20 Jun 2014

Benturan kecil dan Benturan besar

Baru saja kepalaku terbentur...


Saat ini, saat aku menuliskan kalimat kalimat ini, baru 2 menit yang lalu kepalaku terbentur tembok. Tentu saja rasanya sakit, masih sama sakitnya sebagaimana saat kecil dahulu kepalaku sering terbentur.
Dahulu, ketika masih kecil aku "terlalu" sering terbentur, entah kepala, kaki, tangan, atau yang lainnya. Hal itu disebabkan oleh berbagai hal yang terkadang tak masuk akal, seperti kecerobohan dan gerak yang terlalu heboh sehingga kurang kontrol.
Sekarang, jika sudah besar dan aku masih saja terbentur, tentu alasannya juga sama, yaitu "kecerobohan".


Sesungguhnya tiap manusia yang beranjak dari kanak ke dewasa, telah banyak sekali berubah. Mengalami metamorfosis bak ulat melata yang mendadak bersayap dan terbang. Namun.. berbagai hal yang berkaitan dengan ketidaksempurnaan manusia masih tak bisa dihindari. Selamanya akan ada saja kekurangan kita, sedewasa apapun itu dan setua apapun nantinya. Sehingga hal-hal seperti kecerobohan dan kelalaian akan sangat mungkin untuk terjadi. Hal itulah yang menjadikan kita harus hati-hati, bijak, dan teliti menghadapi benturan masa kecil ataupun "benturan" masa dewasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BIG BIG thanks to you :)) silahkan beri komentar dan berkunjung kembali kawan. *hamidahsemi*