23 Des 2013

Hati yang merajuk


Percuma memaksa hati yang berhenti beroperasi,
Bukan karena teramat tua,
Ini bukan soal kurun waktu yang lama.
Ini mengenai kehampaan hasrat. Kekosongan harap.
Percuma mendorong hati yang tak hendak mendekat
Ia hanya ingin memeluk lutut disudut ruang kemudian menikmati kesendirian.
Ini bukan soal lupa darat, karena ia pun lahir dari dua hati yang saling mendekat.
Suatu saat,
Kelak, dimana matahari telah merekah dikedua matanya yang kini menikmati malam
Akan tiba saatnya ia harus terjun bebas, ia harus meraih dekap demi dekapan tangan
Mendengar nama demi nama
Menatap mata demi mata
Dan mengenal satu sama lainnya
Jadi jangan pernah paksa hati yang merajuk
Jangan goda hati yang enggan mendengar siul rayu mu
Itu hanya menganggu. Mengusikku. /hamidah 23 desember 2013

13 Des 2013

mereka dan satu hal lagi

mereka biarkan aku sembunyi dibalik rongga-rongga mimpi yang lelah ku rajut.
mereka biarkan aku mengais sisa nafas di paru-paru ku yang minimalis
mereka biarkan aku. Benar benar membiarkan ku berjalan sendiri memecahkan segala teka teki.
mengeluh tentu bukan lah solusi, terkadang makin menambah beban dipundakku yang tak pernah nampak, namun sungguh sangat berat.
mereka biarkan ku berlari, terjatuh, tersungkur, sampai bangkit lagi dengan segala daya upaya, pun hingga meremas tanah debu sekalipun.
satu hal yang tak pernah mereka biarkan, adalah ketika melihatku kembali.
mereka bisa memukul ku sampai berlumur darah, jika aku pulang dan mengaku lelah.
mereka bisa memaki ku sambil meludah-ludah, jika aku berhenti melangkah.
mereka ada dibelakangku, bukan di depan.
mereka menyemangatiku dan hanya bisa melihat punggung tanpa pernah melihat muka.
satu hal yang tak pernah mereka biarkan, adalah ketika melihatku kembali, dan menyerah.

1 Nov 2013

Hikayat penyair melarat

Ada penyair yang kaya raya
Ada penyair yang hidup melarat tapi bahagia dengan karyanya
Ia setiap hari menghela dan menghembus nafas kaya, walau tidurnya tak berbantal dan berguling
Baginya cukup tikar untuk alas, kertas dan tinta untuk menulis
Bahkan jika tak ada kertas dan tinta karena semuanya entah kenapa tiba tiba menjadi sangat mahal, ia akan menulis puisi diatas awan dengan limbah yang hitam pekat kemudian menghiasinya dengan remah debu yang menjadi semacam glitter bertaburan
Ia akan bahagia dengan dunianya
Ia akan mengubah sampah menjadi emas, hanya dengan imajinasinya
Ia akan menyulap kardus menjadi beton bercat putih mengkilat bak rumah raja, hanya dengan satu jentikan jari magic dalam otaknya.
Penyair melarat yang akan menjadi kaya raya,
Sesungguhnya kekayaan ada didalam sana, dalam sekali hingga nyaris hanya dirimu yg mampu melihatnya.

Penagih Hutang Pagi ini

Jangan takut nak, jangan takut....
Masih ada kabut, masih ada rembulan yang memutih, dan fajar masih sebercak.
Jangan takut,hari masih gelap
Petani pun belum pula menyiapkan cangkul untuk ke sawah
Anggaplah ini masih malam, jangan takut pagi menjelang
Bermimpilah lebih lama, Tuhan takkan biarkanmu bangun karena rengek ayam
Jangan takut pagi takkan datang
Jangan takut penangih hutang itu tiba
Pagi takkan ada
Esok takkan terjadi
Jangan takut nak, hidup kita akan selamanya malam, takkan ada subuh, takkan ada siang

Berbeda

3 dalam 1 kolong.
Aku selalu berdoa dulu sebelum membukanya.
Berharap sihir dongeng akan berlaku disini
Berharap 3 bungkus menjadi 3 kardus.
Aku memang selalu tamak, bukankah nyaris semua manusia begitu?
Ke3 nya dalam 1 kolong
Mereka bilang itu berbeda, walau sebenarnya sama.
Mereka bilang itu beragam, walau dimataku itu homogen.
Keriting tetap keriting, hanya bisa menjadi lunak jika dilebur panas puluhan derajat.
Mereka sama saja, tak ada beda. Itulah mengapa mereka tinggal ditempat yang sama, karena sungguh tak ada beda antara ketiganya.
Bahkan kurasa, akan sama sama mematikannya jika aku memakan mereka lima tahun berturut turut tanpa jeda.
Ah... hanya kemasan yang memaksa mereka menjadi beda.
Ah... mereka berbeda karena terpaksa, siapa tahu mereka tetangga, bahkan siapa tahu mereka lahir dari rahim yang sama.
Kita terlalu mudah tertipu, kita bahkan mudah melabeli sesuatu dengan satu tatapan saja. Sesungguhnya perbedaan bukan ditemukan dari kemasan, perbedaan ada disana, jauh didalam sana, didalam tutur katamu, didalam lembut sentuhmu, atau didalam gemertak gigimu yang meredam marah.
Kita berada didalam kolong yang sama, kolong langit namanya, tak kemana mana, disini takdir kita, nampak berbeda satu dengan yang lainnya, kita nampak tinggi rendah sedang kecil besar hitam merah hijau jingga, tapi masihkah kau percaya bahwa kemasan menentukan segala?
Sama halnya, dengan ketiga benda dalam kolong, mereka berbeda, tapi sama, dan mungkin benar benar beda. Telitilah.

