19 Okt 2013

(lanjutan)RANGKUMAN BUKU PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI Prof. Deddy Mulyana, M.A., Ph.D



BAB V. PERSEPSI: INTI KOMUNIKASI
-          Persepsi adalah proses menafsirkan rangsangan dari lingkungan kita, dan proses tersebut mempengaruhi perilaku kita.
-          Persepsi adalah INTI KOMUNIKASI à interpretasi adalah INTI PERSEPSI.
-          Persepsi terdiri dari 3 aktivitas
1.       Seleksi
2.       Organisasi
3.       Interpretasi
-          Persepsi:
1.       Lingkungan fisik
a.       Lambang fisik
b.      Sifat luar ditanggapi
c.       Tidak bereaksi
2.       Lingkungan sosial (manusia)
a.       Lambang verbal dan non verbal
b.      Sifat luar dan dalam ditanggapi
c.       Bereaksi

A.      PERSEPSI TERHADAP LINGKUNGAN FISIK
Latar belakang pengalaman, budaya, dan suasana psikologis yang berbeda membuat kita berbeda dalam suatu objek (lingkungan fisik)
B.      PERSEPSI SOSIAL
1.       Persepsi didasarkan pengalaman
2.       Persepsi selektif
3.       Persepsi dugaan
4.       Persepsi evaluatif
5.       Persepsi kontekstual
C.      PERSEPSI DAN BUDAYA
1.       Kepercayaan, nilai, sikap
2.       Pandangan dunia
3.       Organisasi sosial
4.       Tabiat manusia
5.       Orientasi kegiatan
6.       Persepsi tentang diri dan orang lain
D.      KEKELIRUAN DAN KEGAGALAN PERSEPSI
1.       Kesalahan atribusi (memahami penyebab perilaku orang lain)
2.       Efek halo (kesan awal yang menjadikan kita menebak-nebak sifat orang lain)
3.       Stereotipe (menilai orang lain berdasarkan kelompoknya, bukan individunya)
4.       Prasangka (penilaian berdasarkan pengalaman)
5.       Gegar budaya (ketidakmampuan menyesuaikan diri dengan budaya baru)



