9 Okt 2010

mimpi-mimpi doang

Ketika seorang datang padaku dan bertanya ”apa cita-citamu?”
Dia hanya akan menemukan mataku yang penuh tatapan kosong, dan mulutku yang melongo, ditambah otakku yang berputa-putar.
Sejatinya, bukan aku tak punya cita-cita.
Hei, bodoh jika aku sama sekali tak punya keinginan, ambisi, pandangan hidup, dan lain sebagainya.
Justru karena aku terlalu banyak cita-cita. Justru karena terlalu banyak keinginan dan ambisiku, aku jadi linglung dan bingung.
Sekarang saja, kalau dijajarkan semua cita-citaku, maka akan sangat panjang dan banyak.
Aku ingin menjadi notaris PPAT, diplomat, sastrawan, presiden, politikus, anggota DPR RI, novelis, dosen hukum, dosen bahasa indonesia di jepang, sejarawan, dan... lain sebagainya.
Hei, bayangkan, semua itu banyak sekali kan?
Sedangkan manusia hidup itu rata-rata hanya dengan satu profesi atau mungkin dua profesi, yang satunya adalah profesi sampingan.
Maksimal, semaksimal maksimalnya, orang itu hanya bisa dan hanya mampu menggeluti satu profesi pokok.
Sedangkan jika aku punya segitu banyak keinginan dan ambisi, yang manakah yang harus kupilih?
Ups, yang benar bukan hanya pertanyaan yang mana yang harus kupilih, tapi juga yang mana yang aku bisa dan aku mampu ku pilih. Begitu bukan?
Sedangkan keluargaku dan utama nya orang tua ku adalah orang yang agamis. Kakak-kakakku memang tidak kuliah di bidang yang menyangkut agama. Tapi sudah sejak lama, Bapakku sering bilang... ”kamu dan adikmu akan dicetak menjadi ahli agama”
Twenk!
Benar saja, sejak menuntut ilmu di sekolah dasar, memang aku sudah ditempat di madrasaha (SD islam) sedangkan ke tiga kakakku, semuanya enjoy di bangku SD negeri.
Selanjutnya aku memang sekolah di SMP negeri, tapi itupun alasannya karena ibuku mengajar disana dan menjadi guru agama disana.
Sekarang, now, aku kembali kebangku madrasah, yaitu madrasah aliyah yang setara dengan SMA.
Aku sih bahagia-bahagia aja, malah justru merasa bangga dan beruntung kadangkala, karena setidaknya aku lebih mengerti tentang agama dibandingkan kakak2ku. Walaupun juga terkadang, begitu menjemukan dan jengah dengan pelajaran-pelajaran agama yang sulit dan rumitnya minta ampun. Kadang juga ada pikiran iri dengan kakak2ku yang dulu bersekolah di SMA negeri.
mereka bisa meringkas pelajaran fiqih, akidah akhlak, bahasa arab, qur’an hadist, dan lain sebagainya itu hanya dalam satu mata pelajaran, yaitu PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)
Hemm... betapa ringkasnya.
Sedangkan walaupun di madrasah aliyah, tentu tetap ada pelajaran seperti kimia, fisika, geografi, sejarah, dsb itu, karena namanya juga sma plus, plus nya itukan maksudnya plus agama.
Orang tua selalu memintaku menjadi seorang guru, guru agama tepatnya.
Mereka sering merencanakan masa depanku nanti, dengan kuliahku di jurusan agama di sebuah universitas islam di malang, yang itu sama sekali tak menjadi minatku.
Hey, aku sama sekali tak mau jadi guru agama!
Aku gak mau!!!!
Entah kenapa begitu, aku tak tahu.
Padahal kalau dipikir panjang, jadi guru itukan enak, apalagi kalau bisa PNS, sudah jadi pegawai tetap dengan gaji tetap, dapat pensiunan pula nantinya.
Hemmm... tapi tidak-tidak-tidak, entah setan mana yang menggangguku, pokoknya AKU GAK MAU.
Akhir-akhir ini aku sering browsing di internet tentang fakultas hukum di indonesia. Awalnya aku sangat-sangat tertarik di jurusan hubungan internasional, tapi tibatiba nyaliku menciut, ketika hukum internasional itu memang butuh orang2 yang cas cis cus bahasa inggris nya.
Sedangkan saya? Hellow,,, boro2 bahasa inggris cas cis cus, nulis bahsa inggris nya ”kata=word” dengan ”dunia=world” aja salah, sampe dilingkarin bolpin warna merah di buku tugas yang aku kumpulin ke guru.
Makanya, aku banting setir, yah... gak banting2 setir banget sih.. cuman sekarang gak pengen lagi jadi diplomat, tapi sekarang lebih tertarik ke notaris dan PPAT.
Banyaaaak.... aku browsing dan cari tau tentang kenotariatan. Sampe nyabet flashdisknya temen2ku kemana2, gara2 dulu fd ku ilang. Habis browsing jadi bingung mau nyimpen dimana.
Ini tadi, baruuuusaaaan aja aku selesai baca nya. Fuiihh, ternyata berat jadi notaris itu, udah gitu mahal pula kalo mau sekolah MKn nya.. wih.. masak 4 smester kalo ditotal2, paling murah dan seminim-minim nya 50 jutaan, wiiihhhh....!!
Tap gakpapa, aku gak akan tumbang.
Sebenernya aku punya orang yang aku kenal, yang sekarang lagi kuliah semster pertama di FH UniBraw, dia yang ngaji di bapakku biasanya..
Umm, tapi kayaknya gak deh, gak enak banget tiba2 sok kenal sok dekat nanya2 tentang gimana caranya masuk hukum, dan lain sebagainya. Selama ini kita cuman sekedar tau dan kenal, ngobrol seumur hidup cuman sekali sama dianya.