22 Okt 2013

kucari namamu di sela-sela milyar kosa kata
kucoba temukan nama mu di ribuan lembar yang entah berapa jumlahnya
kucari dan kucoba,
hanya ingin sekali saja, kulihat nyata dirimu yang terkini
namun Tuhan rupanya berkata, ini tidak, ini belum waktunya
percobaan ku gagal,
tapi tak kupadamkan api harapku
masih  besar doa yang bertiup bagai seruling senja anak penggembala
masih banyak doa bergumul
masih panjang harap berjajar
jika bukan hari ini, besok kucoba lagi
siapa tahu Tuhan kasihan melihatku
siapa tahu Tuhan-pun iba akan rayuku
siapa tahu, Tuhan sudah berkata "inilah waktunya". 

19 Okt 2013

(lanjutan)RANGKUMAN BUKU PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI Prof. Deddy Mulyana, M.A., Ph.D



BAB V. PERSEPSI: INTI KOMUNIKASI
-          Persepsi adalah proses menafsirkan rangsangan dari lingkungan kita, dan proses tersebut mempengaruhi perilaku kita.
-          Persepsi adalah INTI KOMUNIKASI à interpretasi adalah INTI PERSEPSI.
-          Persepsi terdiri dari 3 aktivitas
1.       Seleksi
2.       Organisasi
3.       Interpretasi
-          Persepsi:
1.       Lingkungan fisik
a.       Lambang fisik
b.      Sifat luar ditanggapi
c.       Tidak bereaksi
2.       Lingkungan sosial (manusia)
a.       Lambang verbal dan non verbal
b.      Sifat luar dan dalam ditanggapi
c.       Bereaksi

A.      PERSEPSI TERHADAP LINGKUNGAN FISIK
Latar belakang pengalaman, budaya, dan suasana psikologis yang berbeda membuat kita berbeda dalam suatu objek (lingkungan fisik)
B.      PERSEPSI SOSIAL
1.       Persepsi didasarkan pengalaman
2.       Persepsi selektif
3.       Persepsi dugaan
4.       Persepsi evaluatif
5.       Persepsi kontekstual
C.      PERSEPSI DAN BUDAYA
1.       Kepercayaan, nilai, sikap
2.       Pandangan dunia
3.       Organisasi sosial
4.       Tabiat manusia
5.       Orientasi kegiatan
6.       Persepsi tentang diri dan orang lain
D.      KEKELIRUAN DAN KEGAGALAN PERSEPSI
1.       Kesalahan atribusi (memahami penyebab perilaku orang lain)
2.       Efek halo (kesan awal yang menjadikan kita menebak-nebak sifat orang lain)
3.       Stereotipe (menilai orang lain berdasarkan kelompoknya, bukan individunya)
4.       Prasangka (penilaian berdasarkan pengalaman)
5.       Gegar budaya (ketidakmampuan menyesuaikan diri dengan budaya baru)



