14 Okt 2012

puisi kah ini? terserahmu menyebutnya apa

aku entah kenapa menjadi lain
aku serba merah dan inginnya marah
aku terus melulu membahas aku dan lingkunganku
yang kurasa sedang kenapa-napa
aku merasa lain, terasing, dan "blur", mengabur, tak menjadi aku
sebatang mimpi jawablah aku,
aku berjalanan
berkeliling
bertawaf
sai
dan selanjutnya aku sadar, aku tak sedang ditanah suci
alih alih ka'bah, otakku saja kosong melompong!
aku benci berfikir
"mati muda lebih baik" begitu kata soe hok gie
tapi bagaimana caraku segera mati?
iyakah aku harus menuju semeru dan menghirup gas racun yg serupa dengan gie?
sama saja itu bunuh diri.
keliling aku kembali.
aku mengelilingi otakku yg hampa tanpa isi, bahkan udara nyaris najis memasuki.
aku kehilangan positif, semua menjadi negatif
Tuhan, bawa aku ke nirwana
jika tak sudi Kau melakukannya
lebih baik hidup tak kenal siapa-siapa.
aku mendidih, bergidik melihat kenyataan yang menjelma palsu
senyum rintih
senyum palsu.
hahahahaha tawa mu palsu,
ternyata kamu topeng, asalkan bukan topeng monyet saja.
aku kembali keliling, mengelilingi fana dan mencari kepastian
kenapa mencari kepastian dalam ke-fana-an? takkan kau temukan.
aku mencoba menengok pintu lain.
aku kekeringan disini,
kucoba mengetuk pintu demi pintu yang sedia menyuapkan setetes air untukku
tapi, nihil.
aku masih menggigil didalam kutub yang pura pura kuciptakan ditengah padang pasir
Tuhan tuntunlah aku pada pintu yang tepat.
pertemukan aku dengan kebajikan, bukan ke-bajingan
14 oktober 2012/hamidah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BIG BIG thanks to you :)) silahkan beri komentar dan berkunjung kembali kawan. *hamidahsemi*