19 Okt 2012

18 oktober 2012 (aku bangga menjadi orang JAWA)


Semua hari dibulan oktober itu memang terasa berbeda. Begitu pula dengan hari ini, aku ngerasa ada something special atau apalah itu entah yang aku gak tahu! Yang jelas, semua hari dibulan oktober selalu mengingatkan aku akan satu tahun lalu. Oke stop from now not start from now, I don’t want to step back again cause the time is over, life must go on.
Jadi gini ceritanya, kenapa aku menuliskan tanggal ini sebagai judul postinganku? Karena emang ada yang special dan yang perlu diceritakan juga harus di share kan #janganpernahdiabaikan.  Sore ini setelah rintik hujan yang tak cukup deras mengguyur Kota Malang, aku keluar dari Gedung Kuliah Bersama (GBK) setelah sebelumnya mendapatkan mata kuliah Pengantar Umum Psikologi.
Nah, aku ada janjian nih sama temen-temen satu kelompok ospekku, kelompok 84, di Widyaloka, yang letaknya berada persis didepan Gedung Kuliah Bersama. Kita janjian buat ngerjain tugas ospek PKM (semacam tugas penelitian gitulah, yang ntar bakal diajuin dan kalo diterima bakal dibiayain tuh sebesar 12,5 juta).  Begitu kukirimkan pesan yang mengabarkan bahwa kuliahku udah kelar dan aku bertanya  dimana posisi mereka, aku pun bertemu Yuri –cowok rada gendut yang dia rajiiiiin banget sama hal-hal yang berhubungan dengan PK2MU (Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Universitas) atau yang mungkin lebih kita kenal sama OSPEK kali ya. Yuri ini jurusan Psikologi. Lantas, aku segera diseret paksa olehnya untuk ikut kerja kelompok, padahal niatanku cuman pengen ngasih data yang udah aku kerjain dan segera cabut pulang.
Alhasil, akupun harus ikut kelompokan, tapi jeng jeng.. disana hanya ada sesosok Sufyan –ketua kelompok 84- dan tidak ada pasukan 84 yang lain. Si sufyan ini ketua kelompok yang amanah dan tanggung jawab banget, dia memang TOP BGT! Rela berkorban buat anggota deh. Bayangkan dia bahkan gak marah sama sekali ketika pasukan 84 gak ada yang kumpul sore ini, dengan berbagai macam alasan, ada yang bilang kuliah (mungkin ini bukan alasan tp kenyataan), ada yang bilang sakit, dan bahkan parahnya ada yang gak bales sms seruan kumpul dr Sufyan, padahal ini demi kelulusan mereka sendiri. Walaupun kita dibagi dalam kelompok-kelompok, kelulusan PK2MU tetap ditanggung per individu bukan per kelompok. Come back again, aku kenalin dulu siapa si Sufyan lebih dalam #ceilaa, dia ini anak jurusan Ilmu Komunikasi satu jurusan sama aku tapi beda kelas. Dia kelas C aku kelas D. dia udah punya pacar lho, katanya si Yuri ceweknya Sufyan dihandphone dikasi nama kontak “QUEEN” wahahahaha aku ngakak sampe gulung-gulung, jadi keinget sebuah lagu berlirik “queen of my heart”. Ternyata sufyan yang keliatannya adem ayem dan stay cool pendiem gitu juga punya cewek men, sayang banget pula rupanya. Prok prok prok, tepok tangan deh Yan:P
Selan….jutnya. kita ngemeng-ngemeng, ngerumpi sana sini, yang ujungnya malah gak ngebahas PKM. Kita malah ngerumpiin siapa aja yang roman-romannya bakal gak lulus PK2MU and its mean dia harus ngulang tahun depan dan sumpah itu penderitaaaaaaaan ohhhh!!!!!
Habis cincongcing lamaa, barulah datang lagi satu orang dari pasukan 84, dengan kostum kotak kotak kuning nya dia berjalan dengan santai sambil cengar-cengir (ngrasa kali ya kalo telat -___-). Inilah dia si Aris, lelaki asal Blitar jurusan Sosiologi, daaaaaaaan sumpah dia kocak bangeeeeet.
Dengan hanya bertiga aja kita udah ngomong ngalor ngidul nggak karuan, eh ditambah satu lagi BOSS OF THE CRAZY MAN, si Aris, wah komplit dah rasanya, kayak jamu plus plus plusssss tinggal tambah permen gula diakhir, biar jadi penawar, ah apaan siiih.