BAB VI. KOMUNIKASI VERBAL
-          Bahasa verbal adalah sarana utama untuk menyatakan pikiran, perasaan dan maksud kita. Bahasa verbal menggunakan kata-kata.
A.      ASAL USUL BAHASA
Bahasa adalah ekstensi perilaku sosial. Ketika belum mampu berbahasa verbal mereka berkomunikasi lewat gambar. 500 tahun lalu, manusia melakukan transisi komunikasi dengan memasuki era tulisan, dan bahasa lisan mulai banyak berkembang.
B.      FUNGSI BAHASA DALAM KEHIDUPAN MANUSIA
-          Untuk merancang solusi untuk memecahkan masalah hidup
-          Paling mendasar berfungsi utnuk menamai atau memberi julukan pada orang, objek, peristiwa.
-          Tiga fungsi bahasa (menurut Lary Barker):
1.       Penamaan: usaha untuk mengidentifikasi
2.       Interaksi: berbagi gagasan, emosi
3.       Trnasimisi Informasi: bertukar informasi
-          Tiga fungsi bahasa (menurut Book):
1.       Mengenal dunia disekitar kita
2.       Sarana untuk menghubungkan antar manusia
3.       Untuk hidup lebih teratur, saling memahami, percaya, satu tujuan.
C.      KETERBATASAN BAHASA
1.       Keterbatasan jumlah kata yang tersedia untuk mewakili objek.
Kata-kata pada dasarnya bersifat parsial (tidak melukiskan sesuatu secara eksak). Contoh: mata kita bisa membedakan tujuh juta warna, tapi untuk menyediakan nama satu persatu untuk semuanya itu, tentu sulit karena berarti kita harus menyediakan tujuh juta nama.
2.       Kata-kata bersifat ambigu (tidak jelas) dan kontekstual (tergantung konteks). Karena kita berasal dari latar belakang sosial budaya yang berbeda-beda, ruang dan waktu dapat mengubah makna kata.
3.       Kata-kata mengandung bias budaya.
Bahasa adalah PERLUASAN BUDAYA. Setiap bahasa menunjukkan suatu dunia simbolik yang khas, yang melukiskan realitas pemikiran, pengalaman batin, dan kebutuhan pemakainya.
4.       Percampur adukan fakta, penafsiran (dugaan), dan penilaian (kekeliruan persepsi).
Bedakan FAKTA dengan DUGAAN agar PENILAIAN MENJADI BENAR. Kita sering mengganggap suatu peristiwa yang sebenarnya dugaan, kita anggap sebuah fakta.
D.      KERUMITAN MAKNA KATA (contoh: anak yang kencing disebut menyanyi)
Kitalah yang memberi makna pada kata. Makna dibagi menjadi dua:
1.       Makna denotatif: makna yang sebenarnya (murni)
2.       Makna konotatif: makna bercampur aduk dengan berbagai sebab dan alasan
Makna muncul dari berbagai hubungan khusus antara kata dengan manusia. Kita dapat menciptakan kata apa saja dengan arti apa saja, sejauh berdasarkan KESEPAKATAN.
-          Macam-macam rival bahasa:
1.       Bahasa daerah VS bahasa daerah
Karena lagi-lagi sosial budaya (sosbud) yang berbeda, kata yang sama pun bisa dimaknai berbeda. Contoh: “atos” dalam bahasa sunda bermakna “sudah”, sedangkan dalam bahasa jawa bermakna “keras”.
2.       Bahasa daerah VS Bahasa Indonesia
Contoh: “sok” dalam bahasa indonesia artinya “sombong”, sedangkan dalam bahasa sunda berarti “silahkan”. Setaip orang mempunyai gagasan pribadi mengenai suatu konsep. Kondisi emosional dan motivasional individu juga mempengaruhi makna yang ia berikan pada konsep tersebut.
3.       Bahasa Indonesia VS Bahasa Malaysia
Suatu negara menganggap bahasanya yang paling baik. Contoh: kereta di Malaysia artinya mobil di Indonesia.
4.       Bahasa daerah/ Bahasa Indonesia VS Bahasa asing lainnya
Contoh : Cincin dalam bahasa jepang artinya –alat kelamin- laki-laki.
E.       NAMA SEBAGAI SIMBOL
Fungsi pertama dari bahasa adalah penamaan. Nama dapat mempengaruhi hidup anda. Nama bersifat simbolik, nama memberikan suatu makna dan dapat mempersepsi cara perlakuan orang lain.
Contoh: anjing, babi à sama-sama nama hewan, tapi kedua hewan tersebut memiliki konotasi buruk (biasanya digunakan untuk mengumpat).
Nama juga bisa menyusahkan si empunya, contohnya ada orang yang bernama khadijah, maka ia secara tidak langsung harusnya bersikap baik dan santun seperti khadijah istri Nabi Muhammad dalam agama Islam.
F.       BAHASA GAUL
-          Latar belakang yang berbeda menjadikan cara berbicara juga berbeda.
-          Bahasa subkultural = Bahasa gaul = bahasa yang punya arti khusus dalam golongan tertentu.
-          Fungsi dari bahasa gaul:
1.       Sarana pertahanan diri: agar tidak bisa dipahami kelompok lain, terlebih kelompok lawan.
2.       Argot berfungsi sebagai sarana kebencian kelompok, terhadap kelompok lain.
3.       Argot sebagai sarana memelihara identitas dan solidaritas kelompok: membedakan mereka dengan kelompok lain.
-          Macam-macam bahasa gaul:
1.       Bahasa kaum selebritis
2.       Bahasa gay dan waria, bahasa selebritis mirip bahasa gay.
3.       Bahasa waria
G.     BAHASA WANITA VS BAHASA PRIA
Wanita dan pria memiliki bahasa yang belainan, ciri bahasa wanita adalah:
1.       Bahasa wanita tidak setegas bahasa pria, mereka biasa menggunakan kalimat yang mengandung ekor tanya, seperti “isn’t it?’’ “Right?”.
2.       Kurang percaya.
Wanita menggunakan kata penguat, seperti “so”, “very”.
3.       Frase melemahkan, contoh “maybe, perhaps”.
4.       Hiperkorek (resmi)
5.       Lebih sering menggunakan kutipan langsung.
6.       Intonasi pertanyaan.
7.       Kurang rasa humor.
8.       Enggan menyumpah dan memaki.
-          Wanita: pembicaran hubungan (berpusat pada perasaan, memilihari hubungan dengan orang lain)
-          Pria: pembicaraan laporan (berpusat pada Informasi faktual)
H.      RAGAM BAHASA INGGRIS
-          Orang inggris: bicara berbunga-bunga, banyak eufimisme.
-          Amerika: bicara langsung dan lugas.
-          Inggris filipina: khas karena dipengaruhi bahasa spanyol.
-          Inggris australia.
-          Inggris singapura.
I.        PENGALIHAN BAHASA
Kita perlu menguasai bahasa mitra komunikasi kita (minimal menguasai bahasa dunia, yaitu inggris)
1.       Kelemahan dalam penguasaan tata bahasa, struktur, kosakata: menghasilkan terjemahan yang membingungkan. Contoh: dragonfly bukan bermakna naga terbang tapi capung.
2.       Sejumlah kata serapan dari kata inggris mengalami perluasan. Contoh: keluarga – famili (padahal dalam bahasa inggris: family)
3.       Tetap dibiarkan dalam bahasa aslinya, karena sulit mencari padanannya. Contoh: printer, mouse, file.
4.       Frase atau kalimat bahasa indonesia tidak bisa diterjemahkan begitu saja secara kata per kata. Contoh: saya ingin buang air kecil, jika di terjemahkan ke dalam bahasa inggris tentu saja tidak menjadi begini, “I want to discard small water”.
J.        KOMUNIKASI KONTEKS TINGGI VS KOMUNIKASI KONTEKS RENDAH
-          Konteks rendah: pesan verbal dan eksplisit, gaya bicara langsung, lugas, terus terang.
Contoh: komunikasi pada program komputer.
-          Konteks tinggi: bersifat implisit, tidak langsung, tidak terus terang. Pernyataan verbal bisa berbeda dengan pernyataan non verbalnya.
Contoh: suku sunda-jawa yang berbicara berputar-putar tidak langsung pada inti masalah.
-          Orang indonesia cenderung berbicara tidak langsung atau menggunakan komunikasi konteks tinggi demi untuk menjaga harmoni.

