31 Mar 2015

Analisis Krisis "Celebrity Big Brother 2007"

URUTAN PERISTIWA:

1.      Channel 4 mulai mengudara pada tahun 1982, bergabung dengan dua saluran lain yakni BBC dan ITV, satu-satunya saluran televisi komersial saat itu.
2.      Masalah ini bermula ketika Shilpa Shetty disebut sebagai 'India' oleh teman serumah nya yang merasa sulit untuk mengucapkan namanya.
3.      Ofcom menerima lebih dari 200 komplain dari penonton, sebab ada dugaan intimidasi rasis yang dilakukan oleh tiga teman serumah Shilpa.
4.      Mendengar adanya komplain tersebut, Channel 4 menyangkal bahwa insiden yang terjadi itu adalah sebuah 'persaingan feminin' dalam reality show.
5.      Dengan adanya pernyataan dari Channel 4 tersebut, jumlah pengaduan justru semakin meningkat, yakni hingga mencapai 8.000 komplain.
6.      Early Day Motion (EDM) melalui Partai Buruh MP Keith Vaz, meminta Channel 4 'untuk mengambil tindakan segera mengingatkan perilaku rasis yang dilakukan teman serumah tersebut tidak dapat diterima'. Tindakan EDM didukung dan disetujui oleh Perdana Menteri Tony Blair, bahkan Sekretaris Kebudayaan yakni Tessa Jowell, menganggap insiden itu sebagai 'rasisme yang disajikan sebagai hiburan'

22 Mar 2015

TYLENOL CASE (studi kasus strategi Public Relations perusahaan Johnson & Johnson)

TYLENOL TALE
Kasus ini mengungkapkan adanya sebuah krisis yang justru membuat publik makin simpati. Hal ini dilakukan Johnson & Johnson melalui penyelidikan sebab keracunan Tylenol.
Urutan peristiwa:
1.      September 1982: Tablet Tylenol menaikkan penjualan terhadap konsumen dewasa sebanyak 35% di Amerika Serikat.
2.      (1 hari kemudian) September 1982: Terjadi kematian di daerah Chicago (3 korban)
3.      Berawal dari meninggalnya 3 orang, muncul berita-berita korban jiwa lainnya yang jika ditotal sebanyak 250 kematian.
4.      Johnson & Johnson menguji 8 juta tablet Tylenol. Hasilnya menunjukkan bahwa kurang dari 75 tablet telah terkontaminasi, dan semuanya ada di daerah Chicago.
5.      94 % konsumen sadar bahwa tablet Tylenol berkaitan dengan keracunan yang terjadi.

10 Mar 2015

Analisis “BOWATER INCORPORATED – A LESSON IN CRISIS COMMUNICATIONS – By Lisa Maggart”


Krisis yang dialami oleh perusahaan Pabrik kertas koran yakni Bowater, berawal dari sebuah mobil yang menabrak bagian belakang truk bermuatan bahan kimia. Kecelakaan tersebut disebabkan asap tebal yang berasal dari Perusahaan Bowater dan menutupi jalan raya. Kejadian ini dianggap sebagai bencana terburuk sepanjang sejarah Tennesee, sebab menelan 12 korban jiwa dan lebih dari 50 orang terluka. Akibat adanya peristiwa ini, pihak Bowater mengalami krisis, sebab polusi asapnya diduga sebagai penyebab utama kecelakaan yang terjadi. Berbagai gugatan dilayangkan ke pengadilan untuk menuntut perusahaan, sehingga menambah daftar krisis yang menerpa.
Tidak lebih dari 72 jam setelah kecelakaan terjadi, Perusahaan Bowater menunjukkan tindakan yang cepat yakni menunjukkan Astrid Sheil (PR Perusahaan Bowater) sebagai satu-satunya spokesperson. Beberapa tindakan yang diambil Bowater dan Sheil selaku PR perusahaan ini adalah:

6 Mar 2015

Babak belur

Tiga hari yang lalu aku jatuh dari motor, tepat saat malam jumat, gerimis ringan membasahi aspal jalan dan menjadikannya licin.
Untuk kesekian kalinya, aku menjadi tontonan banyak orang dijalan, dalam keadaan yang menyedihkan. Rasanya tak perlu aku ceritakan kisah tragis malam itu, yang hanya akan membuatku bergidik dan sedikit trauma.
Saat itu dalam kondisi kaki tangan yang lecet dan berdarah darah, mau tak mau aku harus kembali mengendarai motorku sendiri, kembali ke rumah. Membersihkannya dengan air hangat, mengobatinya dengan obat luka, memijat mijat kaki yang terasa keseleo terkilir, ah.. banyak.
Hingga pagi menjelang, aku harus mendapati badanku yang memar hitam biru tak karuan. Lengan kaki dan punggungku sulit digerakkan. Aku hanya ingin menangis saja... tak ada lain. Terlebih aku sedang dirumah sendirian.
Kuraih debu yang menempel, kuucapkan doa tayamum lantas kutunaikan sholat subuh dengan duduk selonjoran. Banyak yang kutangiskan... banyak... permohonan ampun dalam lantunan astaghfirullahaladzim, ucap syukur atas kecelakaan ini dalam alhamdulillah, pujian pada Illahi Rabbi dalam Allahu Akbar, Subhanallah, Lailahaillallah.... dan banyak. Barangkali ini cobaan, namun dibalik itu aku hanya takut satu hal, bilamana Allah murka atas sederet kelalaian yang banyak kuperbuat. Introspeksi diri tak henti kulakukan dalam pejam yang terasa gelap dan rasa sakit yang menjalar di sekujur badan.
Aku sengaja tak beritahukan orangtua, sebab hanya akan merepotkan pikirku.
Namun makin malam makin sakit kurasa, perih luka kulit yang terkelupas dan memar. Babak belur diriku, hingga.. menyerah.. ku angkat telepon dan kukabari ibu dan abah.
Nada gelisah dan khawatir membanjir dari sebrang telepon sana, hingga beberapa jam kemudian tiba sebuah mobil yang kutunggu. Abah dan kasih sayang yang penuh kesabaran. Aku, sudah sebesar ini... tiada daya dan upaya membahagiakan keduanya, kini malah buat ulah dan merepotkan. Sembari membelah jalanan, kupandangi deretan kerlip pertokoan dari balik kaca jendela yang kehitaman. Aku menangis lagi, haru.. seberapa besar dosaku.. bagian mana yang perlu aku tata dan benahi, Tuhan? Terkadang kita harus dipukul dulu baru sadar, sebab di sentuh tiada berasa. Ya Allah.. ampunilah segala salah yang barangkali lupa hamba istighfari.