13 Agt 2013

Malang memang bukan kampung halaman


Sebagai orang malang asli, yg 19 tahun menghirup udara malang, 19 tahun hidup diatas tanah malang, dan 19 tahun mengenyam pendidikan "hanya" di malang, rasanya kalimat "malang memang bukan kampung halaman" sangatlah tidak sesuai.
Rasanya terlalu kejam tak mengakui tanah dimana pertama kali kuteriakkan tangis, dan pertama kali kupandang bumi.
Tak mengakui kampung halaman sendiri? Hey, tentu tidak, aku bukan malin kundang lah..
Aku hanya sedang terkagum saja dengan suasana kota malang yang nampak lebih sepi dari hari biasanya, mungkin karena lebaran? Ya, benar, semua sedang mudik kan? Jadi.. bukankah bisa disimpulkan bahwa penduduk kota malang ini bukanlah penduduk asli sini, bukanlah darah biru arema istilahnya yang mengaliri nadi mereka.
Ah, tentu saja, dan itu ternyata menimbulkan sedikit permasalahan untukku.
Siang ini, aku sibuk wira-wiri untuk mengurus KRS (Kartu Rencana Studi) ku untuk semester 3 ini, dan... sejak berangkat dari rumah hingga pulang, lebih dari 2 kali aku harus tertipu.
Biasanya setiap berangkat ke kampus, aku memilih untuk melewati jalan pintas yaitu perumahan-perumahan baru didaerah tidar dan sigura-gura yang menjamur luar biasa.
Tapi.... aku tertipu, karena portal perumahan ditutup, walhasil aku harus balik arah!!!!
Ah, itu bikin capek, tapi yasudahlah.. bersyukur KRS sudah selesai, ahhhhhhh bersyukurlah untuk setiap hal kecil yang ada di hidupmu ;)

1 komentar:

  1. seperti Bdg, kl lg musim liburan selalu dipenuhi dg org2 dr luar Malang :D

    BalasHapus

BIG BIG thanks to you :)) silahkan beri komentar dan berkunjung kembali kawan. *hamidahsemi*