31 Mar 2014

Instrumen



Sebuah instrumen berdurasi 01:06 berjudul Music Scoring The Basket yang dulu menjadi soundtrack film ayat-ayat cinta berhasil menjadikan aku terharu. Tentu saja itu hanya instrumen yang tak ada lirik apapun didalamnya, namun entah hatiku benar-benar tersentuh oleh nya.
Terbayang olehku jalanan yang lekat dengan bangunan-bangunan bersejarah, atau sungai nil dan tembok tua saksi peradaban masa lalu, aku berjalan disana kemudian melihat lima sampai tujuh orang memainkan musik tradisional mereka dipinggir jalan dan aku ikut menari-nari bersama penonton lainnya. Sungguh menyenangkan bukan, berkeliling dunia dan menikmati segala hal yang dianugerahkan Allah Ta’ala kepada kita, kemudian bisa berbagi cerita kepada orang lain yang belum sempat menikmatinya sehingga menginspirasi mereka untuk terus berjuang sembari mensyukuri segala rizki yang dititipkan penguasa seluruh alam :) /Hamidah 12Februari2014

Si bocah SD dengan mimpinya menjadi "seniman"



ya. dan pukul sekian aku masih saja menghadap layar laptop yang berpendar malas. tentu saja aku tahu dia lelah. sama lelahnya seperti ku. bahkan jika boleh subjektif, tentu saja lebih lelah diriku ketimbang dia yang hanya akan menyala beberapa jam saja. aku? menyala nyaris 24 jam! menjadi manusia berlabel mahasiswa dan berkutat dengan tugas tugas tugas, seminar, dan beberapa kegiatan yang mungkin kah sudah pantas kusebut "kerja"?
ya. dan aku lupa menulis puisi. dan aku lupa membiarkan jemariku yang bermesraan dengan lembar kertas juga tinta untuk menumpah ruahkan irama hati. quality time kita menyebutnya. ah... puisi... prosa... cerpen dan lain sebagainya.. hanya terbengkalai dalam folder ku didalam laptop ini. folder yang telah lama, jarang kubuka, dan jarang pula kubersihkan debu debu nya. Barangkali jika dia benda nyata, akan nampak banyak sekali sarang laba-laba disana, nampak pula cat-cat yang mengelupas di beberapa sisi dan sudutnya, mengenaskan!
aku masih ingat betul, kala itu tahun 2006 awal, aku masih duduk dibangku SD kelas akhir, yang tertanam dibenakku adalah menjadi sastrawan, penyair, dan seniman. diantara hiruk pikuk anak SD kala itu yang sibuk bermimpi menjadi dokter, guru, polisi, atau pilot macam Zaharie MH370 barangkali, aku mempunyai mimpi yang berbeda.... "SENIMAN" begitulah dulu aku menyebutnya.
Kini? tanda tanya. hahahahaha kita tunggu saja, akankah benar ada seniman yang terlahir dari fakultas ilmu sosial ilmu politik yang notabene nol ketulusan disana, semua hanya berdasar pada azas kepentingan semata, karena politik mereka sebut-sebut rusuh dan kotor namun dengan sengaja mereka terjun dan berenang dengan berbagai gaya kodok dan dan gaya bebasnya. kita tunggu saja, toh... nyatanya kita setuju bukan kalau makna politik adalah seni mencapai kekuasaan? benarkah "SENIMAN" yang dulu kuimpikan kala SD adalah yang demikian? kumohon jangan. / hamidah 23:56 wib/ 29maret2014

18 Mar 2014

.

Aku ingin menuliskan nama gadis itu.
Gadis yang salah satu kicaunya kau retweet.
Gadis yang baru baru ini kutahu adalah benar idamanmu.
Gadis yang tak memiliki foto satupun sehingga aku tak bisa melihat parasnya.
Aku hanya bisa melihat serangkaian kata yang diuntainya di lembar wordpress.
Yang kutahu dia solihah, dia hafidz quran, dia pandai bahasa arab, turki, dan inggris, dia mencintai Al Quran dan senantiasa bertanya tanya jikalau Nabi Muhammad SAW datang mengetuk pintu apakah yg hendak dilakukannya?
Yang kutahu dia gadis bandung yang sempat mengenyam pendidikan pesantren kala SMA.
Yang kutahu beberapa teman dekatmu menyebut nyebut nama gadis hafidzul quran itu.

Aku?
Tentu saja seperti bulan ditanggal muda yg cahayanya setipis benang, atau bahkan aku seolah gerhana jika disandingkan dengan dia sang rembulan?
Gadis yang memiliki tutur kata santun, pandai berpuisi, penikmat selat bhosporus sejati, dan... mendahulukan Allah Azzawajalla diatas segala galanya.
Gadis yang menyumbat telinganya dengan quran, menyumpal mulutnya dengan ayat al quran, al quran dan alquran.
Sungguh... tiada salah jika kau benar benar jatuh hati padanya. Jika pun aku seorang pria, tentu aku akan mengagumi perangai yang demikian, tentu aku pun berusaha mendapatkan gadis solihah seperti itu.
Jika pun aku seorang lelaki, entah... masihkah aku akan tertarik dengan wanita seperti ku ini.
Semoga kau mendapatkannya, lelaki yang menahan rindu bak tusukan pisau sembilu kepada gadis pecinta Tuhan.
Yang perlu kau cemburui bukanlah yang menyukainya, tapi yang disukai nya. Yang menyukainya belum tentu dia suka, namun yang dia sukai pasti akan diperjuangkannya:')

Jika boleh kuteriak, lebih baik aku teriak didalam laut saja, agar suaraku lebur oleh ombak, dan tak terdengar. Tentu saja aku malu jika orang tau aku berseru karena sakit hati dan cemburuku.