Kita akhirnya makin ngrumpi gila, bahkan kita memang sengaja tetep stay diWidyaloka hanya untuk menunggu adzan maghrib! Nah loh, kurang keren apa kita kita ini jadi remaja? Masa kini men, remaja nunggu adzan, subhanallah banget kan. Tapi dibalik itu, sesungguhnya ada alasan tersendiri juga.. ya, kita mau solat bareng-bareng di masjid rektorat! kita pengen nyobain masjidnya rektorat yang ada di lantai 5, yang katanya bagus gitu, karpetnya empuk, adem ada AC, gak kayak masjid-masjid kecil yang ada di fakultas-fakultas, yang sempit, musti gantian sampe antri-antri, air buat wudlunya habis, mukenyanya lusuuuuh, dan lain sebagainya. Intinya cuman pengen ngeliat gimana masjid di REKTORAT! Hahahhahahahahhahaha kampungan banget nggak sih! Iya kuakui kita berempat emang kampungan, tapi itulah yang aku suka! Kampungan yang apa adanya, dan meriah, dan rame, dan gak dibuat-buat, dan penuh soul, dannnnn….. ini semua karena kita adalah orang JAWA!
Yes, akhirnya kusadari bahwa aku terlalu bangga menjadi wong jowo, dengan lambang bejo-nya yang nggak nguwati! Jadi aremania aku bangga, itu sudah dari dulu.  Jadi orang jawa, aku lebih bangga lagi. Hal inilah yang baru aku sadari sekarang, ketika aku baru menginjakkan kaki ku di tanah kampus kira-kira dua bulan-an ini. Ketika aku memasuki gerbang dunia yang baru, dengan suasana baru, dengan atmosfer baru, dengan pergaulan baru, juga dengan orang-orang yang baru, yang tentunya makin beragam, tentunya makin heterogen, dan pastinya berasal dari seluruh pelosok Indonesia dengan macam-macam latar belakang budaya juga suku.
Sungguh Tuhan telah berbaik hati meniupkan Ruhku di kandungan Ibu seorang Jawa dan Bapak seorang Jawa pula, yang akhirnya menjadikan aku ikut berdarah Jawa. Aku bangga menjadi orang Jawa, banyak sekali yang membuat aku bangga dengan suku ku ini, suku Jawa. Bukan berarti disini aku hendak mendiskriminasi suku-suka lain, namun pasti semua ada kekurangan dan kelebihannya. Kelebihan suku Jawa inilah yang membuat aku bangga! Orang jawa itu, baik, care, mudah bergaul, murah senyum, merasa semua adalah sama saja, tidak berusaha membeda-bedakan strata status atau lainnya, sopan, memegang teguh adat ketimuran, walau terkadang berlebihan dalam bermain perasaan namun aku suka, dengan sikapnya yang sangat perasa itu membuat orang jawa itu peka, memiliki jiwa kepekaan yang tinggi, dan tidak ingin melukai perasaan orang lain karena dia tahu hal yang seperti ini ataupun yang seperti itu akan sangat menyakitkan!
Mungkin ketika kalian membaca ini, sebagian dari kalian akan berkata “enggak… orang jawa nggak kayak gitu menurutku!”. Its okey, tapi kembali lagi, pendapat orang lain memang berbeda-beda, dan semua nya memiliki kelebihan berikut kelemahannya. Memang tidak semua orang jawa seperti itu, yang lainnya mungkin berlabel jawa namun tidak memiliki ciri-ciri seperti diatas yang aku sebutin, tapi percaya deh… orang jawa itu kebanyakan kayak gitu!
Aku nyaman banget berteman sama ketiga orang yang aku ceritakan diatas. Dan apalagi aris, dengan logat BLITAR nya yang cah-cah, kowe-kowe, nya yang terus ia bawa dan ia pertahankan disini, dikota penuh percampuran budaya ini. Salutnya dia itu gak gengsi untuk mengungkapkan bahasa-bahasa jowo tulen nya itu didepan siapapun, baik itu orang luar jawa atau anak Ibu Kota sekalipun, ketika mereka bertanya “apasih artinya?” baru Aris akan menjawab.
Thanks friends for today! You open my eyes, bahwa aku tak bisa memungkiri, darah yang mengguyur tubuhku adalah darah Jawa! Darah orang Jawa, Darah para pejuang! Berbanggalah!
23:19 WIB/hamidah

3 komentar:

  1. Siep! Aq jg orang jawa, hidup jawa!

    BalasHapus
  2. suku jawa adalah suku terbaik dan memiliki kelebihan dibandingkan suku-suku lain nya. seandainya pun suku jawa punya kekurangan, kekurangan itu sebenarnya termasuk kelebihan suku jawa atas suku lain nya. maka pantas kalau suku jawa disebut sebagai suku pilihan dan diatas suku2 di indonesia. selain suku jawa cuma suku rendahan ga pantas di muliakan. indonesia maju karena peran dari suku jawa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan diskriminasi suku lain. Bukan berarti suku jawa adalah yg terbaik. Memang suku jawa mendominasi du negara ini. Namun iyu juga berkorekasi dgn populasi yg besar. Indonesia bukan hanya milik suku jawa. Jd jgn mnganggap suku anda adalah yg paling baik.

      Hapus

BIG BIG thanks to you :)) silahkan beri komentar dan berkunjung kembali kawan. *hamidahsemi*