5 Feb 2015

If you feel far from Allah, who moved?

Bismillahirrahmanirrahim..
Kalimat yang kujadikan judul diatas adalah sebuah kalimat yang kubaca dari display picture BBM temanku. Menusuk. Ya, tentu saja. Kita terbiasa hidup dengan menunjuk, menunjuk orang lain ketika terjadi kesalahan, menunjuk diri sendiri ketika terjadi kebaikan. Bahkan parahnya, kita menunjuk-nunjuk Tuhan saat ada yang terasa kurang tepat, menunjuk waktu, menunjuk takdir, dan dalam tunjukan tersebut kita seolah menyalahkan dan menyudutkan. Padahal... siapa tahu kita yang salah? Dan kenyataannya memang kita yang sering kali banyak salah. Astaghfirullahaldzim. 

Aku, akhir-akhir merasa sedikit kurang stabil, baik kesehatan, emosi, dan ritme kehidupan. Untuk kesehatan ku sendiri, batuk tak henti menguasai, tentu saja itu cukup menganggu, terutama ketika sebagian besar kegiatan ku berkaitan erat dengan "ngomong". 
Emosi, ya... lebih tidak stabil lagi. Tapi emosi yang tidak stabil ini disebabkan dua hal yang mengapitnya, yakni kesehatan dan ritme kehidupan. Mmm... memang ketiga hal ini sejatinya tidak bisa dipisahkan begitu saja, terus saling kait mengait. 
Ritme kehidupan yang cukup up and down like a roller coaster, makes me should scream, laugh as loud as i can, dan.. hehe sedikit lebay nih ceritanya. Yah.. pokoknya begitulah, sepertinya aku harus lebih pandai menuangkan berbagai warna perasaan kedalam tulisan. Terkadang kesulitan menuangkan kata ini disebabkan berbagai macam sekat dan pertimbangan, yang takut dibaca orang dan dikatain lah, takut rahasia kegundahan terbongkar lah dan lain-lain, sehingga cerita menjadi tak mengalir. 

Namun jujur, menuangkan sesuatu dalam tulisan menjadikan aku lebih tenang (Tapi menenangkan hati, utamanya dengan sholat dan berdoa ya). Entah akan ada yang membaca atau tidak, entah salah atau benar susunan kalimatnya, namun menulis dengan apa adanya seperti yang tengah kurasakan, menjadikan aku cukup "plong"!

Kembali lagi ke up and down nya perasaanku, mungkin disebabkan oleh beberapa hal yang kini sedang mengitari tiap sel, rongga, dan persimpangan di otak ini. Mulai dari magang berserta laporannya (yang seharusnya sudah aku kerjakan sejak sekarang), tentang semester enam yang didepan mata dan jadwal KRS yang cukup.. hash... out of my expectation dan cukup tidak sesuai rencana, dan juga.. mengenai kewajiba-kewajiban di kantor yang sedikit banyak menimbulkan celah bagi setan untuk menyembulkan bisikannya di telingaku "jangan bersyukur.. pekerjaan ini memusingkan, keadaannya menyebalkan, memusingkan, melelahkan, bla bla bla bla" dan.. Astaghfirullah... bagaimankah caraku mengusir semua prasangka yang menimbulkan kegelisahan dan mengundang rasa tak qonaah tersebut. Disamping itu semua............ masih ada berderet mimpi yang tak henti-henti melambaikan tangan, berdesakan, seolah-olah mereka tengah berbaris dengan formasi berantakan lalu memanggil-manggil diriku "Halo.. halo.. halo.. Hamidah!! Tengok sini.. sini.. sini.. dan sini.. halo aku disini, kapan merealisasikan diriku.. halo... aku lelah mengantri lho!!!!" 
Hahhhhhh.. you know what i feel? yes.. like a roller coaster. 
Ya. aku adalah tipe orang yang well prepare, menyenangkan bagiku memiliki agenda dan target dalam hidup ini, ketimbang harus bangun tidur dan menjalani hari tanpa sebuah agenda, itu akan terasa melompong (kurasa). Tapi.. efek dari banyaknya agenda dan target, ternyata sukses membuatku...... entahlah. 

Sekarang, setidaknya masih ada beberapa hal yang ingin kurealisasikan:
1. Menyelesaikan laporan magang dan segera ujian
2. Sukses semester 6
3. Les TOEFL dan mendapatkan skor sesuai persyaratan di liburan semester depan
4. Membuat buku
5. Les keahlian dan kreatifitas
6. Mempersiapkan judul dan skripsi dengan sering-sering baca
7. and so on

Terkadang tak semua yang kita rencanakan akan berhasil dan berjalan sesuai keinginan, namun ingat, kita tak pernah tahu.. apa yang kita dapatkan itu sebuah musibah atau anugerah. Sehingga marilah mendekat kepada Allah, laksanakan semua agenda dan target, berdoa khusyuk dan memohon pertolongan, Insyaallah... semua akan tertata rapi, jauh jauh jauh lebih rapi dari yang kau bayangkan. Keep moving forward!/Hamidah 5 Februari 2015