4 Feb 2014

“Surat untuk Stiletto Book”

Kategori: Rookie Readers


 “Pandangan pertama tidaklah selalu benar, oleh karena itu kita membutuhkan pandangan kedua, ketiga, dan selanjutnya”
Itulah kalimat yang kiranya tepat untuk menggambarkan pandanganku sejak pertama kali melihat sebuah situs beralamat www.StilettoBook.com, dengan tampilannya yang seratus persen bisa ditebak adalah situs untuk kaum hawa. Pandangan pertamaku mengartikan ini situs jual beli online sepatu wanita. Pasalnya, judul situs ini adalah nama salah satu jenis sepatu yang kini cukup digandrungi banyak wanita. Tapi takut meleset, pengembaraan keingintahuan ini kulanjutkan saja agar dapat jawaban pasti. Menujulah aku ke link “Tentang Stiletto Book”. Ah... benar bukan, keraguanku terjawab, ini adalah situs untuk para pecinta bagian atas bukan bagian bawah. Ya.. yang kumaksud adalah orang-orang yang mencintai membaca dengan mata dan mengolah dengan otak, bukan orang-orang penggemar sepatu yang letaknya tentu saja dibagian bawah.
Terdampar disebuah pulau asing istilahnya, akupun semakin ingin tahu.. terlebih jargon atau slogan yang terpampang dibagian paling atas situs ini sungguh menggodaku. “Be Smart and Sexy with Stiletto”. Menjadi sexy bagi seorang wanita adalah sebuah anugerah maha dahsyat, bagaimana jika ditambah oleh kepintaran, semakin sempurnalah hidup seorang wanita. Tak ada lagi alasan bagi wanita yang smart dan sexy untuk tidak bahagia, begitulah kira-kira.
Tapi, masih ada berjuta tanya didalam ruang otak minimalisku. Bagaimana menjadi smart dan sexy with Stiletto? Aha, lagi-lagi dengan mudah kutemukan jawabannya di link “Tentang Stiletto Book”. Membaca buku diharapkan akan membuat perempuan merasa lebih sexy dengan kecedasannya, lebih percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki, dan tampil lebih cantik dengan pengetahuannya.
Tentu saja aku ingin menjadi wanita seperti itu, segeralah aku menjelajah semakin jauh kedalam dunia Stiletto Book. Dan hey, Stiletto Book, jika boleh jujur hati ini tergerak entah oleh apa, ketika melihat sebuah buku yang sampulnya bergambarkan menara eiffel, wow... you have to know that i love eiffel very much! And of course, its make me wanna shout when i know that its a book about travel to Europe. Ingin.... sekali membacanya, membolak-balik tiap lembar kertasnya dan menyimak kalimat demi kalimat yang terangkai didalamnya. Yap! “Au Pair”, yang menurut sinopsisnya buku itu akan membantu mewujudkan mimpi kita menuju eropa dengan cara menjadi baby sitter. Its really not a problem, jadi baby sitter pun kalau terbang ke eropa dan bertemu menara eiffel kurasa adalah ide menyenangkan.
Dua buku lain yang menggoda hatiku untuk membeli dan membacanya adalah buku yang kini menjadi ava twitter Stiletto Book, “Cinta Buta”. Ah jadul, sebagian orang akan berpekik demikian, tapi tidak untukku yang memang pernah mengalami hal itu sendiri. Entahlah sihir apa yang dimiliki sang cinta hingga mampu mengubah racun menjadi gulali, dan penjara menjadi surga. Mungkin, satu hal yang menjadikan aku tertarik dengan buku Cinta Buta adalah suguhan kisah nyatanya yang kini mulai dirindukan pembaca cerita non fiksi.
The last book from Stiletto Book adalah novel karangan Herlina P. Dewi. Lagi-lagi aku ingin membaca buku gara-gara sampul nya yang lain dari pada yang lain. Karena selama ini salah besar jika orang mengatakan “Don’t look the book from the cover” because the hard part of make a book is design the cover, is it right? Haha. Novel berjudul “Seribu Kerinduan” ini memiliki sampul yang didominasi warna abu-abu, hitam, dan putih, nampak suram dan jauh dari kesan bahagia. Ah... membahayangkan membaca buku “Seribu Kerinduan” sambil duduk diberanda lantai dua, kemudian ditemani rintik hujan yang turun begitu lembut menerpa atap-atap rumah kita, di senja yang manis, tentu perpaduan maha sempurna. 

Happy Birthday Stiletto Book yang ke-tiga. 
Regards, 
Hamidah Izzatu Laily
email: hamidahizzatu@gmail.com 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BIG BIG thanks to you :)) silahkan beri komentar dan berkunjung kembali kawan. *hamidahsemi*