29 Des 2012

Ibu-ibu pabrik didalam angkot #CTAR

Pulang ke rumah dan naik alphard pribadi angkot adalah hal yang menyenangkan sekali. Mungkin sebagian orang merasa jijik naik angkot, berdesak-desakan dengan penumpang lain yang terkadang menganggu zona pribadi kita, malas naik angkot karena harus menunggu dengan sabar penumpang lainnya yang akan naik maupun turun, malas harus berbagi waktu dan tempat dengan orang lain yang sama sekali tidak kita kenal. MASA BODO, begitulah bahasanya.
Nah, awalnya aku juga seperti itu kok guys. Merasa tidak suka dengan orang asing yang mengganggu, mungkin –maaf- jorok, dan sebagainya yang aneh-aneh. Tapi lama kelamaan aku mulai terbiasa dan menikmati (mungkin awalnya karena faktor TERPAKSA juga sih hehe, manusiawi lah).
Ternyata ANGKUTAN KOTA, ANGKUTAN UMUM bukanlah seburuk yang dulu aku pikirkan atau mungkin sebagian besar orang pikirkan. Dengan naik angkutan UMUM yang artinya harus dengan orang UMUM dalam jumlah MASSAL, maka kita akan terjun langsung kelapangan atau bahasa jokowinya adalah “TURBAH” alias turun kebawah (apaan sih haha).
Begitulah, dengan naik angkot aku jadi dapat melihat kejadian disekelilingku, lebih open minded, bisa mengamati orang lain dan kegiatannya, yang kemudian memunculkan pemikiran-pemikiran baru, kesimpulan-kesimpulan yang aku diskusikan sendiri dengan hati dan otakku, dan memunculkan ide-ide baru untuk menulis di blog sebatangmimpi ini tentu nya. Yey! Intinya banyaklah yang aku petik (ceila petik, berasa pohon mangga bu’) dari kegiatan naik angkot ku selama ini. Makanya, cukup banyakkan postinganku yang selalu menceritakan kejadian dalam angkot.
Salah satunya adalah kejadian sore ini, kejadian IBU-IBU PABRIK DI DALAM ANGKOT. Sejak naik angkutan mulai kacuk bersama adikku, keadaan dalam angkot masih sunyi, sepi, aman dan terkendali. Nyaris tidak ada percakapan antara siapapun manusia didalam angkutan ini, bahkan aku dan adikku tak saling bicara. Kami sama-sama lelah memang, setelah naik angkutan cukup lama juga dari daerah tidar –rumah kakakku-.
Tiba-tiba naiklah wanita-wanita berjumlah kuranglebih 5 orang, mereka mengenakan pakaian yang sama yaitu berwarna kuning tua dan memakai bawahan gelap. Sejak kenaikan (ups kenaikan, naiknya maksutku) mereka, suasana dalam angkot mendadak berubah drastis. Kesunyian menjadi kegaduhan yang membahana badai. Percakapan yang rupanya sudah mereka start sejak sebelum naik angkot-pun terus berlanjut.
Aku dan adikku, memang tidak dengan sengaja ingin menyimak atau “menguping” pembicaraan mereka. Tapi namanya juga se-angkot, bagaimanapun akhirnya kami sedikit banyak ikut menyimak hehe.
Beberapa kali kaki kiri adikku menyenggol-nyenggol kaki ku, member kode maksudnya. Dan adikku terlihat beberapa kali juga menutup mulutnya dengan tangan, mencoba menyembunyikan senyum gelinya. Bagaimana tidak, ibu-ibu ini benar-benar tidak bisa diam. Sejak kusimak tadi, mereka terus membicarakan hal-hal yang bisa dibicarakan. Mulai dari temannya yang ini, belanjaan yang barusan mereka beli untuk anak pertama kedua ketiga dan seterusnya, ayam tetangga, payung penjual buah dipinggir jalan yang kami lewati, sampai apapun itu mereka bicarakan dan mereka komentari. Dan dahsyatnya, satu sama lain dari mereka terus bersahutan menimpali tiap topic pembicaraan yang gonta-ganti tersebut.
Hahahahhaha, kalau ingat kejadian tadi aku jadi geli sendiri. Ternyata, seperti itulah aku dan teman-teman wanita ku biasanya di kampus dan sekolah dulu ya. Rame, ricuh, dann…. Benar-benar wanita adalah makhluk ter-kreatif yang takkan kehabisan kosakata dan bahasan.
Aku tidak heran dengan kemeriahan mereka bercerita ria, aku hanya geli melihat mereka karena aku teringat akan diriku sendiri dan teman-temanku biasanya. Tapi lain halnya untuk adikku, karena dia laki-laki, nampak betul dia heran dan kaget dengan surga kecil yang diciptakan ibu-ibu itu disini, adikku berkali-kali senyum geli melihat mereka kenapa bisa membuat angkutan umum sekecil ini bak ruang rapat besar milik mereka pribadi. Keren! Satu kata buat ibu-ibu pabrik di angkot tadi dan tentunya buat seluruh wanita di muka bumi ini yang begitu kaya raya, kaya kosakata dan kaya tema, kalian semua “KEREEEEEEEEEN!” pertahankan kegilaan ini hahahhaha. /hamidah 28des2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BIG BIG thanks to you :)) silahkan beri komentar dan berkunjung kembali kawan. *hamidahsemi*