29 Des 2010

lamunan pria


Andaikan aku adalah pelukis, tentu aku akan melukismu sayang.
Mana mungkin aku memubadzirkan ukiran sempurna ciptaan Tuhan sepertimu.
Andaikan aku adalah penyanyi, tentu akan kunyanyikan lagu pengantar tidur sayangku.
Agar kau segera terlelap, dalam pelukanku. Mana mungkin aku tega melihat gadis secantik dirimu masih belum memejamkan mata selarut ini.
Andai ku adalah tuhan sayang, maka aku takkan menciptakanmu.
Mana mungkin aku menciptakanmu, kau terlalu berbahaya hidup didunia.
Akan banyak lelaki hidung belang sepertiku yang mengincarmu.
Maka akan kubiarkan saja kau di surga, agar aku seorang yang bisa memilikimu. Tapi nanti, setelah hukuman ku habis dineraka.
Karena Tuhan yang sesungguhnya pasti menghukumku, setelah tau aku berpikiran seburuk ini tentang wanita, padahal telah ada istriku yang menunggu diranjang kamar sana.

28 Des 2010

malam pesta topeng


Aku sedang termangu didepan danau.
Danau ini indah, sangat indah.
Tapi entah mengapa keindahan ini tak dapat meraihku masuk kedalam suka cita bahagianya.
Aku hanya bisa memandangnya dan sama sekali aku tak bisa menikmatinya.
Kemelut dalam hatiku bak magma gunung berapi yang siap meletus.
Sungguh panas dan suasana berubah menjadi genting tak karuan.
Tak henti aku memanjatkan doa dalam pejaman mata yang hanya terbayang oleh hitam.
Sesungguhnya aku ingin menemukan dunia yang lain.
Yang bisa membuatku tenang dan damai dalam rengkuhan Sang Khaliq.
Yang memang aneh tapi aku hidup. Bukan mati seperti ini.
Adakah dunia lain, yang tinggallah disana udara ketentraman, dengan penghuni para seniman dan pemerintahnya adalah Tuhan. Aku merindukan kebebasan.
Kuakui ini labil, masa mencari jati diri, atau apalah itu.
Aku hanya ingin mendapat pengakuan bahwa aku ada, bahwa aku hidup dengan kebahagiaanku, kebahagiaan yang menyertaiku.
Musnahlah semua jengah, meleburlah semua jemu.
Aku bosan hanya begini, melulu dalam ani yang begini dan itu yang begitu.
Terlalu banyak pemimpin disini, hingga nyaris tak ada yang dipimpin.


(pengakuan nihil dalam pesta topeng)
malam pesta topeng : 27 desember 2010

20 Okt 2010

pacar atau suami

Pernah terbersit di benakku
Tentang SEORANG CALON SUAMI.
Apakah itu juga pernah ‘numpang lewat’ di pikiran mu?
Hahah, yang bibit, bebet, dan bobot nya mantap. Yang sesuai idaman kita plus idaman orang tua.
Tapi kalo pas ngebaca ini kamu malah mengatakan ”ih jijik, masih kecil juga, pikiran nya udah kawin, jodoh, suami, dan lain-lain”
Enggak! kamu salah, munafik kalo kamu nggak pernah sama sekali mikirin itu.
Hidup ini sangat cepat.
Beberapa jam lagi, beberapa hari lagi, beberapa bulan dan tahun lagi, kita akan semakin tua. Umur kita malah semakin berkurang, bukan semakin bertambah.
Bertambah kan nominal nya, sedangkan sesungguhnya waktu kita disini semakin sedikit.
Nggak bisa dipungkiri kalo suatu saat kita semua akan menginjak masa itu, ’pernikahan’.
Mau gak mau, siap gak siap, yakin gak yakin.
Apa kamu gak mau nikah? Pengen berasa bujang terus sampe tua?
Yang ada kamu bukan jadi bujang keren, tapi bujang tak laku. Perawan tua, perjaka tua, iya kan?
Kalau saja nanti waktu itu harus benar-benar kulewati, aku harus menghadapi nya.
Sebenarnya gimana sih calon suami atau istri yang baik? Gimana sih kriteria calon pendamping hidup yang baik menurut kalian?
Apa mungkin ya, ntar ada teman sekelas kita yang bakalan jadi calon suami kita? Temen kita di bangku SD, SMP, atau SMA, salah satu nya adalah calon pendamping hidup kita yang sudah disiapkan dan di gariskan oleh Alloh SWT sejak zaman azali, sejak kita belum lahir ke bumi lewat rahim ibu kita.
Bayangkan salah satu aja cowok atau cewek yang paling nyebelin, ngejengkelin, atau yang paling alim, rajin, dan sopan di kelasmu ntar jadi calon pendamping hidupmu. Kebayang gak tuh?
Hahahahha, aku tertawa karena sedang membayangkan seseorang temanku yang kira-kira gimana rasanya kalo ntar jadi suami ku.

