7 Sep 2010

kau genggam udara

Semakin dalam kupejamkan mata
Semakin ringan kutemukan hitam yang tak berpenghujung
Dalam dentum-dentum detik yang berkejaran dan kekosongan waktu
Ketakutanku memuncak dan aku tak bisa meluluhkan nya

”ini” terus menggangguku
Aku harus temukan yang bisa menjadi obat
Bukan ini yang benar,
Aku bisa temukan yang lain
Dalam gundah dan gelisah sang tuan
Kulamunkan semuanya
Bukan lagi tentang cinta, tapi kini tentang kehidupan
Yang lebih dalam dan mendasar

Cobalah kau rasakan,
Panjangnya waktu telah kita urai bersama
Namun bukankah kau akan menyesal tatkala tak kau dapati apapun dalam genggaman tanganmu
Kau bawa kosong yang melompong
Hanya berisi udara?


Hamidahizzatulaily
3september2010
11:08 am

diujung kenangan

Kulihat kau dengan anggun merangkai mutiara hitam diujung perapian.
Dengan senyum iba kau rengkuh kanak menjadi dewasa.
Tak kulupa.
Ketika kau juga mematikan jentera saat kami akan terlelap.
Dewasa kami, tua mu lah.
Ketika kami tak dapat menatap hitam pekat matamu untuk yang terakhir.
Tanpa kabar, kau tinggalkan nafas dan kau lepaskan kemudi.
Sungguh
Air mata duka membanjiri telaga kerinduan ini
Bukankah Tuhan memberikan batas waktu.
Memang, akhir nya hidup adalah sebuah amalan.


Hamidah.
Sabtu, 26 september 2009.
01:51 pm

2 Sep 2010

waktu

Hari ini, 2 september 2010. Besok adalah 3 september. Lusa 4 september. Waktu bak kilatan nur yang melesat begitu cepat. Membiarkan kita tergopoh-gopoh mengejarnya, atau malah terlena dibuainya.

Jika kita menutup mata sejenak, membiarkan memori otak mengenang masa lalu. Seakan baru kemarin kita tertawa di bangku sekolah dasar, mengenakan seragam merah putih dengan begitu lugu. Tiba-tiba saja waktu berakselerasi, membawa kita pada hari ini, hari yang jauh berbeda dengan masa lalu. Penuh tantangan, persaingan, perjuangan. Hari-hari yang selalu melelahkan, tapi juga mendewasakan.

Kawan, waktu tidak akan kembali, ia akan terus berputar, menghadapkan kita pada hal baru yang berbeda-beda. Jika kau pernah menyesali sesuatu di masa lalu, perbaikilah sekarang! Selagi kau masih hidup, masih bisa berbuat, lakukanlah! Lakukanlah jauh lebih baik dari seharusnya! Jangan buat dirimu menyesal untuk kedua kalinya.

Hanya tinggal sejengkal lagi kisah hidup ini, dan semua akan berubah. Meninggalkan rutinitas lama untuk beradaptasi pada suasana baru. Lakukan yang terbaik selama masih mampu. Karena waktu tak kenal toleransi, ia terus berjalan tanpa pernah menoleh ke belakang.

Munculkan semangat membaramu!
Yakinlah!
Berjuanglah!
Allah akan membantu..


oleh kakakku tersayang: arini mayan fa'ani :)

Tentang Perjalanan


Kabut tipis turun perlahan membasuh lembah.
Hujan badai telah usai.
Namun, tanah masih basah.
Aku teringat sejenak.
Tentang masa lugu dibalik alunan senja.
Saat matahari dan bulan berhambur menjadi mega.
Saat pagi dan malam menjelma menjadi lintang.
Berjuta kubik pelataran langit manyaksikan.
Tentang kisah mayat yang tak terungkapkan.
Lagu baru.
Tak akan pernah mengalahkan musik dahulu.
Semua masih indah menurutku.
Tak ada yang kandas di telan zaman.
Semua tetap menyenangkan bagiku.
Dibalik deru hujan.
Masih terdengar jelas derap kaki kita.
Melawan gelombang kecil, yang lantas karam.
Begitu indah kulalui.
Senja.
Kau ajarkan aku tentang semua ini.
Yang tak mungkin bisa terulang kembali.
26 maret 2009
03:17pm