28 Agt 2012

Budaya salah di hari lebaran

sumber: http://forum.detik.com/arti-minal-aidin-wal-faizin-t61782.html

1. Minal ‘Aidin wal Faizin = Penulisan yang benar
2. Minal Aidin wal Faizin = Juga benar berdasar ejaan indonesia
3. Minal Aidzin wal Faidzin = Salah, karena penulisan “dz” berarti huruf “dzal” dalam abjad arab
4. Minal Aizin wal Faizin = Salah, karena pada kata “Aizin” seharusnya memakai huruf “dal” atau dilambangkan huruf “d” bukan “z”
5. Minal Aidin wal Faidin = Juga salah, karena penulisan kata “Faidin”, seharusnya memakai huruf “za” atau dilambangkan dengan huruf “z” bukan “dz” atau “d”

Mengapa hal ini perlu diperhatikan? Karena kesalahan penulisan abjad juga berarti makna yang salah. Seperti dalam bahasa inggris, antara Look dan Lock beda makna padahal cuman salah satu huruf bukan?

Kesalahan Pemahaman Makna
Kedua, kata-kata “Minal Aidin wal Faizin” acapkali didengar atau ditulis di media massa, di film, sinetron, acara halal-bihalal, atau ketika kita bertemu teman atau sudara. Akan tetapi banyak yang menyangka bahwa arti kata “Minal Aidin wal Faizin” adalah “Mohon Maaf Lahir Dan Batin” seperti yang sering kita dengar. Padahal sama sekali bukan.

Kata-kata “Minal Aidin wal Faizin” adalah penggalan sebuah doa dari doa yang lebih panjang yang diucapkan ketika kita selesai menunaikan ibadah puasa yakni : “Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Wa Ja’alanallahu Minal ‘Aidin Wal Faizin” yang artinya “Semoga Allah menerima (amalan-amalan) yang telah aku dan kalian lakukan dan semoga Allah menjadikan kita termasuk (orang-orang) yang kembali (kepada fitrah) dan (mendapat) kemenangan”. Sehingga arti sesungguhnya dari “Minal Aidin wal Faizin” adalah “Semoga kita termasuk (orang-orang) yang kembali (kepada fitrah) dan (mendapat) kemenangan”.



Terapung

hatiku masih terapung. disamudera tak bertepi.
tak sanggup tenggelam juga tak kuasa terbang.
mengambang ditengah badai ketidak tau-an dan penuh remang remang.
ini bukan puisi,
aku masih belum sanggup terbit karena rembulan belum pula melesat ke tempat tidur peristirahatan.
masih habis kenyataanku,
aku masih hidup dalam maya,
dalam cermin bukan di depan kaca.
aku memantul lewat cahaya dan menimbulkan percikan nur berjuta warna.
namun aku tak bisa menikmati indahku sendiri.
entah dimana letak kepastian,
aku belum sadar dari pingsan berkepanjangan.
ini bukan puisi,
aku telah kehilangan jiwa bersastra dan bermain dengan kata-kata suci.
karena aku telah menodai dan menghancurkannya sendiri.
aku bermain dengan tinta, dan telah menumpahkan nila bukan hanya sekedar menitikkannya.
lantas apa yang harus kulakukan?
aku buta akan rasa dan tuli akan pemandangan.
(apakah sudah kau temukan kejujura?)







kampung inggris pare (ramadhan)


Pare, 6 agustus 2012. All about my holiday that so marvelous!

