23 Des 2013

Hati yang merajuk


Percuma memaksa hati yang berhenti beroperasi,
Bukan karena teramat tua,
Ini bukan soal kurun waktu yang lama.
Ini mengenai kehampaan hasrat. Kekosongan harap.
Percuma mendorong hati yang tak hendak mendekat
Ia hanya ingin memeluk lutut disudut ruang kemudian menikmati kesendirian.
Ini bukan soal lupa darat, karena ia pun lahir dari dua hati yang saling mendekat.
Suatu saat,
Kelak, dimana matahari telah merekah dikedua matanya yang kini menikmati malam
Akan tiba saatnya ia harus terjun bebas, ia harus meraih dekap demi dekapan tangan
Mendengar nama demi nama
Menatap mata demi mata
Dan mengenal satu sama lainnya
Jadi jangan pernah paksa hati yang merajuk
Jangan goda hati yang enggan mendengar siul rayu mu
Itu hanya menganggu. Mengusikku. /hamidah 23 desember 2013

13 Des 2013

mereka dan satu hal lagi

mereka biarkan aku sembunyi dibalik rongga-rongga mimpi yang lelah ku rajut.
mereka biarkan aku mengais sisa nafas di paru-paru ku yang minimalis
mereka biarkan aku. Benar benar membiarkan ku berjalan sendiri memecahkan segala teka teki.
mengeluh tentu bukan lah solusi, terkadang makin menambah beban dipundakku yang tak pernah nampak, namun sungguh sangat berat.
mereka biarkan ku berlari, terjatuh, tersungkur, sampai bangkit lagi dengan segala daya upaya, pun hingga meremas tanah debu sekalipun.
satu hal yang tak pernah mereka biarkan, adalah ketika melihatku kembali.
mereka bisa memukul ku sampai berlumur darah, jika aku pulang dan mengaku lelah.
mereka bisa memaki ku sambil meludah-ludah, jika aku berhenti melangkah.
mereka ada dibelakangku, bukan di depan.
mereka menyemangatiku dan hanya bisa melihat punggung tanpa pernah melihat muka.
satu hal yang tak pernah mereka biarkan, adalah ketika melihatku kembali, dan menyerah.