4 Mar 2012

Kepada Tuhan

Tuhan, aku tahu kini tengah berdiri di atas tanah yang salah.
berbaring diatas ranjang yang tak tepat. 
karena setua ini aku terlalu hafal dengan teori yang berkata "berbohong adalah dosa"
namun malah kuabaikan.

semua manusia pasti ingin melihat dosa, berikut pahala nya.
begitupula aku,  Ya Tuhan
setidaknya jika pahalaku lebih banyak satu gram saja dari dosa, aku masih bisa berhembus lega.

Tuhan, Engkau harus percaya masih ada iman di dalam dadaku.
masih ada kesungguhan tulus dalam hatiku, kala men-sujud-kan kepalaku rata dengan tanah. 
aku memang berdosa pada-Mu, pada manusia, dan pada diriku.
tapi menyudahi yang sudah kujalani kenapa begitu menyesakkan?

aku tanpa arah terus berjalan dalam lorong bisu tiada cahaya. dingin dan lembab.
benar-benar tak ada seorangpun mengarahkan ku jalan menuju rumah.
aku berkali-kali terjerembab pada jalan yang salah, dan tersandung dalam gelap.

Tuhan, percayalah padaku aku masih memiliki iman dalam dadaku.
aku tidak pernah menduakan-Mu, Tuhan.
aku sepenuh hatiku menyembah-Mu dan tak pernah terlintas untuk menyekutukan Engkau.
aku sepenuh hatiku menyerahkah diriku, karena akulah milik-Mu yang akan kembali pada-Mu
aku berusaha ber-iman dan tak pernah terpikir menjadi kafir.
aku takut akan dosa, aku sama seperti lainnya.
aku bertamak pada pahala, tak berbeda pula dengan hambamu disana.

Ya Tuhanku, harus minta pada siapa lagi-kah aku?
manusia, hanyalah sama dengan diriku, tak punya kuasa dan wewenang.
mereka takkan tahu apa yang kurasakan,
yang Maha Tahu hanyalah Dirimu Ya Tuhan.
tentang segala yang menyelinap dibalik hatiku dan entah berbentuk apa itu.
kegelisahan dan ketakutan.

benarkah Kau marah besar Ya Rabbi?
benarkah tiada ampun lagi untukku?
semurka itukah Kau Ya Allah?
benarkah tiada guna aku berpuasa dan berdoa?
benarkah ibadahku bernilai NOL dalam pengadilan-Mu kelak?
benarkah semua amalanku hanya akan mendamparkanku di pantai kemurkaan?
menjebloskanku dalam neraka terbawah?
melemparku dalam lelehan api mendidih?
seburuk itukah nasibku kelak di akhirat? setragis itukah Tuhan?
aku belum bisa berhenti dari berbuat dosa, aku memang jauh dari sempurna.
mungkin aku bukan hamba yang Kau harapkan.

(Selama apapun, akan kutunggu jawaban atas tanyaku./4 maret 2012) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BIG BIG thanks to you :)) silahkan beri komentar dan berkunjung kembali kawan. *hamidahsemi*