29 Jul 2011

LOVE is UPNORMAL (?)

Cinta.
Aku yakin semua pernah mencicipi nya.
Mencicipi manis, juga pahitnya.
Ingatlah, betapa tangisan mu bagai mengaung sampai langit ke tujuh.
Ingatlah, ketika pedih luka menyayatmu.
Ketika air matamu bagai tumpah tak bisa dihentikan.
Bukankah kenangan itu begitu menggelikan.
Ingatlah kembali, kenanglah semua nya.
Pentingkah kau lakukan itu?
Pentingkah kau tangisi sebuah cinta?
Pantaskah?
Pantaskah airmata mu menitik hanya untuk sebongkah cinta, yang mungkin kini telah kau temukan penggantinya.

Pentingkah, kau bagaikan orang gila dalam ranjang mu, dalam gelap kamarmu, menutupi wajahmu dengan bantal, dan begitu takutnya kau tatap dunia, begitu ciut nya nyali mu menghadapi hari jika tanpa ’dia’.
Bukankah itu bodoh?
Bukankah itu tolol?
Kurasa kita semua pernah mengalami kisah memalukan itu.

Dengan penuh perasaan luka, seolah-olah semua kejadian yang membuat mu terkapar seperti itu terulang kembali dan terulang kembali bagai video yang diputar dan diputar lagi. seolah semua percakapan-percakapan itu mengaung terus, dan menghantui kehidupanmu.
Atau mungkin, ketika rasa rindu yang menghujam dan seolah menusuk-nusuk hati dan nadimu. Ketika wajahnya dan semua kenangan mu bersama nya terasa terus menerus mengitari seluruh waktu dan semua arah pandang mu.
Ketika kau merasa tak mungkin bisa hidup tanpa nya, ketika kau melebih-lebihkan kisahmu, dan dengan pede nya menyama-nyama kan cerita cintamu itu dengan kisah cinta Romeo dan Juliet atau kisah cinta Laila Majnun.
Bahkan kau berpikiran, matipun rela demi dia seorang.
Hahahaha, kau masih ingat semua itu?
sungguh apa kau tak ingin tertawa?
kau hanya mampu terisak dibalik bantal, guling, selimut, tanpa selera makan, tanpa selera hidup. Takut keluar kamar dan takut jika ibumu sampai menemukan mu dalam keadaan mata bak donat yang mengembang.
Sampai dunia tak ada rasanya, sampai kau tak mampu mencerna waktu.
Kau lewatkan begitu saja jam pelajaran disekolah dengan lamunan, lamunan, dan lagi-lagi lamunan tentang nya.
Dan kau masih ingat bukan, bagaimana rasanya, ketika melihat belahan jiwa mu yang telah pupus itu, sudah menggandeng gadis baru.
Hahahahhaahhahahahahhahahahahahahahhahah!!
Apa kau benar-benar menganggap dunia ini telah kiamat? Kau anggap dunia ini telah hancur lebur? Kau tak mampu menghirup oksigen? Kau kehabisan stok airmata? Dan kau seolah tak bernyawa!
Lantas kamu lari ke kamar mandi, dan kembali menumpahkan tangismu, namun kau tak ingin orang lain tau.
Kemudian, jika sudah lari ke kamar mandi dan menangis didalam nya, maka apakah kamu pikir semua masalah akan tuntas? Beres? Selesai? Berakhir happy ending?
Bodoh nya kita... bahkan tak pernah kita sangka, jika kita pernah menjadi orang terbodoh yang menduduki urutan 10 besar dunia.
Mungkin kamu merasa menyesal pernah mengenal lelaki memuakkan seperti dia. Mungkin kamu berpikir, sangat-sangat salah jika kamu pernah mempercayakan putih cintamu pada nya. Kamu merasa menyesal. Apa benar itu sebuah penyesalan? Atau itu hanya sebuah tindakan menenangkan diri dari tudingan tak menyenangkan dari pihakmu sendiri?
Kamu mengolok-olok lelaki itu agar kamu puas mengejek nya, hingga jiwa mu sendiri tak sempat dan tak ada waktu untuk sedikit saja mengkritik posisimu.
Harusnya, kamu perlu terbuka dengan pikiran mu sendiri.
Jangan terus membohongi dirimu. Biarkan sesekali mereka berontak dan bicara. Biarkan sesekali mereka menyuarakan hak nya untuk mengkritik mu.
Mungkin kamu yang salah, mungkin kamu memang yang lebih dulu membuatnya sakit hati atau tak nyaman. Mungkin selama ini kamu yang egois. Mungkin dan semua kemungkinan bisa terjadi. Mungkin selama ini si dia memendam semua keburukan mu yang membuatnya merasa tak nyaman disampingmu.
Gak jauh mungkin, kayak lagunya rio febrian yang berjudul jenuh.
Ada sedikit kutipan dari suara hati seorang lelaki yang sudah jengah dan bosan.
”maaf ku jenuh padamu, lama sudah kupendam, tertahan dibibirku.”
Jadi kamu mustinya juga introspeksi diri.
Jangan menumpahkan semua kesalahan dan memperburuk keadaan dengan menuding dan lagi-lagi menuding orang lain.
Huff ..
Menjijikkan bukan, menangisi sebuah cinta itu?
Memalukan bukan, menangisi orang yang sudah tak berguna bagi kita?
Apalagi, saat itu gebetan baru si dia jauh lebih buruk darimu, ”menurutmu”.