Sesungguhnya menikah itu bukan hal yang biasa.
Aku pernah dapet nasihat, ini dari narasumber yang akurat, yang perkataan itu sudah pernah dibuktikan nya. Sebut aja dia X.
Dia pernah bilang ke aku, ”menikah itu beda jauh dengan pacaran. Beda-beda-beda dan amat beda sekali. Kalo kamu pacaran, paling ya lewat sms, lewat telphon, ketemuan yang gak setiap hari kan. Kalaupun setiap hari, paling pol juga setengah hari. Dia gak pernah kan liat muka mu pas kamu baru bangun tidur? Gak pernah kan dia liat kamu pas dalam keadaan muka jelek sejelek-jelek nya kamu? setau dia, kamu itu selalu cantik. Kamu ketemu dia selalu dalam keadaan tancap dengan bedak, mungkin lipgloss, lipstick, pokok nya kamu yang cantik deh. Bukan kamu yang lagi ngiler, kamu yang lagi kentut, kamu yang lagi muka boker, kamu yang lagi manyun, kamu yang lagi jelek dengan muka-muka menjijikkan.
Mungkin setiap kali bangun tidur dia selalu mengucapkan selamat pagi cinta, good morning honey, dan lain sebagai nya. Tapi itu semua cuman sebatas lewat pesan singkat atau telephon kan? Kalo aja dia bener-bener ada disamping kamu saat kamu baru bangun tidur. Ukhh, gak mau paling dia nyapa kamu segitu manis nya. Iya kalo artis-artis cakep gitu.. tidur, bangun tidur, melek, habis bersolek, tuh muka tetep aje, orang emang dasar nya udah cantik. Lha kalo kita? Kadang cewek aja ada yang bedak luntur dikit udah bingung setengah mati kayak cacing kepanasan.
Kalo udah menikah itu, gak ada batasan, gak ada rahasia, dan gak ada yang ditutup-tutupi satu sama lain. mungkin mulai dari fisik sampai kehidupan yang dialami. Gimana keluarga nya, gimana adik nya, nyokap nya, bokap nya.
Mungkin kalo pacaran, yang kamu tau ibunya gini, gitu, adiknya gini, bapak nya gitu. Pernah ketemu mungkin, tapi itu jarang.
Tapi kalo udah menikah, semua akan sangat-sangat-sangat BERBEDA. Kamu akan tahu semua tentang dia mulai A sampai Z. Siapa dia kalo lagi marah, kalo lagi berbeda pendapat, bertengkar dan gak sama cara pandang dengan kamu. siapa ibu nya yang kadang cerewet, nyebelin, suka minta uang gaji suami mu. Siapa bapaknya yang galak, ngatur-ngatur kamu yang notabene sebagai seorang menantunya. Siapa adiknya yang cerewet, nyebelin, suka ngadu, dikit-dikit nyeritain keburukan kamu ke si Ibu, suka minta beliin ini-itu ke suami mu. Dan sejuta tentang dia, gak ada yang bakalan kamu gak tau. Semua transparan, setransparan-transparan nya.
Makanya, mungkin kamu akan illfil, sebel, merasa menyesal telah memilihnya, ingin menceraikan nya (padahal cerai gak semudah putus kan?), ingin memakinya, ingin mengatakan pisah (padahal kata-kata buruk yang mengarah kepada cerai itu bahaya, karena bisa dihitung talak; bagi cowok), ingin meninggal nya pulang kerumah ibu mu sendiri (tapi lha kalo udah punya anak, mana bisa? Beneran kamu udah gak sayang sama darah daging mu sendiri?)
Ah..., kalo udah menikah semua masalah itu jadi kompleks.
Makanya, sejak dini...kamu musti hati-hati. Minimalisir yang nama nya pacaran, rugi-rugi kamu, beneran deh. Ya kalo pacaran sih emang lumrah, scara kamu itu remaja, yang ’katanya’ masa-masa buram tanpa pacaran. Em.. tapi saran ya ini, gak usah berlebihan deh, gak ada apa-apa nya pacaran itu, percuma, sia-sia. Dia saat sebagai pacar akan berbeda 180 derajat dengan dia saat menjadi suami mu.”
Mendengar cerita yang segitu panjang dan lebar nya, aku menjadi merenung.
Hahah, remaja, emang cenderung ke arah yang nama nya pacaran. Mungkin mereka udah punya prinsip kuat untuk nggak akan pacaran, tapi begitu ngeliat temen nya pada pacaran, temen-temennya pada ngolokin dia jadul, gak gaul, gak keren, gak asik karena gak punya pacar, akhir nya goyah dah tuh.
Huh...!

