22 Jan 2013

Leher langit.


Jika kau pernah dengar kaki langit, maka kau juga harus dengar leher langit
Kaki langit ada di ujung lautan
Ada di ujung padang rumput nan lengang
Namun, dimana kau bisa temukan leher langit?
Apakah benar langit adalah tubuh, yang punya kaki-lutut-perut-leher-dan kepala?

Langkahkan kakimu sedikit kuat, berat menaiki beberapa anak tangga
Ketika sampai di lantai tiga, duduklah di depan jendela
Pandanglah apa yang didepanmu
Warna blur antara biru muda dan putihnya, itulah leher langit
Rupanya langit sedang menelan kacang
Terlihat lehernya bergerak-gerak cukup membuatku takjub dan tergoda

Leher langit, mustahil tapi ini nyata.
Sayang jika kau tak disini ikut melihatnya.

(lantai 3 rumah sakit wava husada-22 januari 2013-menunggu ibuku yang sedang dalam masa penyembuhannya-get well soon mom)

17 Jan 2013

coret moret diHP ku


·         Don’t look the book just from the cover, but look the book from paper by paper.

·         Setelah waktu berlalu, dimasa depan, jika kita merasa hal yang dulu sangat kita inginkan, pada akhirnya bukanlah apa-apa.

·         What’s happen with five (5) ? ada 5cm, 5menit *lagu dangdut*, maroon 5, 5 minutes *band*, 5 langkah dari rumah, fivefy.

·         Terkadang kita harus turun dulu untuk berpijak dan bisa melompat lebih tinggi.

·         Bahwa cinta terkadang begitu biadab. Dia tak punya aturan dan menyesatkan. Meminta kita masuk, tapi dia tak punya pintu keluar.

·         Ketika kamu tidak bisa mendapatkan apa yang kamu inginkan, yang sangat kamu inginkan, adalah seperti kehilangan nyawa. Seperti kamu berjalan tanpa kaki, seperti melihat tanpa mata, menulis tanpa tangan, menyanyi tanpa suara, mendengar tanpa telinga, mencium tanpa hidung, makan tanpa mulut, berfikir tanpa otak, jatuh cinta tanpa hati. Kehilangan semua yang berusaha kau renggut itu seolah kau tak perlu lagi hidup. Kau bosan dan jengah, tak ada lagi yang ingin kau usahakan dan kejar. Kau hanya ingin memejamkan mata sambil terus memutar music sekencang terompet israfil, memekakkan gendangmu, sembari berharap ada seseorang yang membangunkan mu dan mengatakan padamu bahwa kau sekarang sudah di surga. Itu adalah akhir yang indah yang selalu diidamkan dalam episode sedih kehidupan.

·         Lihatlah masa sekarang seperti kamu melihat dirimu dulu saat mencoba menyelesaikan masalah tentang teman masa kecil yang marah karena kamu tidak bermain dengannya.

·         Terlalu banyak yang kamu pikirkan tentang cara bagaimana mengejar mimpimu dengan instan hanya akan membuatmu kehilangan momen-momen berharga untuk belajar dan mendapatkan ilmu. Pelan-pelan, alon-alon asal kelakon.

·         Jika kamu tidak bisa menjadi dirimu sendiri dalam suatu kelompok, maka keluarlah dari sana, cari tempat dimana kamu adalah kamu yang apa adanya

·         Aku percaya dalam hidup manusia jatuh cinta hanya sekali saja. Cintaku sudah tunai untukmu.

·         Raja islam mughal di india bernama Muhammad jalaluddin akbar menikah dengan seorang putri kerajaan hindu bernama Jodha. Mereka berkata, “Inilah cinta kami, tak untuk ditiru”.

·         Sekarang aku tau kenapa MC selalu diam ketika acara sedang jeda atau berakhir. Karena tidak ada yang bisa dibicarakan dengan orang asing yang sibuk dengan konsumsi dan jalannya acara

·         When the wicked rise to power, the wise run for cover.

·         Waktu akan terus melesat. Dengan cepat. Mari merapat. Tata niat dan perkuat!

·         Keberuntungan bukan karena tanpa sengaja, tapi lebih karena efek dari proses yang baik. Dan proses yang baik berasal dari berbagai aspek, banyak orang yang hanya allohumma tapi tidak ada usaha.

·         Jangan pernah membanting pintu karena siapa tahu kita akan kembali masuk.


