3 Jun 2015

dengan Hati

"Patutnya kita belajar dari gerimis, bukan dari hujan lebat. Dimana air menyapa tanah dengan lembut, bukan dengan nafsu. Kita sama-sama tahu air selalu merindukan tanah sebab disanalah ia bermuara, bukan di awan, bukan di langit, yang hanya akan memberikannya ketinggian palsu kemudian menjatuhkan sekuat tenaga."  


Beberapa hari yang lalu aku sempat berpikiran untuk merenovasi blog ini, membuatnya lebih baru dan muda.  Walau di mataku, ia tak pernah sekalipun bertambah usia. Dia selalu sebagaimana pertama kali aku membukanya: lembut, wangi, dan penuh pesona. 
Tapi rasa-rasanya, aku akan lebih cinta jika dia berganti baju baru. Beberapa referensi pun keluar masuk di otakku. Tema alam itu pasti, selera ku belum berganti. Tapi rumput, mawar, atau bahkan air yang menjadi pilihan terakhir?


Saat ini di sela waktu luang kuliah, aku sedang duduk manis di depan komputer perpustakaan untuk mengaduk-aduk seisi album gambar online yang rajin kukunjungi dahulu. Setelah sebelumnya menyelesaikan bacaan untuk bekal tugas akhir skripsi yang sudah menghantui malam-malam ku sebagai mahasiswa semester akhir. 

Tapi... 
Aku tak melakukan dengan hati. Aku mengaduk, random, cepat, dan tak berarah. Aku dan bahkan dua pertiga manusia di bumi ini kuyakin akan berusaha menemukan kesempurnaan, setidaknya yang mendekati, semakin dekat semakin baik. Begitupun... memilih baju baru blog ku, aku tuntut yang sempurna, tapi tak kulakukan dengan sepenuh hati. Aku terburu-buru, berlarian hendak hindari waktu tapi terhalang ketidak mampuan. Tetiba aku diam sejenak, kufikirkan perlahan... "Ya... beginilah manusia... mudah sekali menuntut, sulit sepenuh hati."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BIG BIG thanks to you :)) silahkan beri komentar dan berkunjung kembali kawan. *hamidahsemi*