Hidup ini sebentar, sebeneeennntaaarr sekali.
Ya, bener, nikmatin aja. Nikmatin kenikmatan nya. Asal nggak usah lebay alias berlebihan, tetep pada konteks menikmati yang dimaksud aja, nggak usah kemana-mana.
Nikmatin sih nikmatin, tapi ntar di akhirat?? Siapa hayoo yang mau nikmatin hukumannya juga? Kita sendiri kan? Pribadi kita masing-masing kan??
Sayangi diri kamu sendiri, tau kan cara menyayangi nya?

Hamidah 141010

13 Okt 2010

enjoy



APANYA YANG ENJOY?
INI YA YANG ENJOY???



WAH ENAK YA BERENANG DI TENGAH-TENAH SAMPAH..
PARA PEJABAT NEGARA UDAH PERNAH COBA BELUM..
COBA DONGG... BIAR SERU!!!!

perumahan kumuh vs kota metropolitan





sekarang, rasa nya udah gak beda jauh ya..
antara perumahan kumuh dengan kota metropolitan
yang nama nya kota metropitan itu selalu dan identik dengan perumahan kumuh.
prihatin banget kan..?

kita ambil contoh yang paling konkret adalah KOTA JAKARTA
yang sarat akan hingar bingar dan gemerlap nya.
penuh darah-darah biadab dan kotor.
dipadu dengan kotor, kumuh, menjijikkan nya lorong-lorong kotor di pinggiran sungai yang ukhhh.. sangat memprihatinkan.

kesenjangan di kota ini sudah tak bisa ditawar.
yang kaya amat terllau kaya, sedang yang miskin keterlaluan miskin nya, sampai makan sesuap nasi-pun susah.
yang kaya sibuk dengan saham, mobil-mobil baru keluaran german, uang yang berlimpah, dan sibuk dengan perkumpulan arisan nya yang rajin tour ke luar negeri. (red: perkumpulan ibu-ibu istri pejabat)
yang miskin, sibuk dengan biaya sekolah anak nya, sibuk dengan peurt keluarga nya yang kembang kempis tak karuan, bingung dengan gerobak mini nya yang berulang kali kena pukulan dan gusuran satpol PP.



ah.. ini lah kenyataan hidup. inilah kehidupan.
pernah saya dengar kata-kata tentang kehidupan, "kita hidup di dunia ini seolah seperti pengembara yang dari negeri nan jauh disana, sedang kelelahan dan beristirahat di bawah pohon kurma dan meneguk secangkir air, selanjutnya sang pengembara akan meneruskan perjalanan nya."
disinilah maksud nya, hidup kita di dunia ini amat singkat dan sebentar. sangat-sangat sebentar. maka pergunakanlah waktumu dengan sebaik-baik nya, jangan sia-sia kan..