18 Sep 2013

KALIMANTAN LAGI... PLISSS
perjalanan ke juanda, landing di syamsudin noor, ke batu licin, batu apuh, martapura, banjarbaru, semuanyaaaaaaa
ah... melihat kakekku terasing disana, jauh dari hingar bingar dan gegap gempita kota.
seolah menjadi sufi mengasing jauh dekat pantai.
ah.... jadi terbayang, jika kelak tua, alangkah menyenangkan nya aku tinggal jauh dari manusia-manusia tipu, berdzikir, mengajar mengaji, dan menuju khusnul khotimah yang didambakan semua umat muslim di alam semesta.

11 Sep 2013

Bolehkah aku mengeluh? Bolehkan aku mengeluh. Sungguh sudah kutahan tapi tak bisa. Nyatanya aku manusia biasa, manusia minim kesabaran, yang harus bertenaga ekstra tiap harinya. Nyatanya perasaanku terbatas, aku lelah ditengah kesenangan yang penuh tantangan.
Ah bullshit, berpura pura senangkah diriku?
Ah entah... somebody please help me... tugasku uakueh dan aku harus ngalor ngidul wawancara manusia manusia yang kadang welcome kadang gak.
Yaudah.. semua akan indah pada waktunya, dan emang harus tahan napas  nerjang arus, ketemu hiu, dan rintangan rintangan lain dulu untuk mendapatkan mutiara di dasar laut;)) keep fight

7 Sep 2013

Hari ini aku awali dengan badan panas dingin tak karuan. Sebenarnya ini terjadi sudah sejak tadi malam, badan meriang, mata panas, dan lemas.
Ini semua karena 3 hari terakhir aku wira-wiri tak karuan dan ditambah makan tak teratur.
Ahhhh padahal senin sudah mulai aktif kuliah, dan jumat minggu depan aku keluar kota, luar pulau lebih tepatnya. Bismillah semoga lancar segala urusan, bismillah. Saat saat seperti ini, menjadikanku bersyukur kala sedang sehat bugar. Betapa nikmatnya orang sehat

30 Agt 2013

rumah kardus

Mereka takkan bisa melihat kami disini
Tapi kami bisa dengan jelas melihat mereka, dan tempat tinggalnya yang memenuhi angkasa langit ibu kota.
Mereka mungkin hanya melihat kami sebuah jajaran rumah kardus, tak ada beda.
Tapi kami dengan mata telanjang mampu melihat mereka dan gemerlap lampu yang entah mengapa begitu terangnya.
Sesungguhnya ada berapa milyar orang disana, sehingga lampulampu begitu riuh bercahaya.
Sedang kami bertujuh sekeluarga hanya butuh 2 lampu 5 watt untuk hidup di malam gelap gulita.
Ah aku lagi lagi harus mendongak ke angkasa untuk lebih jelas mengamati lekuk demi lekuk yang maha sempurna dari sang empunya negara
Ya, aku bukan pemilik negara
Beberapa tetanggaku bahkan bilang kita disini hanya menumpang
Menumpang tanah negara yang sewaktu-waktu waktu itu tiba, maka tak perlu alat berat untuk meratakan rumah kami
Kan ini tak berat, hanya susunan kardus yang kami sebut rumah
Rumah kardus

29 Agt 2013

#quotesoftheday

Dan jika kau biarkan dirimu mengalir seperti air, maka kau tak ada beda dengan sampah.
Terjang! Bongkar! Jadilah air yang besar! Air yang kuat.

Inilah dunia simbol. Ketika kau seolah disembah sujudi karena mahkota yang menghias batok kepalamu, bukan apa yang ada didalam situ.

BERSYUKURLAH UNTUK SETIAP HAL KECIL DALAM HIDUP KITA :)

Seharusnya yang perlu kita tau bukanlah kehidupan selebritis, tapi kehidupan wakil rakyat. Siapa mereka, bagaimana latar belakang keluarganya, bagaimana gaya hidupnya, kemana saja mereka pergi dan berkunjung, dan apa saja yang mereka lakukan untuk rakyat. Itu bisa menjadi media monitoring, sekaligus mengenal lebih dekat siapa orang yang kita sebut "wakil rakyat" itu/hamidah 29 agustus 2013/ pemilihan gubernur jatim.

belajar menghargai

Semua yang lama pernah menjadi baru.
Semua yang hina pada awalnya pernah dipuja.
Semua yang usang dulu pernah merasa mengkilat.
Semua yang lama pasti terlahir dari kebaruan.
Tak ada yang tiba tiba buruk.
Tak ada yang mendadak lawas. 
Cintailah sebagaimana ia menjadi baru,
Pujilah sebagaimana ia tak patut dicaci.
Jangan lupakan manis, walau kini telah menjadi sepah.
Setidaknya sepah tak berubah menjadi pahit.
Belajarlah menghargai.
Hamidah 29 agustus 2013/di tempat penambal ban memungut "bagiannya" dari Tuhan

28 Agt 2013

ORANG JAHAT pun bisa "bersyukur"

"Seru sekali stalking orang yang kita benci, seolah baca novel.
Apalagi jika dia sedang mengeluh, hahahah.... rasanya kebahagian bertumpuk2 di aku sehingga ia tak dapat bagian,
Menyimak percakapn demi percakapannya dengan orang lain.
Mendengar kekasihnya sedang tak ada kabar.
Setiap jam, menit, detik sepertinya manusia manusia yang serupa denganku ini pasti akan berharap dia terus mengungkapkan keluhan keluhan dan kabar buruk tentang kehidupannya, sehingga aku bisa menjadi satu satunya orang yang tertawa bahagia dan bersyukur bisa melihat dia menderita."


Bahkan orang jahat pun bisa bersyukur, apakah kamu yang merasa jauh lebih baik darinya masih tidak mau bersyukur? Berhentilah mengeluh dan mulailah menciptakan kalimat2 bahagia yang akan dengan segera mengundang kebaikan2 lainnya.