10 hal tentang diriku: ditambah 3 keingan dari jiwa lain yg ingin engkau jd lebih baiiikkk honeyyyy

1.       Mahasiswi S1 Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya-Malang *yang kadang malas kuliah karena semangatnya kerja*
2.       Gadis 18 tahun, yang bakal 19 tahun di April 2013.
3.       Pecinta TRAVELING -__-“
4.       Pecinta dunia sastra. Baik tulis menulis, teater/lainnya.
5.       Bercita-cita jadi penyiar radio *hobi. jadi MC kondang, jadi guru dari sekolah alam dan seni, penulis. (terkadang aku masih sulit membedakan mana yang hobi, cita-cita, atau Cuma TREN -___-)
6.       Gadis yang masih mencoba merdeka *belum bisa tapi aku yakin segera*
7.       Pemalas yang rajin. Seperti ada dua kepribadian dalam “aku”.
8.       Manusia tidak sabaran (aku sendiri sadar itu bisa jadi hal positif bahkan negative)
9.       Mencintai keluarga, orangtua! Itulah alasan utama kenapa weekend aku harus selalu stay tune dirumah dan tidak bisa diganggu hal lain.
10.   Paling malas diajak hal bernama “RAPAT” tapi paling semangat daftar kepanitiaan dan berkontribusi saat acara berlangsung.
11.   Jadi gadis yang manis dan apa adanya…..tak perduli pada tren ..tren…because tren sesungguhnya adalah diri kita yang seutuhnya

12.   Semuakenginan akan aku raih tapi aku menyadari bahwa sesungguhnya yg lebih tau aku dialah kekasih sejati……….

13.   Aku bukan lah fatimatuzzahro putri dari pemimpin dunia islam  tapi apa salah nya aku hadir lewat nama hamidatul laili yg esensialnya adalah fatimatuzzahro di tahun 2000 ke depan……..

By u love lyyy



**yang berwarna orange itu bukan aku yang menulis, tiba-tiba tambahan tiga poin itu ada didalam dokumen ini. haha dan sebenarnya aku tahu siapa yang menulis: Mbak Hamimah, a girl that always notice me, give me suggestion. when I don't tell something to anyone, i will tell to her. although its a big secret

4 Jan 2013

NOL kepedulian sosial

Siapa bilang orang merokok itu solidaritas nya tinggi? dengan alasan karena mereka akan saling membagi rokok dengan cuma-cuma pada sesama perokok? dengan dalih saling meminjami korek adalah cermin dari solidaritas tinggi? ARGUMEN JONGKOK! mereka solid dengan sesama perokok tapi merugikan yang non-perokok. bandel banget ya emang, tema ini udah jadul lho sebenarnya, tapi serasa masih hot topic.dan kali ini aku punya sebuah cerita tentang perokok, yang membuktikan bahwa mereka bukanlah manusia dengan solidaritas tinggi.