Atau mungkin, gadis itu adalah adik kelasmu? Gadis yang tak setenar kamu? Gadis bau kencur? Hahaha, mungkin kamu merasa ingin meremas-remas muka wanita itu. Kamu ingin menjambak rambut nya, ingin mengobrak-abrik semua yang ada di tas yang sedang ditenteng nya, kamu ingin mencakarnya, menonjok nya, meninju nya bagai tinjuan mike tayson, bahkan mungkin, terlintas dipikiran mu, bahwa kamu ingin membunuh nya. OH MY GOD!
Dengan cinta, semua bisa menjadi gila dan tak normal.
Padahal, jika kau mau berpikir jernih lagi, sekali lagi berpikir jernih, semua yang kau pikirkan dalam pikiran kotormu itu adalah gila, hei gadis!
Sekarang buanglah dulu pikiran najis mu itu.
Dia adalah seorang gadis biasa, sama seperti mu..
Fine fine! Ok!
Mungkin kamu akan langsung menumbuhkan tanduk merah diatas kepalamu, jika aku mengatakan kamu dan gadis itu adalah sama. Mungkin kamu merasa lebih cantik, lebih tajir, lebih manis, lebih terkenal, bahkan mungkin lebih sexy dari dia.
Tapi, yang aku maksud sama bukanlah sama dari segi tersebut, kalian adalah sama-sama manusia. she is not a pig, you think?
Baiklah, sesama gadis dan sesama manusia, jelas tak seharus nya kamu melimpahkan sejuta marah dan bencimu hanya kepada dia.
Dia hanya seorang gadis dan manusia biasa pada layaknya, dia tak luput dari salah, khilaf, dosa atau apalah kamu menyebut nya.
Dia, kamu, dan kita, SAMA. Pernah berbuat salah, pernah tak sengaja melakukan hal bodoh dan lain sebagainya.
Saat itu, mungkin yang terlintas dalam pikiran mu, dia adalah gadis jalang, pelacur, murahan, tukang rebut cowok orang, bitch, fuck, shit, damn, moron, mad, and the other like that. Sejuta umpatan akan sangat mungkin kamu ucapkan untuk menggambarkan profilnya di mata mu saat itu.
Pokok nya bagimu, dia tak lebih dari seorang FREAK.
Oke, kembali ke ulasan sebelum nya. Ingat-ingat lagi, karena apa kamu bisa sampe mengumpat-umpat gadis itu sedemikian rupa. Karena cowok mu kan? Ups, mantan mungkin lebih tepatnya. Iyakan, karena mantan kekasih mu kan?
Sekarang kita akan membahas ’sidia’.
Hei, bodoh jika kamu tak pernah tau bahwa lelaki itu punya sejuta trik dan klik.
Bodoh dan bodoh sekali.
Mereka para kaum adam saja tau tentang apa dan dimana kekurangan dan kelemahan mu. Kenapa kamu bisa nggak tau?
Mereka tau kalian mudah GR.
Mereka tau kalian itu pencemburu, mereka tau kalian mudah dirayu, dan lebih parahnya, mereka tau bahwa kalian mudah di bohongi dan di duakan.
Oh my godness!
Bukankan ini yang harusnya kalian tangisi.
Sekarang kalian harus tahu dulu akar masalahnya. Siapa dulu yang sebenarnya mulai? Si gadis jalang katamu ini tadi, atau mantan pacar mu itu? Baru kamu boleh memutuskan untuk membenci siapa dan mengumpati siapa.
Hey, siapa tahu memang cowok mu aja yang buaya darat.
Ups, sori, jangan marah kalo aku ngatain si dia.
Tapi inikan sebuah kemungkinan yang patut dibuktikan dalam uji laboratorium di pikiranmu.
Cobak deh kamu pikir, bener gak kataku?
Nah, kalo emang terbukti mantan mu ini yang buaya darat dan hidung belang, gimana? Sungguh dosa dan gak pantes banget kamu mengumpat-umpat pada sesama gadis kayak ke cewek itu.
Dia hanya korban, kan? Dia hanya korban. Sekali lagi dia hanya korban. Gak jauh kayak kamu yang juga korban cinta dan korban perasaan.
Justru harusnya kamu kasihan sama cewek ini.
Bukan menutup kemungkinan jika suatu saat dia akan bernasib sama sepertimu?
Menjadi korban cinta dan korban perasaan dari mantan mu itu?
Menjadi sakit hati dan jatuh terkapar kayak kamu ini?
Kasihan kan dia. Pikir dong... kamu gak mau kan, sebagai sesama wanita, melihat wanita lain terluka sama seperti mu, terjerembab kelubang yang sama seperti kamu.
Mungkin kamu akan berpikir, cukup kamu aja di dunia ini yang di khianati, cukup kamu aja di dunia ini yang terluka, dan yang lain jangan.
Begitu kan...?

Oh, begitu picik nya lelaki buaya darat!
Begitu biadab dan bangsatnya lelaki yang hobi bermain cinta.
Menyakitkan.

Sungguh, siapapun kalian, ingatlah... bahwa suatu saat kalian akan menyesal pernah menitikkan air mata dan pernah menangisi sebuah cinta.
Semua itu bohong. Tak ada cinta yang tak bohong, semua itu tak jujur sebelum semua itu diikat dengan ikrar suci dalam ikatan suami istri.
Betul kan?
Iya kan?
Percaya deh, gak ada yang bakalan rugi kalo kalian berpikir dengan jernih dan tak keruh.
So, easy going and never solve your problem with angry :)


Hamidah izzatu laily – 09:30 am
24 juli 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BIG BIG thanks to you :)) silahkan beri komentar dan berkunjung kembali kawan. *hamidahsemi*