12 Okt 2010

katanya mukhlas terserah

ini puisi ciptaan mukhlas manduli sengaji

MEMORI
guru engkau selalu teringat dalam pikiran ku.
ingin rasanya kubuang jauh tentang dirimu dalam pikiranku guru
selalu ku coba melupakan mu, tetapi mengapa susah tuk melupakan mu
kuremas dan kubakar dan kubuang di tong sampah
tetapi mengapa, engkau selalu ada dalam hatiku.
oh oh oh oh


inilah puisi tergila, ter aneh, ter sinting, tersarap, ciptaan the master of NTT.
Mukhlas manduli sengaji.
11 oktober 2010 - perpustakaan MAN 3 MALANG

9 Okt 2010

weits, lagi-lagi ini bahasannya

Cinta?
Apa yang pertama kali terlintas dipikiranmu ketika mendengar kata itu?
Apakah kau berpikir, itu indah, itu suci, itu bahagia, damai, tentram, sejuk, itulah sketsa surga?
Atau malah sebaliknya?
Kau akan berpikir, itu busuk, pembohong, dusta, menjijikkan, menyakitkan, dan itulah neraka dunia?
Cinta, jarang orang benar dalam mendeskripsikannya.
Satu mengatakan paradigma itu benar, lainnya mengatakan salah, salah dan salah besar.
Mungkin, cinta memang datang dengan baik-baik dan sopan. Mengetuk pintu hatimu dengan kelembutan. Dan ketika kau bukakan pintu itu, maka kau temukan dia sedang berdiri dengan wajahnya yang bersinar, membawa nampan berisi air suci dari telaga kautsar. Yang ketika kau minum, maka akan hilang dahagamu seumur hidup, maka ketika kau rasakan air itu mengaliri kerongkonganmu dan mengalir dalam tubuhmu, itu adalah kenikmatan pertama di dunia.
Namun, terkadang cinta juga akan dengan tega dan beringasnya melukaimu. Menggores hatimu dengan belati. Atau bahkan dia akan menancapkan paku bumi dihatimu dengan palu godam hingga hatimu berlumuran darah, bercucuran, terkapar dan tak karuan. Dia akan meninggalkanmu tiba-tiba saat kau mulai bahagia dengan kesejukan secangkir air telaga tadi. Ketika kau meraihnya, melarangnya pergi, maka dia takkan menghiraukanmu. Maka dia akan mengibaskan tangannya dari genggamanmu.
Dia akan biarkan mu sendirian termangu dibawah pohon musim gugur yang kering. Dia akan biarkanmu menangis tersedu-sedu, seolah dia tak punya rasa iba lagi.
Sesungguhnya, siapakah dia?
Kenapa dia begitu beraninya datang dan pergi sesuka hatinya.
Saat kita tak pernah mengundangnya datang, saat kita tak butuh dia, saat kita tak meminta dia untuk memberikan kesejukan, kenapa dia justru seolah menawarkan diskon besar-besaran yang sampai-sampai membuat mata kita terbelakak dan tak sanggup untuk menolak kedatangannya.
Dan kenapa saat kita sudah terlena dan sudah terbiasa dengan kedamaian, tiba-tiba dia melepas pegangannya?
Betapa piciknya cinta.
Seharusnya dia tahu, kita bukanlah mainan yang bisa seenaknya diambil dan ditinggalkan.
Seharusnya dia mengerti, menyakitkan rasa patah hati.
Seharusnya, sekali-kali dialah yang harus merasakan, bukan hanya kita terus-terusan. Dia juga harus merasakan, bagaimana rasanya dihancurkan, dikhianati, dipermainkan, dan dibuang ketika sudah tak dibutuhkan dan sudah membosankan.
Sial. kenapa lagi-lagi harus cinta?

