4 Mei 2012

sebuah pesan yang tak sempat ku sampaikan

(aku masih menyimpan ini, yang kutulis pada 25 desember tahun lalu.)
lalu kenapa kita terus bermain-main disini, jika kita saling menyadari bahwa kita bukanlah jodoh?
lalu kenapa kita masih diam menatap kenyataan yang jelas takkan memihak kita?
aku tahu ini semua hanyalah semu.
aku sadar, tak lama lagi semua ini akan berakhir.
aku sadar, aku menyadari itu.
tapi masih adakah yang lebih baik darimu?
aku tak yakin itu.kurasa kamu sudah cukup bagiku, tak perlu lelaki yang lain.
aku tak percaya bahwa akan ada yang lebih baik darimu.
cukup kamu.
masih berjuta menit dan bermilyar detik yang harus kita lalui.
selama itukah?
sungguh aku takut kehilangan. aku takut kau pergi.
aku takut akan ada wanita yang lebih baik dariku, yang akan mengambil hatimu dari genggaman tanganku. sebegitu beruntungnya wanita itu.
harus kata apalagi yang kuucap dan kuungkap.
aku terlalu mencintaimu.
aku mencintai kenyataan yang semu ini.
aku mencintai kemustahilan ini.
aku ingin mencintaimu dengan sederhana, seperti bunyi sepenggal puisi.
aku hanya ingin mencintaimu dengan sederhana, hingga saat aku akan kehilanganmu aku sudah siap.
tapi kenapa tak bisa?
aku memang berlebihan. aku memang beginilah adanya.
kapankah waktu akan benar-benar mengiyakan harapan ini?
benarkah jika kita sudah dewasa dan berjodoh nanti kamu akan tetap menyayangiku seperti ini? tidakkah kau bosan denganku yang sudah terlalu lama denganmu?
tidakkah kau ingin mencoba mencintai gadis lainnya?
tidakkah kau ingin mendua?
masihkah kau mau bercanda segila ini?
benarkah kau ingin mengucap ijab kabul didepan kitab suci dan para saksi?
benarkah kau akan mencintaiku sampai mati?
masih bisakah kau mencintaiku dengan setulus hatimu?
tidakkah kau bosan denganku?
masih bisakah kita tertawa seriang ini?
masih bisakah kita melihat seluruh kota malang yang diselimuti kabut dari atas batu?
masih maukah kau membayangkan tentang masa depan kita berdua nanti?
mungkinkah kita benar ditakdirkan bersama?
itu terlalu jauh, sayang.
sudahlah, mungkin ini hanya cinta monyet. cinta dengan monyet-monyet sialan nya.
BULLSHIT.
mungkin sudah saat nya kita tatap masa depan dengan kaca mata hidup kita masing-masing.
namun masih saling mendoakan satu sama lainnya.
dan jika kita memang ditakdirkan bersama, maka Tuhan dengan segala caranya akan kembali mempertemukan kita.
tak usah sibuk membayangkan dan merencanakan masa yang masih terlalu jauh dari rengkuhan tangan kita.
mari kita selesaikan saja kenyataan hari ini yang jelas-jelas ada didepan mata.
sampai jumpa nanti sayang, saat kita sudah sama-sama memahami arti cinta sejati yang sesungguhnya, bukan cinta monyet.
sampai jumpa nanti saat kita telah sama-sama dewasa, dengan mimpi-mimpi kita yang telah terwujud dan menjelma nyata.
sampai jumpa kelak saat kita sudah menyelesaiakn semua pendidikan dan tugas-tugas kita
dan siap menuju kehidupan selanjutnya.
sekarang adalah waktu untuk bekerja keras sekolah, berpikir untuk pendidikan dan bukan malah membuang-buang waktu dengan berangan tentang cinta dan bermain-main saja.
memang kuakui disampingmu adalah indah dan menyenangkan sekali.
tak ada yang lebih indah selain disamping keluargaku dan kamu.
tapi ternyata, setelah lama kurenungkan, bukankah kau juga butuh masa depan yang tak berkutat melulu kepadaku?
mungkin saja selama ini aku hanya menjadi penghalang dan rintangan bagimu, namun kau tak menyadarinya.
mungkin saja aku selama ini hanya berdampak negatif untukmu, namun akupun tak sadar akan itu.
mengakhiri memang tak semudah memulai dan menjalani.
akan terasa amat sangat sakit dan menyiksa.
tapi yakinlah sayang, yakinlah (diriku sendiri), bahwa suatu saat Tuhan akan menjawab doa-doa ini.
kelak ketika kita telah dewasa.
akan terjawab semuanya.
entah rasa ini akan memudar, mengabur, menguap dan tergantikan oleh yang lainnya
ataukah rasa ini akan tetap abadi selamanya? semua misteri kehidupan ini akan ada jawabnya.
kelak ketika kita dewasa:) /25desember2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BIG BIG thanks to you :)) silahkan beri komentar dan berkunjung kembali kawan. *hamidahsemi*