26 Jun 2013

boneka lagi boneka lagi #CintaDalam Kardus

"Tulisan ini untuk ikut kompetisi @_PlotPoint: buku Catatan si Anak Magang Film "Cinta Dalam Kardus" yang ditangkan di bioskop mulai 13 Juni 2013."



"Ya...sudahlah... ku menangis seadanya"
aku kutip sebuah lirik lagu yang miris banget ciptaan Bang Iwan Fals ini, buat ngebuka sebuah cerita tentang ehm... MAN-TAN.
euy... sumpah ini mantan gue, sumpah gue udah putus, dan sumpah gue jomblooo!
tapi ada sebuah cerita yang bikin aku gak bisa lupa sama doi, yang kini statusnya udah bukan in-relationship lagi tapi complicated, salah satu alasannya karena sebuah benda bernama "boneka winnie the pooh" yang terus bergentayangan dikamar ku. inilah sebuah boneka yang dengan unyu menggendong gentong coklat berisi madu yang meluber ke sekeliling mulut gentong.
mungkin, bagi sebagian orang ketika seorang cowok ngasih ceweknya hadiah berupa boneka itu adalah hal yang klasik banget, and of course its so mainstream.
tapi ini beda dari yang lain, yang bikin beda adalah kronologi kejadian penyerahan benda ini yang bikin geli tiap kali aku keinget.
aku inget banget, doi ngasih boneka warna kuning ini pas aku ulang thaun, dan itu masih hangat-hangatnya hubungan kite, masa-masa awal pacaran dah pokoknya.
Tapi namanya juga Warga Negara Indonesia ya, seolah gak sah sesuatu hal kalo gak ngaret dan telat, nah klop nih ama doi yang ngasih kado ini sebulan setelah aku ulang tahun, can you imagine that? Hmmm... gak pengen ngehela napas panjang rame-rame apa?

Tapi ada yang lebih awkward lagi, dalam keadaan yang notabene kita baru berstatus pacaran, of course  aku kayak melambung ke angkasa gitu pas doi ngasih kado boneka itu.
aku pun langsung lari tunggang langgang ke nyokap dan berniat memamerkan kado ulangtahun yang istilah nya udah out of the date itu hehe
jeng jeng...dan kami berdua mendapati ada sepasang mata datar dan muka polos yang berada dalam kantong plastik berukuran jumbo tersebut, aku dan nyokap sontak ber"wah" bersama begitu melihat itu adalah boneka ukuran XXXL. Tapi, begitu aku tarik sepenuhnya boneka itu hingga keluar dari dalam kantong plastik, ada sebuah kertas kecil berwarna putih terselip disana. and you know? that's a BILL! total Rp 132.500,00
"Sepertinya dia lupa.. sepertinya dia lupa.. sepertinya dia lupa" kalimat itu terus aku ucapkan berulang kali, demi menciptakan pikiran positif ditengah ledak tawa nyokap, aku cuman bisa meringis-meringis aja sambil sok bersikap everything okay dan gak sedang terjadi hal apapun termasuk hal memalukan seperti ini. huuaaa malu sih, tapi gimana lagi dong, udah niatnya mau pamerin ke nyokap eh jatohnya malah seolah dia minta aku mengganti nya oh tidakkkk

Bagaimanapun memalukan dan lucunya kisah itu, justru itulah yang menjadikan aku susah banget me-recycle atau bahkan membuang benda itu seperti layaknya di tipi-tipi atau apalah itu yang dengan teganya membakar barang kenangan dari mantan. boneka itu sampai saat ini justru masih duduk manis di kamarku dan ikut bobo cantik setiap hari denganku, bagaimanapun itu adalah kenangan indah. walaupun aku ama doi udah putus, tapi bukan berarti semua ini musti di hapus kan?
sayangkan, cerita cinta itu udah ditulis susah-susah, udah ngabisin banyak tinta, tapi iyakah harus ngabisin tipe-x juga buat ngehapusnya? kenapa gak beli buku baru aja dengan lembaran kosong yang masih banyak, yang lama disimpan di laci, yang baru ditulisin lagi! :)


17 Jun 2013

setengah lingkaran

Bicara tentang ketidak utuhan, bicara penghianatan, dan ketidak setiaan
Mungkin semerbakmu hanya akan sampai dihidung langit
Tak sampai menyentuh hidung tanah
Gambaran miris setengah lingkaran dimalam ba'da isya
Kugulung sajadah dan berhambur melewatkan dzikir
Tak mau kehilangan momen menyedihkan di setengah lingkaran
Bergeming sejenak, kau disana seolah memaki ku
Membiarkan aku melihat betapa tak nyaman hidup hanya setengah
Tak penuh!
Gelas tak penuh akan membuatmu kembali haus
Perut tak penuh akan membuatmu kembali lapar
Hati tak penuh? Bukankah itu akan membuatmu kembali merindu
Di bawah setengah lingkaran aku merintik lebih deras dari guyur air
Menyesal aku tak pernah sepenuhnya dalam segala
Dalam menghargai
Dalam mensyukuri
Dalam mengasihi
Dan dalam setengah lingkaran itu sendiri