Hamidah izzatu laily
3 september 2010
11:27 am

mimpi-mimpi doang

Ketika seorang datang padaku dan bertanya ”apa cita-citamu?”
Dia hanya akan menemukan mataku yang penuh tatapan kosong, dan mulutku yang melongo, ditambah otakku yang berputa-putar.
Sejatinya, bukan aku tak punya cita-cita.
Hei, bodoh jika aku sama sekali tak punya keinginan, ambisi, pandangan hidup, dan lain sebagainya.
Justru karena aku terlalu banyak cita-cita. Justru karena terlalu banyak keinginan dan ambisiku, aku jadi linglung dan bingung.
Sekarang saja, kalau dijajarkan semua cita-citaku, maka akan sangat panjang dan banyak.
Aku ingin menjadi notaris PPAT, diplomat, sastrawan, presiden, politikus, anggota DPR RI, novelis, dosen hukum, dosen bahasa indonesia di jepang, sejarawan, dan... lain sebagainya.
Hei, bayangkan, semua itu banyak sekali kan?
Sedangkan manusia hidup itu rata-rata hanya dengan satu profesi atau mungkin dua profesi, yang satunya adalah profesi sampingan.
Maksimal, semaksimal maksimalnya, orang itu hanya bisa dan hanya mampu menggeluti satu profesi pokok.
Sedangkan jika aku punya segitu banyak keinginan dan ambisi, yang manakah yang harus kupilih?
Ups, yang benar bukan hanya pertanyaan yang mana yang harus kupilih, tapi juga yang mana yang aku bisa dan aku mampu ku pilih. Begitu bukan?
Sedangkan keluargaku dan utama nya orang tua ku adalah orang yang agamis. Kakak-kakakku memang tidak kuliah di bidang yang menyangkut agama. Tapi sudah sejak lama, Bapakku sering bilang... ”kamu dan adikmu akan dicetak menjadi ahli agama”
Twenk!
Benar saja, sejak menuntut ilmu di sekolah dasar, memang aku sudah ditempat di madrasaha (SD islam) sedangkan ke tiga kakakku, semuanya enjoy di bangku SD negeri.
Selanjutnya aku memang sekolah di SMP negeri, tapi itupun alasannya karena ibuku mengajar disana dan menjadi guru agama disana.
Sekarang, now, aku kembali kebangku madrasah, yaitu madrasah aliyah yang setara dengan SMA.
Aku sih bahagia-bahagia aja, malah justru merasa bangga dan beruntung kadangkala, karena setidaknya aku lebih mengerti tentang agama dibandingkan kakak2ku. Walaupun juga terkadang, begitu menjemukan dan jengah dengan pelajaran-pelajaran agama yang sulit dan rumitnya minta ampun. Kadang juga ada pikiran iri dengan kakak2ku yang dulu bersekolah di SMA negeri.
mereka bisa meringkas pelajaran fiqih, akidah akhlak, bahasa arab, qur’an hadist, dan lain sebagainya itu hanya dalam satu mata pelajaran, yaitu PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)
Hemm... betapa ringkasnya.
Sedangkan walaupun di madrasah aliyah, tentu tetap ada pelajaran seperti kimia, fisika, geografi, sejarah, dsb itu, karena namanya juga sma plus, plus nya itukan maksudnya plus agama.
Orang tua selalu memintaku menjadi seorang guru, guru agama tepatnya.
Mereka sering merencanakan masa depanku nanti, dengan kuliahku di jurusan agama di sebuah universitas islam di malang, yang itu sama sekali tak menjadi minatku.
Hey, aku sama sekali tak mau jadi guru agama!
Aku gak mau!!!!
Entah kenapa begitu, aku tak tahu.
Padahal kalau dipikir panjang, jadi guru itukan enak, apalagi kalau bisa PNS, sudah jadi pegawai tetap dengan gaji tetap, dapat pensiunan pula nantinya.
Hemmm... tapi tidak-tidak-tidak, entah setan mana yang menggangguku, pokoknya AKU GAK MAU.
Akhir-akhir ini aku sering browsing di internet tentang fakultas hukum di indonesia. Awalnya aku sangat-sangat tertarik di jurusan hubungan internasional, tapi tibatiba nyaliku menciut, ketika hukum internasional itu memang butuh orang2 yang cas cis cus bahasa inggris nya.
Sedangkan saya? Hellow,,, boro2 bahasa inggris cas cis cus, nulis bahsa inggris nya ”kata=word” dengan ”dunia=world” aja salah, sampe dilingkarin bolpin warna merah di buku tugas yang aku kumpulin ke guru.
Makanya, aku banting setir, yah... gak banting2 setir banget sih.. cuman sekarang gak pengen lagi jadi diplomat, tapi sekarang lebih tertarik ke notaris dan PPAT.
Banyaaaak.... aku browsing dan cari tau tentang kenotariatan. Sampe nyabet flashdisknya temen2ku kemana2, gara2 dulu fd ku ilang. Habis browsing jadi bingung mau nyimpen dimana.
Ini tadi, baruuuusaaaan aja aku selesai baca nya. Fuiihh, ternyata berat jadi notaris itu, udah gitu mahal pula kalo mau sekolah MKn nya.. wih.. masak 4 smester kalo ditotal2, paling murah dan seminim-minim nya 50 jutaan, wiiihhhh....!!
Tap gakpapa, aku gak akan tumbang.
Sebenernya aku punya orang yang aku kenal, yang sekarang lagi kuliah semster pertama di FH UniBraw, dia yang ngaji di bapakku biasanya..
Umm, tapi kayaknya gak deh, gak enak banget tiba2 sok kenal sok dekat nanya2 tentang gimana caranya masuk hukum, dan lain sebagainya. Selama ini kita cuman sekedar tau dan kenal, ngobrol seumur hidup cuman sekali sama dianya.