BAB VI. KOMUNIKASI VERBAL
-          Bahasa verbal adalah sarana utama untuk menyatakan pikiran, perasaan dan maksud kita. Bahasa verbal menggunakan kata-kata.
A.      ASAL USUL BAHASA
Bahasa adalah ekstensi perilaku sosial. Ketika belum mampu berbahasa verbal mereka berkomunikasi lewat gambar. 500 tahun lalu, manusia melakukan transisi komunikasi dengan memasuki era tulisan, dan bahasa lisan mulai banyak berkembang.
B.      FUNGSI BAHASA DALAM KEHIDUPAN MANUSIA
-          Untuk merancang solusi untuk memecahkan masalah hidup
-          Paling mendasar berfungsi utnuk menamai atau memberi julukan pada orang, objek, peristiwa.
-          Tiga fungsi bahasa (menurut Lary Barker):
1.       Penamaan: usaha untuk mengidentifikasi
2.       Interaksi: berbagi gagasan, emosi
3.       Trnasimisi Informasi: bertukar informasi
-          Tiga fungsi bahasa (menurut Book):
1.       Mengenal dunia disekitar kita
2.       Sarana untuk menghubungkan antar manusia
3.       Untuk hidup lebih teratur, saling memahami, percaya, satu tujuan.
C.      KETERBATASAN BAHASA
1.       Keterbatasan jumlah kata yang tersedia untuk mewakili objek.
Kata-kata pada dasarnya bersifat parsial (tidak melukiskan sesuatu secara eksak). Contoh: mata kita bisa membedakan tujuh juta warna, tapi untuk menyediakan nama satu persatu untuk semuanya itu, tentu sulit karena berarti kita harus menyediakan tujuh juta nama.
2.       Kata-kata bersifat ambigu (tidak jelas) dan kontekstual (tergantung konteks). Karena kita berasal dari latar belakang sosial budaya yang berbeda-beda, ruang dan waktu dapat mengubah makna kata.
3.       Kata-kata mengandung bias budaya.
Bahasa adalah PERLUASAN BUDAYA. Setiap bahasa menunjukkan suatu dunia simbolik yang khas, yang melukiskan realitas pemikiran, pengalaman batin, dan kebutuhan pemakainya.
4.       Percampur adukan fakta, penafsiran (dugaan), dan penilaian (kekeliruan persepsi).
Bedakan FAKTA dengan DUGAAN agar PENILAIAN MENJADI BENAR. Kita sering mengganggap suatu peristiwa yang sebenarnya dugaan, kita anggap sebuah fakta.
D.      KERUMITAN MAKNA KATA (contoh: anak yang kencing disebut menyanyi)
Kitalah yang memberi makna pada kata. Makna dibagi menjadi dua:
1.       Makna denotatif: makna yang sebenarnya (murni)
2.       Makna konotatif: makna bercampur aduk dengan berbagai sebab dan alasan
Makna muncul dari berbagai hubungan khusus antara kata dengan manusia. Kita dapat menciptakan kata apa saja dengan arti apa saja, sejauh berdasarkan KESEPAKATAN.
-          Macam-macam rival bahasa:
1.       Bahasa daerah VS bahasa daerah
Karena lagi-lagi sosial budaya (sosbud) yang berbeda, kata yang sama pun bisa dimaknai berbeda. Contoh: “atos” dalam bahasa sunda bermakna “sudah”, sedangkan dalam bahasa jawa bermakna “keras”.
2.       Bahasa daerah VS Bahasa Indonesia
Contoh: “sok” dalam bahasa indonesia artinya “sombong”, sedangkan dalam bahasa sunda berarti “silahkan”. Setaip orang mempunyai gagasan pribadi mengenai suatu konsep. Kondisi emosional dan motivasional individu juga mempengaruhi makna yang ia berikan pada konsep tersebut.
3.       Bahasa Indonesia VS Bahasa Malaysia
Suatu negara menganggap bahasanya yang paling baik. Contoh: kereta di Malaysia artinya mobil di Indonesia.
4.       Bahasa daerah/ Bahasa Indonesia VS Bahasa asing lainnya
Contoh : Cincin dalam bahasa jepang artinya –alat kelamin- laki-laki.
E.       NAMA SEBAGAI SIMBOL
Fungsi pertama dari bahasa adalah penamaan. Nama dapat mempengaruhi hidup anda. Nama bersifat simbolik, nama memberikan suatu makna dan dapat mempersepsi cara perlakuan orang lain.
Contoh: anjing, babi à sama-sama nama hewan, tapi kedua hewan tersebut memiliki konotasi buruk (biasanya digunakan untuk mengumpat).
Nama juga bisa menyusahkan si empunya, contohnya ada orang yang bernama khadijah, maka ia secara tidak langsung harusnya bersikap baik dan santun seperti khadijah istri Nabi Muhammad dalam agama Islam.
F.       BAHASA GAUL
-          Latar belakang yang berbeda menjadikan cara berbicara juga berbeda.
-          Bahasa subkultural = Bahasa gaul = bahasa yang punya arti khusus dalam golongan tertentu.
-          Fungsi dari bahasa gaul:
1.       Sarana pertahanan diri: agar tidak bisa dipahami kelompok lain, terlebih kelompok lawan.
2.       Argot berfungsi sebagai sarana kebencian kelompok, terhadap kelompok lain.
3.       Argot sebagai sarana memelihara identitas dan solidaritas kelompok: membedakan mereka dengan kelompok lain.
-          Macam-macam bahasa gaul:
1.       Bahasa kaum selebritis
2.       Bahasa gay dan waria, bahasa selebritis mirip bahasa gay.
3.       Bahasa waria
G.     BAHASA WANITA VS BAHASA PRIA
Wanita dan pria memiliki bahasa yang belainan, ciri bahasa wanita adalah:
1.       Bahasa wanita tidak setegas bahasa pria, mereka biasa menggunakan kalimat yang mengandung ekor tanya, seperti “isn’t it?’’ “Right?”.
2.       Kurang percaya.
Wanita menggunakan kata penguat, seperti “so”, “very”.
3.       Frase melemahkan, contoh “maybe, perhaps”.
4.       Hiperkorek (resmi)
5.       Lebih sering menggunakan kutipan langsung.
6.       Intonasi pertanyaan.
7.       Kurang rasa humor.
8.       Enggan menyumpah dan memaki.
-          Wanita: pembicaran hubungan (berpusat pada perasaan, memilihari hubungan dengan orang lain)
-          Pria: pembicaraan laporan (berpusat pada Informasi faktual)
H.      RAGAM BAHASA INGGRIS
-          Orang inggris: bicara berbunga-bunga, banyak eufimisme.
-          Amerika: bicara langsung dan lugas.
-          Inggris filipina: khas karena dipengaruhi bahasa spanyol.
-          Inggris australia.
-          Inggris singapura.
I.        PENGALIHAN BAHASA
Kita perlu menguasai bahasa mitra komunikasi kita (minimal menguasai bahasa dunia, yaitu inggris)
1.       Kelemahan dalam penguasaan tata bahasa, struktur, kosakata: menghasilkan terjemahan yang membingungkan. Contoh: dragonfly bukan bermakna naga terbang tapi capung.
2.       Sejumlah kata serapan dari kata inggris mengalami perluasan. Contoh: keluarga – famili (padahal dalam bahasa inggris: family)
3.       Tetap dibiarkan dalam bahasa aslinya, karena sulit mencari padanannya. Contoh: printer, mouse, file.
4.       Frase atau kalimat bahasa indonesia tidak bisa diterjemahkan begitu saja secara kata per kata. Contoh: saya ingin buang air kecil, jika di terjemahkan ke dalam bahasa inggris tentu saja tidak menjadi begini, “I want to discard small water”.
J.        KOMUNIKASI KONTEKS TINGGI VS KOMUNIKASI KONTEKS RENDAH
-          Konteks rendah: pesan verbal dan eksplisit, gaya bicara langsung, lugas, terus terang.
Contoh: komunikasi pada program komputer.
-          Konteks tinggi: bersifat implisit, tidak langsung, tidak terus terang. Pernyataan verbal bisa berbeda dengan pernyataan non verbalnya.
Contoh: suku sunda-jawa yang berbicara berputar-putar tidak langsung pada inti masalah.
-          Orang indonesia cenderung berbicara tidak langsung atau menggunakan komunikasi konteks tinggi demi untuk menjaga harmoni.

1 komentar:

BIG BIG thanks to you :)) silahkan beri komentar dan berkunjung kembali kawan. *hamidahsemi*