13 Nov 2011

5 november 2011

06:48 pm
Malam ini aku pulang kerumah kepanjen seusai les di GO. Besok adalah hari raya idul adha, pantas jika terdengar gema takbir disana-sini bersahut-sahutan, di barengi dengan pekik kambing kurban. Jalanan kota malang yang basah sehabis diguyur hujan semakin membuat malang terlihat eksotis. Lampu jalan dan gemerlap toko di pinggir jalan membiaskan cahaya ke aspal basah dan menimbulkan pantulan berlinang dan kemilau.
Jalan raya padat merayap, semua penghuni kota ini seolah ingin menikmati malam dingin dengan keluar rumah. atau mungkin mereka justru ingin meninggalkan kota ini dan pulang menuju tanah asal, seperti aku saat ini, yang sedang duduk dengan muka lelah didalam angkutan kota yang penuh sesak. Kusandarkan kepalaku pada kaca angkot, kebetulan aku duduk di pojok paling belakang. Ada beberapa muka luar jawa disini, didepanku tepat misalnya, lelaki dengan logat papua yang sedang bercanda ria dengan kawannya yang duduk di sebelahku.
Tak lama, satu per satu penumpang turun dan tinggallah aku dengan 2 orang gadis dalam angkutan kota ini. Kami pun dipindah (oper) ke angkutan kota lainnya yang berisi 2 orang lelaki. Hal ini biasa terjadi jika sopir angkutan sudah buru-buru pulang dan tak akan jalan menuju tempat tujuan sejauh yang kami bertiga minta. Yang ada dibenakku saat ini adalah segera sampai rumah. melihat senyum dan sambutan hangat keluargaku yang sudah lengkap dirumah, yang tentunya akan segera melepaskan semua lelahku dan menggantikannya dengan bahagia dan cinta. tak ada yang lebih indah didunia ini selain akhir minggu dan pulang kerumah :’). Itu adalah hal yang amat kurindukan pertama kali, setelah yang kedua adalah bertemu dengan dia. Ya!dia! aku jadi teringat pada seseorang. Dia sudah lama menjadi teman dekatku, dan...sudahlah kurasa tak baik mengingatnya sekarang.
Aku sekarang sudah sampai daerah kasin, jalanan masih tetap sama, ramai-padat namun tak merayap. Suara knalpot bersahutan dengan gesekan ban mobil dan motor yang menerpa aspal. Hah, sudah lama aku tidak berdiam tenang seperti sekarang. Akhir-akhir ini aku banyak pikiran, kadang merasa bingung dengan orang lain dan kadang malah merasa bingung dengan diriku sendiri. Tak ketinggalan aku juga dibingung sibukkan oleh sekolahku yang sejak 3hari lalu ujian. Ya Alloh Ya Tuhan, permudahlah hamba dalam ujian ini, aku sedang bertamak Tuhan....bertamak padaMu, bukankah ini halal Tuhan?
Akhirnya, tinggal aku sendiri didalam angkutan kota dengan sopir yang serius membelah jalan. Perasaan takut jelas sesekali menyelinap dalam hatiku, entah takut akan apa itu sulit kutafsirkan. Tapi yang ada dihati dan bibirku hanya doa agar selamat sampai tempat tujuan, yaitu rumahku tercinta.
07:11 pm
Aku telah sampai di Kacuk, segera turun angkutan kota GA(gadang-arjosari), dan membayar pada sopir. Dipertigaan perbatasan kabupaten-kota ini jalanan tak terlihat seramai akhir minggu biasanya. Padahal sudah berjaga-jaga 4 orang polisi di pos sana.
Begitu selesai membayar, kulihat seorang punk berkostum seperti yang bisa ditebak (kostum kebangsaan; baju lusuh, celana lusuh dan sobek-sobek, rantai di pinggang, sepatu punk, dsb) sedang duduk di pinggiran trotoar dengan tatapan kosong. mungkinkah dia sedang memikirkan idul kurban besok? Atau emaknya di kampung halaman? Atau mungkin dia merindukan masa kecilnya takbiran keliling? Ah entahlah! Siapa yang tahu masa lalunya, masa lalu seorang punk.
Dan aku segera beranjak menyebrangi jalan menuju angkot jurusan kepanjen. Aku memilih duduk disamping sopir. Aku memang selalu begitu tiap perjalanan malam, kurasa duduk disamping sopir akan lebih aman. Sambil kembali membelah jalan, aku berusah mendengar sayup-sayup suara takbir yang sedari tadi sudah tak kudengar senyaring tadi. Kenapa idul kurban selalu terasa kurang berkesan dan tak semeriah Idul Fitri?
07:45 pm
Aku sampai di tanah kepanjen dengan selamat sentosa. Dan sekarang sedang menyusuri gang tembusan menuju rumahku. Sudah terdengar sayup-sayup takbiran dari musholla dekat rumahku :)
07:48 pm
Aku sampai dirumah :D
Ya Alloh, its a grace!! Senyum ibu, abah, mbak ufik, mbak arin yang baru sampai dari perjalanan panjangnnya dari Solo, mbak lia, izul dari kediri, dan rozaq keponakan kecilku yang menggemaskan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BIG BIG thanks to you :)) silahkan beri komentar dan berkunjung kembali kawan. *hamidahsemi*