Cita-cita...
Hahahha, rasanya pengen nangis begitu dengar kata itu. Rasanya bulu kudukku bergidik ketakutan mendengar nya saja.
Tapi kata Bapakku, jangan terlalu takut sama masa depan , jalani saja hidup ini seperti air mengalir. Bukan berarti tanpa usaha. Tapi maksudnya, gak usah terlalu ngotot. Kita jalani aja semampu kita.
Behh, percaya deh kalo bapakku yang ngomong, scara beliau tuh orangnya easy going banget!! Kasih jempol empat deh kalo masalah easy going dan tingkat kesabarannya saya rasa sudah sampai level tertinggi. Ibaratnya game ya, itu udah final lah, hahah.
Satu lagi, tadi aku sempat bahas masalah cita-cita jadi sastrawan dan novelis kan. Nah, betul banget. Aku suka banget dalam dunia tulis menulis. Kalo orang tua sih sebenarnya dukung-dukung aja asal aku nya mampu. Tapi... grgr... berkali-kali aku kirim karya tulisku, dan hasilnya, NOL , NIHIL. Setiap kali aku kirim, beberapa bulan kemudian yang datang hanyalah sebuah surat berisi penolakan secara halus dari penerbit. Kejam banget ya, penolakan secara halus, wkwk.
Sampe yang sempat bikin aku terharu, hiks hiks,,, hahah.. lebay mode on, pas waktu itu... karya tulisku untuk kesekian kalinya kan ditolak, nah yang nerima itu surat si Ibu. Tapi tau gak, si Ibu gak kasih liat itu surat ke aku.
Sampe berbulan-bulan lamanya, kutunggu dalam gelisah dan cemas, kok gak ada kabar, apa kantor posnya salah kirim ya?? Heheh. Akhirnya aku sampe lupa dan gak kepikiran itu lagi.
Tau-tau, pas ada apa gitu, kakakku cerita ke aku, kalo sebenarnya udah ada jawaban dari penerbit, yaitu jawaban tolak, tapi sama si Ibu gak dikasih liat ke aku. Tau gak beliau bilang apa ”biar, gak usah dikasih tau, kasihan dia. Ntar jadi gak semangat nulis lagi dia”
Huuuaaa, emakkk!!
Gitu itu yang bikin terharu bukan kalimat nya si Ibu doang, tapi yang bikin terharu itu aku. Kenapa bisa bodoh banget ya aku, cuman bikin coret moret kayak gitu aja sampe ditolak berkali-kali.Bayangkan! sampe ibuku bilang gitu, apa gak saking kasian dan gak tega nya ntar kalo liat aku tau karya ku ditolak untuk yang kesekian kalinya.
Fuuhhh... hidup ini misteri.
Dan hanya sebuah misteri, tanpa ada sangkut pautnya dengan yang namanya horor lho ya.
Terkadang aku berpikir , semua orang pasti pengen sukses ya, lantas, nanti aku jadi apa ya ?
YA ALLOH, tuntunlah hambaMU ini. Berikanlah yang terbaik dunia dan akhirat YA RABB. AMINN... :)