Cita-cita...
Hahahha, rasanya pengen nangis begitu dengar kata itu. Rasanya bulu kudukku bergidik ketakutan mendengar nya saja.
Tapi kata Bapakku, jangan terlalu takut sama masa depan , jalani saja hidup ini seperti air mengalir. Bukan berarti tanpa usaha. Tapi maksudnya, gak usah terlalu ngotot. Kita jalani aja semampu kita.
Behh, percaya deh kalo bapakku yang ngomong, scara beliau tuh orangnya easy going banget!! Kasih jempol empat deh kalo masalah easy going dan tingkat kesabarannya saya rasa sudah sampai level tertinggi. Ibaratnya game ya, itu udah final lah, hahah.
Satu lagi, tadi aku sempat bahas masalah cita-cita jadi sastrawan dan novelis kan. Nah, betul banget. Aku suka banget dalam dunia tulis menulis. Kalo orang tua sih sebenarnya dukung-dukung aja asal aku nya mampu. Tapi... grgr... berkali-kali aku kirim karya tulisku, dan hasilnya, NOL , NIHIL. Setiap kali aku kirim, beberapa bulan kemudian yang datang hanyalah sebuah surat berisi penolakan secara halus dari penerbit. Kejam banget ya, penolakan secara halus, wkwk.
Sampe yang sempat bikin aku terharu, hiks hiks,,, hahah.. lebay mode on, pas waktu itu... karya tulisku untuk kesekian kalinya kan ditolak, nah yang nerima itu surat si Ibu. Tapi tau gak, si Ibu gak kasih liat itu surat ke aku.
Sampe berbulan-bulan lamanya, kutunggu dalam gelisah dan cemas, kok gak ada kabar, apa kantor posnya salah kirim ya?? Heheh. Akhirnya aku sampe lupa dan gak kepikiran itu lagi.
Tau-tau, pas ada apa gitu, kakakku cerita ke aku, kalo sebenarnya udah ada jawaban dari penerbit, yaitu jawaban tolak, tapi sama si Ibu gak dikasih liat ke aku. Tau gak beliau bilang apa ”biar, gak usah dikasih tau, kasihan dia. Ntar jadi gak semangat nulis lagi dia”
Huuuaaa, emakkk!!
Gitu itu yang bikin terharu bukan kalimat nya si Ibu doang, tapi yang bikin terharu itu aku. Kenapa bisa bodoh banget ya aku, cuman bikin coret moret kayak gitu aja sampe ditolak berkali-kali.Bayangkan! sampe ibuku bilang gitu, apa gak saking kasian dan gak tega nya ntar kalo liat aku tau karya ku ditolak untuk yang kesekian kalinya.
Fuuhhh... hidup ini misteri.
Dan hanya sebuah misteri, tanpa ada sangkut pautnya dengan yang namanya horor lho ya.
Terkadang aku berpikir , semua orang pasti pengen sukses ya, lantas, nanti aku jadi apa ya ?
YA ALLOH, tuntunlah hambaMU ini. Berikanlah yang terbaik dunia dan akhirat YA RABB. AMINN... :)

27 september 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BIG BIG thanks to you :)) silahkan beri komentar dan berkunjung kembali kawan. *hamidahsemi*