Tulisan diatas adalah gambaran suara hati seseorang kepada rivalnya. Mau, rival mu berkata seperti itu? Jika iya, silahkan saja lanjutkan omelan dan keluhanmu, mungkin Tuhan pun takkan pernah menengok twitter atau facebook, jadi.., selamat mengeluh tanpa ada jalan keluar!
Karena kabar burukmu, kemungkinan besar akan menjadi kabar baik bagi orang yang lain./hamidah 31 juli 2013. Saat jam 1 malam mataku masih berpendar dan mengamati timeline penuh keluhan.

13 Agt 2013

Malang memang bukan kampung halaman


Sebagai orang malang asli, yg 19 tahun menghirup udara malang, 19 tahun hidup diatas tanah malang, dan 19 tahun mengenyam pendidikan "hanya" di malang, rasanya kalimat "malang memang bukan kampung halaman" sangatlah tidak sesuai.
Rasanya terlalu kejam tak mengakui tanah dimana pertama kali kuteriakkan tangis, dan pertama kali kupandang bumi.
Tak mengakui kampung halaman sendiri? Hey, tentu tidak, aku bukan malin kundang lah..
Aku hanya sedang terkagum saja dengan suasana kota malang yang nampak lebih sepi dari hari biasanya, mungkin karena lebaran? Ya, benar, semua sedang mudik kan? Jadi.. bukankah bisa disimpulkan bahwa penduduk kota malang ini bukanlah penduduk asli sini, bukanlah darah biru arema istilahnya yang mengaliri nadi mereka.
Ah, tentu saja, dan itu ternyata menimbulkan sedikit permasalahan untukku.
Siang ini, aku sibuk wira-wiri untuk mengurus KRS (Kartu Rencana Studi) ku untuk semester 3 ini, dan... sejak berangkat dari rumah hingga pulang, lebih dari 2 kali aku harus tertipu.
Biasanya setiap berangkat ke kampus, aku memilih untuk melewati jalan pintas yaitu perumahan-perumahan baru didaerah tidar dan sigura-gura yang menjamur luar biasa.
Tapi.... aku tertipu, karena portal perumahan ditutup, walhasil aku harus balik arah!!!!
Ah, itu bikin capek, tapi yasudahlah.. bersyukur KRS sudah selesai, ahhhhhhh bersyukurlah untuk setiap hal kecil yang ada di hidupmu ;)

8 Agt 2013

Menuju 1 Syawal 1434 H

dan aku sibuk melarikan pandanganku dari satu cahaya ke cahaya lainnya.
cahaya itu berpendar dengan meriah warna warninya
senada dengan lantunan takbir yang dengan jelas mampu ditangkap dua daun telingaku, di flat lantai tiga.
malam takbiran, memang selalu menjadi momentum menyenangkan sekaligus juga mengharukan.
mengharukan sekali harus melepas jabatan tangan ini dengan sang Ramadhan Mubarak.
beruntung sekali aku menjadi muslim
muslim yang memiliki bulan istimewa di sela hiruk pikuk dunia
Bulan Ramadhan, aroma khas mu akan senantiasa kurindu.
menyenangkan :')

Di ambang Pintu Perjuangan.


Entah kala itu tanggal berapa pertama kali kuinjakkan kaki ditanah basah desa kucur. Desa asri nan sejuk yang jauh dari hiruk pikuk kota. Basi mungkin menggambarkan setting desa subur seperti ini, namun takkan basi jika kau berkunjung sendiri. Sungguh, teramat benar, jika ada yang bilang “Indonesia adalah potongan surga yang jatuh ke Bumi” dan bahkan dengan melihat nuansa alami ini seolah-olah saja dulu surga pernah bocor dan menumpahkan  keindahan nya di tanah desa kucur.

Mobil biru itu berhenti dihalaman mungil masjid yang belum jadi. Aku mengernyitkan kening dan menyipitkan mata menyaksikan sekeliling. Terlalu sederhana. Bukan aku butuh mewah, tapi ini terlalu sederhana jika dibandingkan mushola-mushola mungil yang bertebaran di kota yang selama ini aku dan teman-teman tinggali. Kontras sekali. Bahkan mushola desa ini belum pula jadi. Temboknya masih berwarna abu-abu semen, hingga nyaris lumutan, entah.. mungkin karena terlalu lama tak segera disentuh cat.
Namun seketika lamunanku buyar, saat guru ku meminta aku dan beberapa orang teman yang ikut tinjau lokasi, untuk bergegas menjajari langkah beliau memasuki masjid. Disana sudah ada beberapa pria dewasa yang disebut ustad dan beberapa wanita dewasa pula yang disebut ustadzah. Kami berjalan perlahan-lahan, sedikit kikuk, kami dihujani tatapan oleh ustadz, ustdzah dan santri-santri kecil berwarna-warni bagai pelangi.
Berbagai corak, bajunya maksudku. Tapi kala itu aku merasa mereka semua kembar, muka mereka semua nyaris sama tak ada beda. Aku masih ingat betul itu, mereka melongo melihat muka-muka kami, dengan polos minim ekspresi, dan jika aku boleh menerka, maka kalimat inilah yang mungkin sedang berkeliling tawaf di benak mereka, “Siapa gerangan muda mudi datang dari dalam mobil biru itu? Asing sekali mereka, dengan tatapan nya yang mencoba bersahabat. Hendakkah mereka ikut mengaji bersama kami? Ah… mana mungkin, mereka sudah terlalu besar. Atau… mungkin benar, siapa tahu mereka belum bisa mengaji?” 