27 september 2010

6 Okt 2010

oleh BJ HABIBIE


Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.
Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,
dan kematian adalah sesuatu yang pasti,
dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.
Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat,
adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang,
sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati,
hatiku seperti tak di tempatnya,
dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.
Kau tahu sayang,
rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.
Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang,
pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada,
aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.
Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,
tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.
mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua,
tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia,
kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.
Selamat jalan,
Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,
kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.
selamat jalan sayang,
cahaya mataku, penyejuk jiwaku,
selamat jalan,
calon bidadari surgaku ….
BJ.HABIBIE
Selamat Jalan Ibu Ainun…
Semoga menjadi bidadari kami semua di surga

kahlil gibran - sayap sayap patah

Wahai Langit
Tanyakan pada-Nya
Mengapa dia menciptakan sekeping hati ini..
Begitu rapuh dan mudah terluka..
Saat dihadapkan dengan duri-duri cinta
Begitu kuat dan kokoh
Saat berselimut cinta dan asa..
Mengapa dia menciptakan rasa sayang dan rindu
Didalam hati ini..
Mengisi kekosongan di dalamnya
Menyisakan kegelisahan akan sosok sang kekasih
Menimbulkan segudang tanya
Menghimpun berjuta asa
Memberikan semangat..
juga meninggalkan kepedihan yang tak terkira
Mengapa dia menciptakan kegelisahan dalam relung jiwa
Menghimpit bayangan
Menyesakkan dada..
Tak berdaya melawan gejolak yang menerpa…
Wahai ilalang…
Pernah kan kau merasakan rasa yang begitu menyiksa ini
Mengapa kau hanya diam
Katakan padaku

Sebuah kata yang bisa meredam gejolak hati ini..
Sesuatu yang dibutuhkan raga ini..
Sebagai pengobat tuk rasa sakit yang tak terkendali
Desiran angin membuat berisik dirimu
Seolah ada sesuatu yang kau ucapkan padaku
Aku tak tahu apa maksudmu
Hanya menduga..
Bisikanmu mengatakan ada seseorang di balik bukit sana
Menunggumu dengan setia..
Menghargai apa arti cinta…
Hati yang terjatuh dan terluka
Merobek malam menoreh seribu duka
Kukepakkan sayap-sayap patahku
Mengikuti hembusan angin yang berlalu
Menancapkan rindu….
Disudut hati yang beku…
Dia retak, hancur bagai serpihan cermin
Berserakan ….
Sebelum hilang di terpa angin…
Sambil terduduk lemah….
Ku coba kembali mengais sisa hati
Bercampur baur dengan debu
Ingin ku rengkuh…
Ku gapai kepingan di sudut hati…
Hanya bayangan yang ku dapat….
Ia menghilang saat mentari turun dari peraduannya
Tak sanggup ku kepakkan kembali sayap ini
Ia telah patah..
Tertusuk duri-duri yang tajam….
Hanya bisa meratap….
Meringis..
Mencoba menggapai sebuah pegangan..

4 Okt 2010

baiklah
kau telah tiba di penghujung jalan
dimana padi telah menguning
daun mulai berguguran
batang rentan patah
dan entah

baiklah
telah kau jumpai penutupan
dimana salam pembuka dan isi sudah tersampaikan
telah kau genggam yang tua
dan sudah kau lepaskan yang muda

zaman ini, waktu yang kikir
penuh perhitungan seperti memberi hutang pada fakir
telah kau siakan waktu jika kau hanya melulu dalam hulu yang tak ada hilir
hanya kosong dan melompong

hamidah 20.09.10

7 Sep 2010

kau genggam udara

Semakin dalam kupejamkan mata
Semakin ringan kutemukan hitam yang tak berpenghujung
Dalam dentum-dentum detik yang berkejaran dan kekosongan waktu
Ketakutanku memuncak dan aku tak bisa meluluhkan nya

”ini” terus menggangguku
Aku harus temukan yang bisa menjadi obat
Bukan ini yang benar,
Aku bisa temukan yang lain
Dalam gundah dan gelisah sang tuan
Kulamunkan semuanya
Bukan lagi tentang cinta, tapi kini tentang kehidupan
Yang lebih dalam dan mendasar

Cobalah kau rasakan,
Panjangnya waktu telah kita urai bersama
Namun bukankah kau akan menyesal tatkala tak kau dapati apapun dalam genggaman tanganmu
Kau bawa kosong yang melompong
Hanya berisi udara?