sore itu disebuah angkutan umum Kota Malang, yang kecil, sesak, dan pengap, bertepatan saat itu hujan turun cukup deras. Jendela kaca angkutan ini pun sengaja ditutup agar air hujan tidak masuk. kali ini aku duduk di bangku belakang tepatnya paling pojok didekat jendela.
Rasa gerah didalam angkutan ini benar-benar terasa, walau diluar sana hujan namun karena sesaknya angkutan ini dan keadaan jendela yang ditutup rapat, aku benar-benar merasa pengap kekurangan oksigen. bayangkan mobil angkutan sekecil ini ditumpangi oleh banyak orang namun tanpa ada pertukaran udara yang baik. walhasil, kita seolah berebut oksigen disini.
dan masuklah seorang pria dengan temannya yang terlihat cukup basah karena hujan, sembari mengibas-kibaskan bajunya yang basah dia mulai duduk di bangku depanku. rupanya dia membawa rokok sejak dari luar sana, dan entah kenapa dia tak jua mematikan rokok berasap itu ketika masuk kedalam angkutan ini.
aku yang cukup terganggu dengan asap rokok inipun mulai berinisiatif untuk membuat batuk bohongan yang sengaja kujadikan berlebihan, kuharap agar Bapak si perokok ini akan merasa tersindir dengan batukku dan mematikan rokoknya.
akupun membuat batuk yang pertama, namun bapak ini masih tak tersindir. dia tetap saja mengihisap batang rokoknya.
batuk yang kedua ku keluarkan, sampai batuk kelima kuranglebih, bapak ini masih tetep stay cool dengan rokoknya, kali ini dia malah terlihat asyik, terlihat dari posisi duduknya yang nyaman dan tak terlihat ada beban sedikitpun.
akupun mulai jengkel, disini itu banyak sekali orang, angkutan ini sudah cukup pengap sebelum datangnya bapak ini bersama rokok sialannya itu. dan lebih parahnya disini ada anak bayi yang masih dalam gendongan, dia terus menangis mungkin karena memiliki keluhan yang sama dengan semua penumpang yang ada disini yaitu "gerah".
suasana kacau! aku penat! pengap! dan bapak ini gak sadar sadar, emosiku memuncak.
"Pak permisi, bisa tolong dimatikan rokoknya." aku langsung nerocos karena hati ini sudah dongkol dan tak kuasa menahan, kalau masih dipaksakan untuk nahan bisa meledak.
"Lho, kenapa mbak?" dengan enteng tak merasa bersalah dia malah bertanya.
sebenarnya aku ingin membantu nya membuka mata, mungkin dia kesulitan melihat keadaan dan orang disekelilingnya yang tersiksa dengan kelakukan rokok nya itu!
"Pak, mohon maaf ya, ini sudah pengap, kita semua sesak pak, itu juga kasian ada anak bayi. Saya coba tahan e kok ya nggak kuat akhirnya" sedikit jutek kali ini kalimatku, namun kuusahan agar tetap sopan walau aku harus bicara dengan orang yang menurutku "TIDAK SOPAN".
"Iya pak saya juga nahan dari tadi, sesek" seorang ibu disampingku berargumen juga.
"iya nih" mbak mbak yang ada di samping bapak itu, juga bicara.
dengan muka jengkel bersungut, bapak ini pun akhirnya menekan ujung rokoknya yang menyala, ke lantai angkutan umum, kemudian binasalah si laknat rokok itu.
aku tersenyum simpul, kemudian bersorak dalam hati "yes, menang", cukup puas melihatnya menggerutu tak terima, yang akhirnya mematikan juga rokok itu.


benar-benar suatu pelajaran besar untuk kita semua. cobalah jangan terfokus pada dirimu melulu, hidup ini tak berkutat pada kamu dan apa keinginanmu. sesekali cobalah tengok sekelilingmu, dan katakan "aku peduli dengan lingkunganku". maka lingkunganmu akan ikut peduli pula padamu, kemudian membantumu mencapai apa yang menjadi keinginanmu. dua keuntungan sekaligus akan didapat jika menjadi seorang yang peduli akan lingkungan, yang pertama tentu saja dapat membantu sesama, dan yang kedua sebagai bonus dari sikap baik kita adalah mendapatkan apa yang kita inginkan.
sip! mulai sekarang, matikanlah rokok anda, kebaikan untuk anda dan lingkungan anda!:D
merokoklah di dalam kamar mandi, hirup sendiri asapnya, dan mati sendirian disana, kalo mau mati hangus jangan ajak-ajak ya plis.

Terimakasih :)

terimakasih Tuhan
terkadang aku lupa mengucapkan nya
aku sibuk mengiyakan gemerlap
ketika membuka mata di pagi buta aku bergegas menggapai rupiah yang tergantung dilangit-langit kehidupan, semua memperebutkannya seperti kambing kelaparan rumput.
sepanjang hari aku hanya sibuk memaki ketidak sempurnaan
sepanjang hari aku hanya sibuk membanggakan kelebihan yang pas-pasan
sepanjang hari aku hanya sempat menghadap kiblat lima kali, itupun terkadang tak sepenuh hati, biasanya hanya bermotif "menggugurkan kewajiban muslim sejati"
bahkan ketika aku sampai kembali di ranjang dan hendak melelapkan mata, aku masih sibuk menangisi kegagalan, ketidak tercapaian, atau kesalahan-kesalahan yang kuperbuat sepanjang hari ini,
aku benar-benar terhipnotis oleh bisik setan yang mengatakan semuanya "penuh kekurangan, tak ada kecukupan".
aku lupa mengatakan kata dasar yang sudah kukenal sejak Tk,
sebuah kata sederhana yaitu "terimakasih". aku benar melupakannya.
terimakasih untuk kebahagiaan hari ini, Tuhan
terimakasih untuk mengingatkan ku mengucapkan terimakasih, Tuhan. terimakasih, Tuhan. aku beruntung sekali :)