Dan jika itu pertanyaanya, maka kami akan menjawab, “Mungkin kami sudah bisa mengaji, namun kami belum bisa membaca. Kami sungguh belum bisa membaca hati-hati suci kalian, adik-adik. Kami belum bisa membaca tatapan kalian, kami sungguh buta akan bahasa tubuh kalian. Dan kini kami sedang mencoba, kami memulai nya dari sini, perjalanan dakwah dan perjuangan untuk mencerdaskan.”
Selamat datang di desa Kucur, untuk memulai langkah tegap perjuangan. Perjuangan ini bukan tentang seberapa pintar kalian, bukan seberapa hebat jurusan di perkuliahan, bukan seberapa banyak prestasi yang diraih, tapi setangguh apa kalian mampu menghadapi kemalasan, ketidakpedulian, dan seleksi alam.  
Innalallaha ma’ana.


-Hamidah Izzatu Laily for @CMCmalang

5 Agt 2013

Diskusi dengan Tuhan

Setiap jengkal kehidupan,
Kita duduk satu meja berhadapan.
Tak saling pandang namun sungguh erat merasakan
Tuhan dan kita teramat dekat
Bahkan Tuhan lebih dekat dari urat nadimu sendiri.
Namun, Tuhan terkadang tak sependapat dengan kita
Argumen mu ditolak mentah-mentah.
Sampai sujud berurai air mata, ternyata lain keputusannya.
Mau membantah sang empunya perusahaan? Mana mungkin.
Kau bisa dapat SP, wahai bawahan.
Lanjutkan dulu diskusi mu di sepertiga malam,
kau mohon ini, Ia kabulkan itu
Kau minta begini, Ia takdirkan begitu.
Terkadang hendak mengeluh, namun kau coba tahan.
Terkadang mau marah, tapi….
Sungguh percayalah, pendapat Tuhan mutlak benar!


“Bersabarlah wahai hati, jangan menggebu-gebu dengan apa yang kau harapkan. Berusaha, berdoa, dan tawakkal. Jangan lupakan step terakhir, tawakkal! Tawakkaltu alallah! Percayalah, Allah punya rencana besar, yang lebih baik dari apa yang kau bayangkan” Hamidah/mengawali agustus 2013.

29 Jul 2013

Ketika orang ketiga bicara

"Ya okelah oke oke....
Belum waktunya aku dapat! Oke...
Setiap orang punya masa lalu, mungkin itu juga masa depanmu.
Sudahlah, behenti berharap. Stalking gak jelas sedangkan dia aja Big No sama kamu.
Ah kamu gak berubah, selalu pungguk merindukan rembulan. Ah, sama sekali gak berubah."

Aku meringkuk di balik bantal piglet ku, adegan ftv ini selalu menjadi pilihanku ketika mulai galau. Ini karena seharian aku menjelajah dunia maya, sosial media, dan media media bajingan lainnya,
Ah! Aku menggurutu lagi, entah menggerutui siapa, menggerutui waktu, Tuhan, kesempatn yang tak jua berpihak padaku, atau padaku sendiri yang nampaknya lebih pantas digerutui.

Oh tidak, menyukai kakak tingkat dan dia memiliki special relation dengan teman seangkatanmu. Mereka tidak pacaran! Hei, justru karena mereka tidak pacaran itulah yang membuatku terusik dan hatiku terus meronta menjajar harapan demi harapan, khayalan demi khayalan, mimpi demi mimpi, dan BUK... aku harus jatuh lagi. Menyedihkan,
Kenapa mereka berdua tak pacaran sekalian? Mengapa harus Hts-an, itu hanya membuka celah setan setan sepertiku untuk menganggu hubungan kalian.
Aku tak tahan menjadi orang ketiga, sekalipun sesungguhnya tak pernah ada yang menobatkan aku sebagai pihak ketiga, bahkan aku sendiri yang menyebutku begitu. Terlalu menyedihkan bukan, ketika kau mencinta tapi tak ada yang tahu, ketika kau merindu tapi tak terbalas, hendak siapakah yang membalas, sedang surat saja tak kunjung kau kirim,

"Wahai pecundang ketiga, berhentilah menggumam dari balik bilik tua itu. Kalau ingin dapat, keluarlah. Kalau tidak, yasudah tidurlah... bukankah nampaknya mimpimu jauh lebih mempesona penuh gelora kasih dibanding kenyataan yang miskin belai cinta.
Bercumbulah dengan bayang, kau tak dosa, kau pun tak mengusik siapa.
Bercumbulah dengan bayang, mudamu tak harus dinikmati dengan menjadi yang ketiga,
Kau layak menjadi yang pertama, mengapa hrus mendaftar untuk menjadi peserta kedua ketiga dan seterusnya. Hentikan langkahmu," Bisik wanita ketiga.

Ketika orang ketiga bicara, itu hanya akan menjadi percakapan dengan diri sendiri. Segala protes dan problema yang menyeruak dalam dada, hanya deritanya. Ketika orang ketiga bicara, dia akan bicara ditengah percakapan orang pertama dan orang kedua, dan itu akan sangat menyakitkan jika keduanya saling sibuk sendiri dan tak ada yang mendengar suara orang ketiga.


Jungkat Jungkit

Jungkat jungkit
Amalan naik, neraka turun
Dosa naik, surga turun
Malas turun, malaikat naik
Sholat turun, setan naik

Jungkat jungkit
Apapun yang kau tekan, ada sisi lain yang naik
Apapun yang kau lakukan, ada sisi lain yang berbanding terbalik.
Akan menjauh api neraka, tatkala amal kebaikan berlimpah.
Akan menjauh harum surga, tatkala dosa menumpuk.