Hamidahizzatulaily
3september2010
11:08 am

diujung kenangan

Kulihat kau dengan anggun merangkai mutiara hitam diujung perapian.
Dengan senyum iba kau rengkuh kanak menjadi dewasa.
Tak kulupa.
Ketika kau juga mematikan jentera saat kami akan terlelap.
Dewasa kami, tua mu lah.
Ketika kami tak dapat menatap hitam pekat matamu untuk yang terakhir.
Tanpa kabar, kau tinggalkan nafas dan kau lepaskan kemudi.
Sungguh
Air mata duka membanjiri telaga kerinduan ini
Bukankah Tuhan memberikan batas waktu.
Memang, akhir nya hidup adalah sebuah amalan.


Hamidah.
Sabtu, 26 september 2009.
01:51 pm

2 Sep 2010

waktu

Hari ini, 2 september 2010. Besok adalah 3 september. Lusa 4 september. Waktu bak kilatan nur yang melesat begitu cepat. Membiarkan kita tergopoh-gopoh mengejarnya, atau malah terlena dibuainya.

Jika kita menutup mata sejenak, membiarkan memori otak mengenang masa lalu. Seakan baru kemarin kita tertawa di bangku sekolah dasar, mengenakan seragam merah putih dengan begitu lugu. Tiba-tiba saja waktu berakselerasi, membawa kita pada hari ini, hari yang jauh berbeda dengan masa lalu. Penuh tantangan, persaingan, perjuangan. Hari-hari yang selalu melelahkan, tapi juga mendewasakan.

Kawan, waktu tidak akan kembali, ia akan terus berputar, menghadapkan kita pada hal baru yang berbeda-beda. Jika kau pernah menyesali sesuatu di masa lalu, perbaikilah sekarang! Selagi kau masih hidup, masih bisa berbuat, lakukanlah! Lakukanlah jauh lebih baik dari seharusnya! Jangan buat dirimu menyesal untuk kedua kalinya.

Hanya tinggal sejengkal lagi kisah hidup ini, dan semua akan berubah. Meninggalkan rutinitas lama untuk beradaptasi pada suasana baru. Lakukan yang terbaik selama masih mampu. Karena waktu tak kenal toleransi, ia terus berjalan tanpa pernah menoleh ke belakang.

Munculkan semangat membaramu!
Yakinlah!
Berjuanglah!
Allah akan membantu..


oleh kakakku tersayang: arini mayan fa'ani :)

Tentang Perjalanan


Kabut tipis turun perlahan membasuh lembah.
Hujan badai telah usai.
Namun, tanah masih basah.
Aku teringat sejenak.
Tentang masa lugu dibalik alunan senja.
Saat matahari dan bulan berhambur menjadi mega.
Saat pagi dan malam menjelma menjadi lintang.
Berjuta kubik pelataran langit manyaksikan.
Tentang kisah mayat yang tak terungkapkan.
Lagu baru.
Tak akan pernah mengalahkan musik dahulu.
Semua masih indah menurutku.
Tak ada yang kandas di telan zaman.
Semua tetap menyenangkan bagiku.
Dibalik deru hujan.
Masih terdengar jelas derap kaki kita.
Melawan gelombang kecil, yang lantas karam.
Begitu indah kulalui.
Senja.
Kau ajarkan aku tentang semua ini.
Yang tak mungkin bisa terulang kembali.
26 maret 2009
03:17pm

9 Agt 2010

mencintai = menyakitkan

pernahkah kau bayangkan,
Jika suatu ketika kau adalah seorang pengagum rahasia.
Saat itu, hanyalah sendirian kau simpan rasa cinta.
Sebenarnya hanya sederhana,
Namun ketika perasaan itu meluap, meluber dan tak tertahan
Maka itu adalah petaka
Maka itu adalah bencana

Pernahkah kau bayangkan,
Betapa sakitnya ketika pandangan gadis itu menusuk jantungmu
Menggores nadimu, dan mengoyak perasaan mu.
Ketika tatapan itu seolah membunuh mu, seperti memojokkan mu.

Pernahkan kau pikirkan,
Ketika kau bukanlah sebagai yang nomor satu.
Ketika kau hanyalah peran pembantu, dalam operet istimewa diatas panggung sandiwara
Pernahkah,
Saat kau coba tersenyum dalam ketakutan dan rasa bersalah yang begitu dalam.
Pernahkah,
Saat kau berfikir mencintai adalah hal terburuk dalam hidup ini!!