Tepat tanggal 21 juli 2012, sabtu malam minggu, adalah pengalaman perdana bagiku menginjakkan kaki di kampung inggris-pare-kediri-jawatimur. Malam itu semua sedang asyik menikmati malam pertama di bulan ramadhan, terlihat berjubel kawula muda lagi nongkrong di café dan warung-warung kecil, juga ada beberapa yang sibuk antri jajanan kecil sebangsa cilok, cimol, cilor, atau apalah itu namanya.
Bolak balik turun mobil dan menanyakan kepada orang sekitar, dimana dimana dimana letak ACCESS ES, sebuah lembaga kursus bahasa inggris yang sudah kupilih saat daftar lewat online. Akhirnya aku menemukan kantor officenya berkat bantuan seorang wanita, tapi sayang sayang… saat itu jam tanganku kurang lebih sudah menunjukkan pukul 8 malam, itu artinya kantor yang jam kerjanya hanya sampai jam 4 sore sudah TUTUP! Aku mencoba mencari pengajarnya, masuk ke asrama yang bertuliskan access center, namun tak kutemukan orang karena semua masih beribadah tarawih di masjid.
Singkat cerita, akupun bertemu dua orang gadis yang sedang mengantri cilok, salah satu dari keduanya adalah dita dari Jakarta. Dia mengantarkanku bertanya ke salah satu pengajar dan karena kepalang basah aku sudah sampai situ, akupun disarankan langsung masuk ke asrama tanpa pake check in atau regristrasi ke office. Aku diminta registrasi besok pagi saja.
Oke, Malam itu pun akhirnya menjadi malam pertama bagiku tidur dikamar berukuran kurang lebih 3x3 m, tak nyenyak, tak punya teman, merasa asing dan lain sebagainya adalah perasaanku pertama kali disini. Seolah aku adalah alien dari planet jauuuuh dari galaksi lain yang jatuh ke bumi, kemudian celingukan gak punya teman. Disini semua udah pada kenal, mereka sudah pada akrab karena mereka adalah teman-teman dari periode 10 juli, sedangkan aku adalah periode 25 juli. Kamarku berada di paling ujung, penghuni kamar itu kebetulan hanya dua orang, pertama adalah Kak Hana dari jepara yang studi di IPB, dan satunya adalah kak Elli dari semarang.
Esok harinya aku memilih untuk keluar dengan teman ku SMA yang rumahnya dekat dengan kampung inggris, yes..dia adalah mbol! Kita jalan jalan dan jalan... kenapa jalan-jalan kok gak malah belajar? Karena sesungguhnya kelas pertamaku baru dimulai tanggal 25, so..karena saking rajinnya aku datang 4 hari lebih awal, mabok gak sihh -____-
Dua hari diasrama ternyata cukup untukku bersosialisasi dengan manusia-manusia baru dari seluruh penjuru indonesia. Semua kekakuan dan keasingan itu mencair seiring berjalannya waktu.
Tanggal 25 pun datang, aku masuk kelas pertamaku dan memperkenalkan diri didepan teman-teman kelas speaking 1 yang dibimbing oleh coach deri. Yes, kita memang memanggil pengajar disini dengan panggilan coach, yang mungkin lebih akrab kita dengar di dunia sepak bola bukan. Dan hal itu sempat aku tanyakan kepada salah coach di asrama yaitu coach oda. Dia bilang, para coach disini bukan mengajari namun lebih kepada membimbing dan mengiringi, itulah sebabnya mereka tidak dipanggil teacher, miss atau mister seperti pada umumnya memanggil guru bahasa inggris.
Kelas speaking dimulai sejak pukul 7 pagi dan berakhir pukul 08.30 wib. Sebelum kelas speaking, jika kita memilih tinggal diasrama access bukan tinggal di kos-kosan umum, kita akan mendapat kelas tambahan yaitu setelah sahur. Jika bukan bulan ramadhan maka kelas dimulai setelah solat subuh. Yah...bisa dibayangkan, pagi-pagi buta setelah sahur yang biasanya kita kembali bergulat dengan bantal dan selimut dikasur harus terbangunkan dengan suara coach kiki, coach kokom dan coach oda yang selalu berteriak-teriak ”PAYOOOO PAYOOO.... CLASS CLASS... WAKE UP GUYS... CLASS.. CLASSS....” itu adalah alarm yang begitu setia mengiringi hari-hari kami setelah sahur di asrama access two.
Kelas pagi adalah kelas memories, kita harus menghafalkan kalimat-kalimat percakapan yang biasanya dibutuhkan mungkin saat perkenalan pertama dsb.
Nah, kembali lagi ya, setelah itu masih ada tiga kelas lagi, yaitu kelas pronounciation bersama coach opick favoriteku pada pukul 10 pagi, study club bersama coach kiki pukul 15.30, dan yang terakhir kelas malam di asrama setelah solat tarawih.
Banyak sekali cerita-cerita seru di pare, kegiatan belajar yang menyenangkan, teman yang seru, buber di wakapo, bali house, klasik cafe, dll, main kartu di sanjaya, bolang ke kediri kota sampai hampir nggembel kehabisan bus, buber di pemancingan ikan itu juga kereeen, foto di pesona studio, kegiatan belajar di bamboo bersama teman-teman yang seru, cerdas, dan sangat memicuku untuk menjadi lebih baik berbahasa inggris J ceillaaaaa
I miss every part of pare, some times i wanna go there again. Maybe I can meet somebody like you all in speaking one and pronoun one. Ahaaaaa.... masih teringat sekali, siang siang bolong harus teriak-teriak di kelas pronoun demi mengucapkan bahasa inggris dengan benar, masih teringat juga bercandaan kita para singo edan yang kutemukan di pare, dan… curi curi foto coach opick.
Gak akan pernah menyesal bagi kalian yang akan pergi ke kampung inggris-pare. Intinya, jangan malu salah... udah deh tabrak aja semua sekat-sekat grammar kalo kamu pengen handal dalam speaking, ucapkan apa yang ingin kamu ucapkan, dan sekali lagi jangan pernah malu dan takut salah. semua juga pernah berbuat salah dan kurasa itu sangat sangat wajar!
Lets try to get pronounciation together, its a cool huh!!
See u pare, see u all. Im very happy cause have a chance to go to pare and im very glad spend my holiday in pareeeeeeee! Pare is so something, free of gloomy wkwkw