Jungkat jungkit
Mainan sederhana bocah TK yang mengajarkan berjuta pelajaran kehidupan beragama.
Jungkat jungkit
Terserah kau menekan yang mana, karena pasti ada yang naik disisi sebrang sana.
Hamidah/22 Juli 2013

19 Jul 2013

#pengangguran

Pengangguran.
Hei! Semua orang akan bergidik, berucap istighfar berkali kali, memalingkan muka, bahkan mengutuk kata itu.
Siapa yang mau jadi pengangguran, preman aja gak mau kan nganggur, noh buktinya dia nyopet, ngusilin orang, dan intinya nggak nganggur lah. Eits, tapi siang ini sepulang dari belanja buat buka puasa di pasar, aku justru ketawa ketiwi gak jelas gara-gara ibuku menyanyikan lagu campur sari yang cukup sering kita dengar, judulnya leyeh-leyeh penak tenan (pengangguran)
Apalagi buat yang asli orang jawa, pasti akrab dengan lagu ini, hahah menjadi orang jawa memang menyenangkaaaan sekali, akan banyak sekali lelucon2 polos yang itu hahhaha sulit di deskripsikan, ngawur aneh dan tapi menyenangkan sekali. Tak perlu sok jaga image deh.
Dilirik lagu itu, ada kata2
Kadung dhapuk pengangguran, thengak thenguk neng emperan 
Moto ngantuk ra karuan, weteng kluruk keroncongan.
Inti nya dari lirik itu adalah : terlanjur pengangguran, nah kalo dhapuk itu aku gatau artinya apaan. Thengak thenguk itu celingukan, jadi seorang yang pengangguran itu cuman bisanya celingukan aja di depan teras rumah. Matanya ngantuk, perutnya bunyi (kluruk itu adalah bahasa jawa dari berkokok, suara ayam itulo) keroncongan. Nah karena nganggur, gak kerja, otomatis gak ada duit tuh.., walhasil perutnya laperrr hihi kesian bangetttt

Di bagian akhir lagu nih ada lirik yang begini
Pengangguram...pengangguran... ngebak-ngebaki dalanan
Its mean, kalo pengangguran itu menuh-menuhi jalanan, menuh-menuhi dunia, dan menuh-menuhi kehidupan juga.

Itu dia lagu campur sari tentang pengangguran, eits tapi lagu ini bukan bermaksud mengajak orang agar bahagia menganggur atau memuji para pengangguran karena bisa menikmati "leyeh-leyeh nya yang penak tenan" itu ya, justru lagu ini adalah sebuah sindiran halus bagi para pengangguran. Yah... emang sih rizeki udah bagian dari takdir dan nasib, tapi bukan berarti tidak bisa dirubah dong. Dengan usaha dan doa segalanya pasti bisa. Semangat! Jadi ngeri ih, jaman sekarang menyedihkan banget......

Oh iya, aku juga mau cerita nih, pas aku liat acara di metro tv "Young On Top", ada seorang wirausahawan muda yang sukses bilang kayak gini guys
Salah kalo selama ini banyak dari kita berpikiran bahwa mencari kerja itu susah. Yang menjadikan susah adalah, semua orang ingin mendapakan pekerjaan mudah dengan pendidikan rendah yang menghasilkan gaji tak murah (gaji tinggi bo maksudnya)
Tapi iya gak sih? Kalo dipikir2 emang iya kan ya, nyari kerja itu mudah, asal punya skill, pendidikan cukup, dan mau digaji rendah, pasti dapet kerja deh, tapi balik lagi... emang siapa yang mau hayo? Pada gamau kan,
Ah pada ribet sih, usaha deh sambil doa yang penting, dan.. jangan lupa refreshing campursari, hihi

12 Jul 2013

Dewasakah?
Dewasalah.
Dewasakan,
Terbuka satu persatu satin penutup perjalanan
Ada yang terbuka karena tersibak angin
Ada yang terbuka dibantu orang
Ada yang terbuka begitu sulit. Sambil dibubuhi makian. Ditambahi cemoohan. Dan segala pahit getir legit kehidupan.
Dewasakah aku?
Dewasakah kita?
Pertanyaan ini kutunggu jawabnya sejak 9 juli 2013 lalu.
Kau duduk tenang dibalik pintu.
Aku berdiri gemetar di depan rumah.
Bergeming sambil menangis melantunkan doa ba'da maghrib

26 Jun 2013

boneka lagi boneka lagi #CintaDalam Kardus

"Tulisan ini untuk ikut kompetisi @_PlotPoint: buku Catatan si Anak Magang Film "Cinta Dalam Kardus" yang ditangkan di bioskop mulai 13 Juni 2013."



"Ya...sudahlah... ku menangis seadanya"
aku kutip sebuah lirik lagu yang miris banget ciptaan Bang Iwan Fals ini, buat ngebuka sebuah cerita tentang ehm... MAN-TAN.
euy... sumpah ini mantan gue, sumpah gue udah putus, dan sumpah gue jomblooo!
tapi ada sebuah cerita yang bikin aku gak bisa lupa sama doi, yang kini statusnya udah bukan in-relationship lagi tapi complicated, salah satu alasannya karena sebuah benda bernama "boneka winnie the pooh" yang terus bergentayangan dikamar ku. inilah sebuah boneka yang dengan unyu menggendong gentong coklat berisi madu yang meluber ke sekeliling mulut gentong.
mungkin, bagi sebagian orang ketika seorang cowok ngasih ceweknya hadiah berupa boneka itu adalah hal yang klasik banget, and of course its so mainstream.
tapi ini beda dari yang lain, yang bikin beda adalah kronologi kejadian penyerahan benda ini yang bikin geli tiap kali aku keinget.
aku inget banget, doi ngasih boneka warna kuning ini pas aku ulang thaun, dan itu masih hangat-hangatnya hubungan kite, masa-masa awal pacaran dah pokoknya.
Tapi namanya juga Warga Negara Indonesia ya, seolah gak sah sesuatu hal kalo gak ngaret dan telat, nah klop nih ama doi yang ngasih kado ini sebulan setelah aku ulang tahun, can you imagine that? Hmmm... gak pengen ngehela napas panjang rame-rame apa?

