1 Jan 2011

cinta Tuhan bukan

Cinta terkadang sederhana.
Tanpa ada syarat, tanpa perjuangan pula.
Namun yang lalu kutemukan cinta adalah kerumitan, yang menggunung dan kemudian jatuh menjadi bulir-bulir luka dan menggores selaput mata.
Cinta terkadang kejam.
Dia mencambuk, memukul, dan tak segan merajam.
Dengan tangan jahanam dia menenggelamkan pemujanya dalam muram durja.
Membiarkan setiap tetes airmata ini bagaikan tiada harga. Cinta terkadang sakti. Melebihi seorang peri dia meniupkan mantra-mantra mujarab penyembuh luka.
Meneduhkan yang sedang terbakar dalam panas, melindungi yang sedang ketakutan, dan dengan anggun menuangkan anggur dalam cangkir para penggembara cinta yang kehausan.
Dan jangan lupa, cinta juga syiwa.
Cinta adalah penghancur, dia bukan brahma.
Bukankah dia yang telah memporak-porandakan hatimu dan menaburkan luka?
Bukankah dia yang dengan tega meninggalkanmu yang sedang terlena, hingga seolah gila kau mencarinya. Seolah seorang candu yang mencari narkoba, kau menangisi cinta.
Maka cinta bukanlah segalanya.
Dia munafik. Dia paling munafik.
Dia katakan manis, tapi dia melukaimu.
bukankah cinta hanya makhluk, yang tak patut dipuja?
Dia akan berakhir juga, sama seperti kita.
Entahlah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BIG BIG thanks to you :)) silahkan beri komentar dan berkunjung kembali kawan. *hamidahsemi*