkan mampu bawakan bulan ke pangkuan mu, sayangku. Tapi aku akan bawakan seisi duniaku, untuk mu dan masa depan kita"