Tapi ada yang lebih awkward lagi, dalam keadaan yang notabene kita baru berstatus pacaran, of course  aku kayak melambung ke angkasa gitu pas doi ngasih kado boneka itu.
aku pun langsung lari tunggang langgang ke nyokap dan berniat memamerkan kado ulangtahun yang istilah nya udah out of the date itu hehe
jeng jeng...dan kami berdua mendapati ada sepasang mata datar dan muka polos yang berada dalam kantong plastik berukuran jumbo tersebut, aku dan nyokap sontak ber"wah" bersama begitu melihat itu adalah boneka ukuran XXXL. Tapi, begitu aku tarik sepenuhnya boneka itu hingga keluar dari dalam kantong plastik, ada sebuah kertas kecil berwarna putih terselip disana. and you know? that's a BILL! total Rp 132.500,00
"Sepertinya dia lupa.. sepertinya dia lupa.. sepertinya dia lupa" kalimat itu terus aku ucapkan berulang kali, demi menciptakan pikiran positif ditengah ledak tawa nyokap, aku cuman bisa meringis-meringis aja sambil sok bersikap everything okay dan gak sedang terjadi hal apapun termasuk hal memalukan seperti ini. huuaaa malu sih, tapi gimana lagi dong, udah niatnya mau pamerin ke nyokap eh jatohnya malah seolah dia minta aku mengganti nya oh tidakkkk

Bagaimanapun memalukan dan lucunya kisah itu, justru itulah yang menjadikan aku susah banget me-recycle atau bahkan membuang benda itu seperti layaknya di tipi-tipi atau apalah itu yang dengan teganya membakar barang kenangan dari mantan. boneka itu sampai saat ini justru masih duduk manis di kamarku dan ikut bobo cantik setiap hari denganku, bagaimanapun itu adalah kenangan indah. walaupun aku ama doi udah putus, tapi bukan berarti semua ini musti di hapus kan?
sayangkan, cerita cinta itu udah ditulis susah-susah, udah ngabisin banyak tinta, tapi iyakah harus ngabisin tipe-x juga buat ngehapusnya? kenapa gak beli buku baru aja dengan lembaran kosong yang masih banyak, yang lama disimpan di laci, yang baru ditulisin lagi! :)


17 Jun 2013

setengah lingkaran

Bicara tentang ketidak utuhan, bicara penghianatan, dan ketidak setiaan
Mungkin semerbakmu hanya akan sampai dihidung langit
Tak sampai menyentuh hidung tanah
Gambaran miris setengah lingkaran dimalam ba'da isya
Kugulung sajadah dan berhambur melewatkan dzikir
Tak mau kehilangan momen menyedihkan di setengah lingkaran
Bergeming sejenak, kau disana seolah memaki ku
Membiarkan aku melihat betapa tak nyaman hidup hanya setengah
Tak penuh!
Gelas tak penuh akan membuatmu kembali haus
Perut tak penuh akan membuatmu kembali lapar
Hati tak penuh? Bukankah itu akan membuatmu kembali merindu
Di bawah setengah lingkaran aku merintik lebih deras dari guyur air
Menyesal aku tak pernah sepenuhnya dalam segala
Dalam menghargai
Dalam mensyukuri
Dalam mengasihi
Dan dalam setengah lingkaran itu sendiri

20 Mei 2013

barangkali sudah terlalu lama aku tidak menuliskan apa-apa disecarik lembar kosong digital ini.

"aku merindu mu, sayangku" perlahan ia menghampiri kekasihnya sambil merentangkan tangan hendak memeluk.
"apa kau terlalu sibuk?"
"mungkin. bisa jadi"
"apakah hidupmu menyenangkan?"
"tidak semenyenangkan duduk bersamamu malam ini dan kemudian menumpah ruahkan ketidak menyenang-an hidupku."
"kau tak bahagia, sayang?"
"ya. aku merasa sedang hampa."
"kosong? seniman tak pernah melompong"
"ya. dan aku seniman yang salah berlabuh. mungkinkah begitu?"
"entah" ia menggelengkan kepala perlahan.
"kau juga hampa kah?"
"nyaris sama sepertimu"
"kenapa?"
"aku berpikir terlalu keras, sehingga aku lupa meletakkan kelunakan. otakku membeku. aku lelah.... aku berulang kali menemui titik jenuh, tapi kupikir itulah puncak, yang kemudian akan segera kutemui jalan turun dari gunung itu, namun... aku salah.. yang kudaki bukanlah gunung berpuncak satu, tapi lembah berpuluh liku."
"bersandarlah dibahuku"
"bahumu bukanlah penyelesaian segala perkara, sayang"
"peganglah tanganku, pejamkan matamu, dan kau akan tenang"
"semu... ketenangan dalam gelap pejam mataku hanya kebohongan. aku tetap tak tenang."
"kenapa yang kau rasakan sama denganku"
"karena aku adalah kamu"
"dan kamu adalah aku."
"berhenti"
"berjalan"
"kita"
"adalah"
"seniman"
"tak disini tempat kita melukis"
"bukan disini letak para pujangga berpuisi. hati kita terlalu suci mendengar gunjingan dan perebutan kekuasaan."
"bukan"
"memang bukan disini letakmu,"
"tapi"
"kita terlanjur.."
"baiklah selesaikan, lantas angkat kakimu, bersihkan jejakmu. carilah kebebasan dimana tak ada bisikan ghibah. kita adalah seniman dalam kalbu kita masing-masing sayangku. jangan lagi kita buat kebahagiaan semu"/mengertilah ini percakapan absurd dalam otak kiri dan kananku. mereka bercengkrama sepanjang malam dengan seperangkat benda mati berpendar cerah. menyedihkan, namun malam kelabu akan segera berlalu./ hamidah 20 mei 2013